Jumat, 29 Juli 2011

Terkesima judulnya

tadi habis liat-liat fb seseorang.. ga sengaja sih..
kesan pertama yang aku tangkep adalah Dia berkarakter, agamis, suka tantangan, puitis (bukan puitis alay tapi puitis elegan),  nekat dan pekerja keras.
tampilannya sederhana, lucu. dari komen-komennya dia, nunjukkin karakter dirinya yang kuat banget. Dari namanya juga bagus, islami..
unyuu aja,hehehe

kira-kira  bisa main gitar juga ga ya? kalo bisa udah perfect banget deh kayaknya (hehehe)
suka banget kalo ngeliatin cowok yang main gitar, apapun alirannya, bisa buat kita hanyut dalam tiap petikan gitarnya. luar biasa deh..

yaelah malah ngomongin orang.. cuma sekedar terkesima sih, sejam kemudian juga udah lupa,hehe
cuma mau bilang aja, aku suka cowok yang karakternya kuat kayak dia. tapi bukan berarti aku suka dia, :D







Selasa, 05 Juli 2011

Da'i Sejuta Umat


Innalillahiwainnalillahiroji’un. Telah meninggal dunia, salah satu Da’i kondang Indonesia, K.H. Zainuddin MZ pada pukul 09.00 WIB. Beliau meninggal dikarenakan sakit.  Riwayat sakit yang pernah diderita Beliau adalah Jantung dan darah tinggi. Anak sulung K.H. Zainuddin MZ, Muhammad Haikal melalui siaran Seputar Indonesia, menjelaskan kronologis detik-detik sebelum meninggalnya Beliau, yaitu bahwa kemarin (04/7) anak sulung nya diminta menggantikan kegiatan ceramah Beliau di Blitar dan Malang, karena beliau merasakan tensi darahnya naik dan kepalanya sakit. Sembari anaknya berceramah, anak bungsunya yang mengantar Beliau kerumah sakit. Sebelum sampai dirumah sakit, Beliau meninggal dunia. Keluarga merasa kematian K.H. Zainuddin MZ sangat mendadak sekali.
____________________________________________________________________________________
Tadi pagi pas buka facebook, ada yang update status kalau K.H. Zainuddin MZ meninggal dunia, tapi Aku ga percaya. Soalnya beberapa hari yang lalu, 2 atau 3 hari yang lalu, Aku masih nonton ceramah Beliau di salah satu program acara islam di televisi swasta Indonesia. Beliau masih keliatan sehat dan bersemangat saat menyampaikan dakwah-dakwah islamnya. Sampai dikosan sore tadi, Aku nyalain TV, dan yak, semua televisi menayangkan berita meninggalnya Da’i kondang tersebut. Sontak saja, Aku reflex netesin air mata karena merasa kehilangan salah satu Da’i terbaik di Indonesia.

Beliau adalah salah satu Penceramah favoritku sejak masih duduk di bangku SD. Dulu, Aku sering sekali mendengarkan ceramah Beliau bersama Papa melalui kaset yang dikoleksi Papaku. Banyak sekali kasetnya dirumah. Sore menjelang malam adalah waktu yang sering kami habiskan untuk mendengarkan ceramah Da’I K.H.  Zainuddin MZ setiap hari. Apalagi kalau saat Ramadhan, setiap hari  Papa selalu memutar kaset yang berisi ceramah Beliau menjelang berbuka puasa. Ceramah-ceramah Beliau sangat inspiratif dan dapat membangkitkan semangat keislaman. Kalimat-kalimatnya yang ringan dan lugas, serta isi ceramahnya dapat membuat kita yang mendengarkan menjadi tergerak hatinya. Dakwah-dakwahnya  dapat memperkokoh nilai-nilai islami kita, sejuk dan merakyat. Sehingga pantas saja kalau Beliau disebut sebagai DA’I SEJUTA UMAT.

Kata-kata Beliau kepada anak sulungnya “Obat Saya itu hanyalah umat, ketika berhadapan dengan umat yang banyak, sakit kepala Saya hilang”

Subhanallah, semoga Beliau mendapatkan tempat yang baik dan indah disisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dan ilmu-ilmu yang telah disebarkan oleh Beliau bermanfaat untuk para pendengarnya. Semoga ribuan umat di Indonesia ini terus mendoakan kepergian Beliau menuju Sang Khalik dalam keadaan damai. Amin Ya Robbal Alamin.

Senin, 04 Juli 2011

Ending bagus

Cerita ini  kejadiannya hari jumat, 1 Juli kemarin. 

"Tadi pagi Aku ke kampus, niatnya mau nyerahin draft kuesioner, dan matriks penelitian. Sebelumnya berangkat , sarapan dulu biar dijalan perutku ga banyak kroncongan. Sempet ragu mau ke nangor apa nggak, soalnya skripsi ini udah aku anggurin hampir seminggu. Untuk memastikan kepergianku ke nangor ga sia-sia, Aku telpon dulu Pak Agus nya. Alhamdulilah telponku disambut baik oleh Pak Agus dan Beliau bersedia menemuiku untuk kuserahkan draft itu. Sayangnya, Beliau bilang “Tapi Saya ga bisa bimbingan ya, soalnya harus nyidang dulu”. Its okay, yang penting Aku ketemu dan nyerahin aja, paling ga setiap harinya ada progress dari skripsiku ini.

Sesampainya disana, jelas saja, Bapaknya sedang sibuk menerima telpon, menerima tamu, lalu kemudian dengan tergesa-gesa segera menuju ruangan siding. Aku yang sudah menunggu di depan lorong dekat ruangan Pak Agus, langsung menghampiri Beliau dan menyatakan maksudku untuk menyerahkan draft itu. Dengan ramahnya, draft ku diterima, dan Beliau segera masuk ke ruangan sidang.

Sayangnya Aku lupa sesuatu, yaitu suatu pertanyaan yang sejak minggu kemarin belum kulontarkan dikarenakan kemalasanku untuk ketemu Dosbing. Aku menunggu di depan ruangan selama beberapa menit, lalu bersama temanku, kami memutuskan untuk menunggu sambil makan di kantin. Sebelum kami bergerak ke kantin, Aku ketemu Pak Dadang, salah satu dosen favoritku. Beliau menanyakan kabar skripsiku sudah sampai mana, Aku bilang saja sedang revisi kuesioner. “Ya Baguslah, si Jeany udah nyebarin kuesioner sekarang” Ucap Pak dadang. “Iya Pak, Saya juga secepatnya” jawabku. Oh iya, Jeany itu teman baikku sejak awal masuk kuliah, kita berdua adalah anak walinya Pak Dadang, dan tiap kali kita mau KRS-an, ngajuin judul, ngajuin pertanyaan, pasti selalu berdua. Pantas saja Kalau Pak Dadang sudah mengenal baik kami. Awalnya Aku minta Pak Dadang untuk jadi dosen pembimbingku, tapi dikarenakan judul penelitianku yang berbeda dari konsentrasinya, maka Aku dialihkan ke Pak Agus.

Setelah di kantin, Aku sempat bertanya-tanya kepada temanku tentang masalah dalam penelitianku, siapa tau saja Dia bisa membantu. Tapi ga begitu membantu sih, dan Aku putuskan untuk mendatangi Pak Dadang, karena Beliau sangat baik, terbuka denganku, saat Jeany sedang bimbingan dengan Pak Dadang, Aku juga ikut dan ikut bimbingan juga. Kenapa Aku berani seperti itu, karena Pak Dadang sendiri yang bilang, “kamu tetep bisa konsultasi dengan  Saya kok walaupun Dosen Pembimbing kamu Pak Agus”. (kurang lebih seperti itu). 

Temanku, terkesan melarangku untuk bimbingan dengan Pak Dadang, Dia bilang gini “Eh yan, lo beneran mau bimbingan dengan Pak Dadang sekarang? Janganlah! Ga seharusnya lo ambil kesempatan orang lain, Si Manda, Rendy, dan anak bimbingannya yang lain aja susah banget ketemu sama Dia, harusnya lo hargai mereka, meraka anak bimbingannya Pak Dadang, lo kan bukan. mereka aja susah dan suka dimarahin kalo Pak Dadngnya lagi Badmood, ya harusnya lo ngerti posisi mereka lah”. Aku kaget banget temenku bilang gitu. Tapi Aku bales gini “Iya, gw serius mau bimbingan dengan Pak Dadang, kenapa ga boleh, ya boleh-boleh aja lah. Kalo mereka kena marah ya salah mereka berarti, Dan hari ini kan ga ada yang lagi bimbingan dengan Pak Dadang. Beliau  lagi santai kok keliatannya. Jadi sah-sah aja dong gw mau bimbingan, salah mereka sendiri kenapa ga tiap hari bimbingannya. Kalo gw sih, kalo bisa tiap hari, ya tiap hari bimbingannya, resiko bolak-balik ya gapapa. Kalo gw dimarahin Pak Dadang karena bimbingan ke Dia, yaudah gapapa, gw malah seneng, berarti kan gw belajar, yang penting kan gw mencoba selagi ada kesempatan. Lagian alhamdulilah selama ini Pak Dadang ga pernah marah tuh sama gw, Dia baik-baik aja, sama Jeany juga ga marah-marah. Kalo Pak Dadang marah sama mereka, berarti mereka ada salah”. Gw jawab gitu aja, soalnya emang kenyatannya gitu, Pak Dadang selama ini memang baik, dan kalo Beliau sedang sibuk, Kami (Aku sama Jeany) bisa ngerti, jadi makanya Pak Dadang ga pernah marah sama kita sampai saat ini. Selain itu, karena Aku sama Jeany udah kenal Pak Dadang dari awal semester, ya bisa dibilang kita udah tahu lah gimana cara ambil hatinya. (Bukannya sombong ya). *dalem hati pas jawab itu, duh mendingan ga usah debat deh kalo gatau apa-apa*

Jadi, pada intinya, Aku kurang suka kalau ada orang yang ga tau apa-apa tiba-tiba komentar dan terkesan menghakimi. Apalagi untuk hal-hal yang kayak gini, Dosen pembimbing itu memang udah ada SK nya untuk membimbing siapa, tapi diluar itu mereka dibayar untuk memberikan ilmu dan pengetahuan ke mahasiswanya dalam bentuk apapun, diskusi, tanya jawab, perkuliahan, dan lain-lain.

Tapi setelah itu, kita cuek-cuekan aja, langsung dialihin ke pembicaraan yang lain.

Hmm, solat jumatnya dah beres, Aku juga segera menuju ke mushola untuk solat zuhur setelah itu langsung menuju gedung mankom bersama temanku tadi. Alhamdulilah Bapaknya lagi baik, lagi-lagi beruntung hari ini. Aku ketok pintu ruangannya, dan minta izin untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang mengganjalku dalam penelitianku. Beliau menanggapiku dengan serius, menerima dengan baik, dan memberikan solusi dari pertanyaan-pertanyaanku.

Ya, hari ini berjalan lancar. Mungkin karena tadi bangun pagi, suasana hati lagi senang, pikiran juga tenang, Dan semua kegiatan pun dilalui dengan mudah, santai, dan menghasilkan sesuatu yang baik.

Yap, itu adalah salah satu pelajaran yang Aku dapat hari ini. Sekian "