Palembang, 15:48 WIB
Haii. Gini ya rasanya ngasih anggota Surat Teguran, bukan Surat Peringatan loh. Awalnya karena sudah terlalu penuh kejengkelan dihati karena x ga bekerja dengan baik. Tapi Surat Teguran itupuuunnnn harus keluar..............................
Jadi gini, saya kan kerja di salah satu Perusahaan IT besar di Indonesia, dan kebetulan sekarang sedang ada proyek di salah satu bank daerah di Sumsel. Pertama kali masuk saya belum tau apa yang nanti akan saya kerjakan, lama kelamaan saya mulai belajar di posisi admin. ga, warehouse, sdm, finance, dan lainnya. Hampir semua posisi ini saya pelajari sampai akhirnya terjadilah suatu peristiwa dimana Koordinator saya sebelumnya diberhentikan karena kinerja yang kurang memuaskan. Alhasil, saya dipercaya untuk menggantikan posisi tersebut. Merasa terbebani iya, merasa senang pasti. Tapi tantangannya adalah saya harus mengkoordinir para anggota yang semuanya adalah Cowok, latar belakang pendidikan yang berbeda, dan pemahaman kami pun terkadang berbeda. maklum kan katanya Cowok pakai logika cewek pakai perasaan. Tapi saya berusaha untuk menanggalkan perasaan itu dan bersikap se-logika mungkin menghadapi mereka ini.
Perkara dimulai pada saat-saat mengumpulkan laporan, menyelesaikan pekerjaan yang ada targetnya atau memenuhi permintaan dari klien kami secara cepat. Ada yang bergerak cepat, ada yang lambat dan ada yang tidak mau bergerak atau malah pura pura tidak tahu. Tapi kali ini Saya merasa sudah kelewatan, x sudah melukai hati saya, memperlambat pekerjaan saya, dan seperti itulah kira-kira gambarannya.
Saya sudah berkali-kali memperingatkan x secara lisan baik dalam keadaan sengaja maupun tidak sengaja untuk mengubah sikapnya, cuma mungkin dianggapnya sebagai kalimat lewat saja. Puncaknya beberapa hari terakhir ini, dia membantah dan mau mengerjakan suatu pekerjaan seperti yang dia ingin saja. Kan ga boleh ya seenaknya gitu dikantor? kecuali kalo kantor Bapak sendiri.
Haii. Gini ya rasanya ngasih anggota Surat Teguran, bukan Surat Peringatan loh. Awalnya karena sudah terlalu penuh kejengkelan dihati karena x ga bekerja dengan baik. Tapi Surat Teguran itupuuunnnn harus keluar..............................
Jadi gini, saya kan kerja di salah satu Perusahaan IT besar di Indonesia, dan kebetulan sekarang sedang ada proyek di salah satu bank daerah di Sumsel. Pertama kali masuk saya belum tau apa yang nanti akan saya kerjakan, lama kelamaan saya mulai belajar di posisi admin. ga, warehouse, sdm, finance, dan lainnya. Hampir semua posisi ini saya pelajari sampai akhirnya terjadilah suatu peristiwa dimana Koordinator saya sebelumnya diberhentikan karena kinerja yang kurang memuaskan. Alhasil, saya dipercaya untuk menggantikan posisi tersebut. Merasa terbebani iya, merasa senang pasti. Tapi tantangannya adalah saya harus mengkoordinir para anggota yang semuanya adalah Cowok, latar belakang pendidikan yang berbeda, dan pemahaman kami pun terkadang berbeda. maklum kan katanya Cowok pakai logika cewek pakai perasaan. Tapi saya berusaha untuk menanggalkan perasaan itu dan bersikap se-logika mungkin menghadapi mereka ini.
Perkara dimulai pada saat-saat mengumpulkan laporan, menyelesaikan pekerjaan yang ada targetnya atau memenuhi permintaan dari klien kami secara cepat. Ada yang bergerak cepat, ada yang lambat dan ada yang tidak mau bergerak atau malah pura pura tidak tahu. Tapi kali ini Saya merasa sudah kelewatan, x sudah melukai hati saya, memperlambat pekerjaan saya, dan seperti itulah kira-kira gambarannya.
Saya sudah berkali-kali memperingatkan x secara lisan baik dalam keadaan sengaja maupun tidak sengaja untuk mengubah sikapnya, cuma mungkin dianggapnya sebagai kalimat lewat saja. Puncaknya beberapa hari terakhir ini, dia membantah dan mau mengerjakan suatu pekerjaan seperti yang dia ingin saja. Kan ga boleh ya seenaknya gitu dikantor? kecuali kalo kantor Bapak sendiri.