Kamis, 13 Februari 2014

Saya tidak Mau Dikerdilkan..

Cerita Sore sebelum pulang kantor..
Selama perjalanan naik motor menuju ke kantor, saya selalu terngiang bahwa hari ini saya akan dipojokkan dan menjadi hari yang buruk. Ada rasa ingin menghindar, tapi tidak bisa. Karena Hari ini harus dilalui dengan Rapat.

Hari ini jam 10.00 WIB, kami selaku Vendor mengadakan Rapat dengan Pihak Bank klien kami di Ruang Rapat Lantai 3. Yang hadir Saya, 2 Tim Teknisi, dan 3 orang dari Pihak Bank klien kami. Dalam rapat tersebut kami lebih fokus membahas mengenai Text Inserter yang belum bisa tampil pada rekaman. Ya, karena kami vendor Text Inserter dan CCTV ATM Bank tersebut.

Bapak E (sebut saja namanya begitu). Tidak ada basa basi, pakai Asslamualaikum, dll langsung to the point mencecar kami dengan berbagai pertanyaan yang sedikit menyudutkan seolah-olah kami tidak ada progress. Panjang lebar dia bicara, cuma saya angguk dan iyakan saja. Di tengah pembicaraannya, saya potong " Pak, boleh saya menjelaskannya dengan bantuan power point yang saya buat?" Oh iya silahkan, jawabnya. Satu per satu saya jelaskan per slide apa yang menjadi laporan kami dan kendalanya bagaimana. Ada bagian yang membuat mereka senang karena kami sudah mencoba di lapangan ternyata Text Jurnal tampil walau settingnya Paper, harusnya Dual. Mereka sumringah dan banyak komentar bagus mengenai itu. Tapi nampaknya tidak terlihat seperti sesuatu yang menarik bagi mereka karena mereka teringat dengan yang jelek-jeleknya saja. Cukup ambil nafas panjang, sodorkan telinga panjang-panjang dan lemparkan senyum seolah kami ini sangat patuh dengan mereka.

Bank klien kami juga punya vendor ATM. Antara kami dan vendor ATM ada beberapa kendala teknis. jadi bisa dibilang agak sedikit slek diantara kami. Seharusnya Bank klien kami menengahi kami, secara lisan memnag begitu, tapi pemilihan kata-katanya seolah-olah sangat memojokkan kami. rasanya ingin sekali menyumpal mulut Bapak itu, tapi yasudahlah, didengerkan saja.

Banyak sekali yang Dia angkat seolah menjadi kami tersangka. Dia terkesan mengancam kami. Dan terkesan mendiskriminasi kami tidak mampu memberikan solusi bagi mereka. Nyatanya tidak sepenuhnya seperti itu. Kami berusaha semaksimal mungkin dengan fasilitas yang diberikan oleh Perusahaan kami disini. Tapi sejujurnya memang saya sadari, bahwa Tim teknisi kami memang tergolong baru dan bukan ahli di bidangnya. Tapi kami belajar, kami mandiri dan mencari solusi dari apa yang terjadi di lapangan. Kami menguatkan tim kami sendiri. Jujur saja, mungkin agak sedikit aneh, karena pekerjaan kami ini full dengan IT, tapi saya sendiri sebagai Koordinator hanya mengandalkan kerajinan dan kemampuan komunikasi saya saja, tidak ada keahlian khusus di bidang IT. Ya saya sebenarnya merasakan bahwa dari perusahaan saya sendiri, proyek Bank ini bisa dikatakan kecil dibandingkan dengan proyek yang lain yang nilainya mencapai puluhan Milyar. Tapi bagi Bank Klien kami, ini sesuatu yang besar dan harus dipertanggungjawabkan dengan baik dan pasti.

Saya sudah mencoba ingin mengecek ke lokasi, namun sepertinya saya belum bisa meninggalkan kantor karena kantor ini tidak ada admin yang stand by, Saya ingin ikut mereka ke lokasi saat menlakukan maintenance dan menyaksikan atau turut serta mengerjakan maintenance tersebut. Sudah saya rencanakan, mudah-mudahan bisa terlaksana dalam waktu dekat ini. Saya ingin punya standar pekerjaan dan ingin punya prestasi yang baik di mata perusahaan saya dan di mata Bank klien saya ini. Ingin sekali. Mudah-mudahan tercapai dan konsisten. Saya ingin sekali menunjukkan dan mematahkan pemikiran Bapak E tentang kami, terutama tentang saya. Dia kira kerjaan saya cuma duduk saja. No!!!!! saya duduk bukan cuma sekedar duduk, Saya mengkoordinasikan tim saya, tiap hari ada saja budgetting yang saya buat, surat keluar yang buat, merekap barang masuk dan keluar yang dibawa oleh teknisi atau dikirim dari jakarta, menyusun laporan petty cash, koordinasi lewat email dengan beberapa pihak, merekap surat, membuat surat tugas, membuat rekap maintenance, saya monitoring cctv dari kantor, merekap hasil korektif maintenance dan lainnyaa. Banyak sekali yang perlu saya lakukan disini. Apalagi kalau tim saya sedang ke lapangan semua, ga mungkin sekali bisa keluar kantor dalam waktu yang lama, saya harus standby. Saya rasanya tidak terima kalau dibilang saya cuma duduk saja. Ga terima. Saya minta ditambah orang ga dikasih, semuanya saya sendirian yang kerjain walau ada beberapa juga yang pastinya dibantu oleh teman-teman saya dan Rekan dari Jakarta juga, tapi tidak cukup membantu semuanya.

Jadi saya harus bertahan dan menunjukkan saya bisa, tapi saya tidak mau dikerdilkan oleh orang yang hanya melihat saya dari sudut pandang mereka sendiri saja. Semoga tetap tegar dan konsisten aja nih saya.Mudah-mudahan..

Sekian curhat sesi sore sebelum pulang..

Senin, 10 Februari 2014

The Man is You

Someone had written this message:


Dear God,
The only thing I ask of You is to hold her when I'm not around 
and when i much too far away..
We all need the person who can be through to You
But I left her when i find her and Now.....
I wish i will stay with her soon
I love her..
Her is You..

Aamiin..

Dear God,
I pray for the same wishes like him
I wish we will stay together, soon..
and the man is You :)
InsyaAllah..


Jumat, 07 Februari 2014

Capekkk

Duhh,, kayak'e blog ini jadi tempat curhat gini yah belakangan ini.. hmmm

Yah emang belakangan ini agak terasa berat aja beban di pundak ini. Apalagi bulan ini..
Ada rasa pengen keluar dari tempat kerja sekarang ini dan ada juga rasa pengen stop ngajar siswa-siswi Presenter. Dua-duanya diluar seperti yang saya harapkan.

Oke, untuk kawasan Palembang, mungkin gaji saya sekarang ini bisa dibilang gede. Cukuplah untuk seorang lajang. cuma yang jadi masalahnya, saya kok ngerasa kayak "diperas" tenaga saya kerja disini. pikiran, tenaga, semuanya disini. Koordinator iya, admin iya, finance iya, product kontrol iya, sdm iya, ngurusin mobil kantor iya,  humas juga iya kayaknya. cuma satu doang yang kurang --> keterampilan IT. Ga nyangka akhirnya bakal sepadet ini jobdesk saya. padahal saya udah minta ditambah lagi satu orang buat back up saya. Soalnya nih, kalo lagi bersamaan waktunya, yang A minta ini, B minta itu, C minta itu, D minta itu, dan smeuanya harus dikerjain. MasyaAllah,, lama-lama nge-hang ni otak. udah serabutan nih otak saya sekarang, Jadi bawaannya kalao ada temen-temen dikantor yang kerjanya ga sesuai harapan, mulai deh saya jadi marah dan jutek, gabisa kontrol emosi lagi. Errrggghh.. Ya Allah, berat banget ini bebannya, Jujur nih ya, bawahan saya sakit, enak mereka, langsung bisa kirim sms trus tar ada surat sakitnya, karena apa? karena mereka ada back up temennya yang lain. Lah kalo saya?? pernah nih saya lagi sakit, kepala pusing, pilek, batuk, badan panas. kerjaan numpuk. dan gak ada yang back up selain saya, temen-temen yang lain mana ngerti kerjaan saya. mereka taunya semua harus ada harus dikelarin semuanya. Saya sakit ga pernah tuh pada perhatian. Mereka pulang maintenance ga pernah tuh bawain oleh-oleh ato cinderamata. Duit disimpen sendiri, mana pernah ngeluarin untuk sekedar traktir makan dsb. Bukannya ngarep, cuma emang gitu kenyataannya. Lah saya? sering banget nolongin mereka kalo lagi gada duit akhir bulan, saya traktir makan. kalo saya lagi jajan, sya beliin juga buat mereka, minimal saya tawarin mau ga nih? 

Fair ga sih kalo sekarang saya malah jadi berontak dan marah-marah mulu?
Capekkkkkkk... Capek pikiran dan capek hati!

Oke, sekarang posisinya saya udah pegawai tetap disini, baru aja diangkat. Bukannya ga seneng. 
Saya bikin perbandingannya seperti ini: Dulu (waktu saya pegawai kontrak) tiap saya lapor minta dikoordinasiin ke si A, ke si B, ke si C, nah tar atasan saya yang jadi perantara.. Sekarang semenjak status saya berubah jadi tetap. Seolah-olah menganggap akses saya udah full ke perusahaan itu dan saya ga dibantu lagi. tiap saya minta tolong dikoordinasiin ke si A, ato B, suka dijawab : ini nomornya kamu kontak sendiri langsung aja. Ato ini kita ada issue ini, tolong kamu tanyain sm si ini si itu. padahal itukan tugasnya marketing bukan saya. tapi disuruh malah saya.

Bukannya ga terimakasih, cuma saya ngerasa capek aja. Dikantor sekarang, saya kerja sama anak cowok semua. berantakan banget kantor, pas mereka lagi maintenance, saya beresin kantor. Setelah mereka pulang, mereka berantakin, dan ga diberesin lagi. Capek, berasa kayak cleaning service aja saya disini. Udah saya bikin peraturan, "taruh barang ditempatnya lagi", "rapikan kalo sudah dipakai", tapi tetep aja tiap hari harus diingetin, gak ditanemin di otak dalem-dalem. Belum lagi klien perusahaan kami ini banyak mintanya, pengen seperti ini seperti itu, dan yang harus mulainya ya saya, yang bikin format laporan, program dll nya. Capeeekkkkk/.... capek banget beneran. Capek hati lebih tepatnya. itung aja kalo dalam jangka waktu lima tahun aja kayak gini terus, bisa-bisa muka saya cepet tua nih karena emosi dan marah terus, bisa-bisa ga ada lagi pahala karena ngeluh terus. bisa-bisa rambut saya rontok dan jadi putih semua. bisa-bisa stroke dan mati karena serangan jantung. Nauzubillah..

Ya Allah, ini curahan hati umat-Mu. Tolong didengarkan dan diberikan jalan yang lurus. Apa harus tetap bertahan disini. Kalau iya sampai kapan? Ato saya harus keluar? kalo iya, kapan waktu yang tepat itu datang.
Saya nih ngerasa udah ga sabaran lagi, dari lubuk hati yang dalam, selalu nyebut pengen keluar dari sini. Tapi kayaknya terikat gitu, selalu aja di-iming-imingi angin surga sama mereka. Capek Ya Allaaaahhhhhh....

Banyak ngeluh banget nih saya, cuma saya perlu ngeluh untuk meluapkan emosi ini.. gatau sama siapa.. ato siapapun yang baca blog ini. ga takut saya kalo ketauan ngeluh, karena faktanya emang capek, capek dan capek. Ya Allah aksih jalan agar saya masih punya celah dapat yang lebih baik lagi dari ini semua.

Saya udah ada rencana hidup tahun ini bersama keluarga saya, mudah-mudahan kalo jadi ya nikah tahun ini. Tolong dilancarin semua proses ini Ya Allah. Terkadang saya ga sabaran lagi mau cepet-cepet nikah, karena dia yang saya rasa adalah alasan kuat saya supaya terus tetap bekerja disini sampe waktunya tiba dia bawa saya hidup sama dia disana. Dia pun mendukung saya, tapi ya itu semoga jalan kami dilancarkan saja Ya Allah. 

ga muluk-muluk ke depannya gimana, saya mau fokus untuk sekarang dulu, pengennya otak ini jernih lagi, pengennya hati ini sabar lagi, pengennya pikiran ini jernih lagisupaya semaunya ga termakan sama emosi dan ngeluh terus. Capek juga nih ngeluh tapi gabisa berbuat apa-apa, karena waktunya pada naggung untuk semua rencana hidup saya.

Tolong saya Ya Allah. Aamiin Ya Robbal Alamin..

Doaku Pagi Ini


Tuhan doaku hanya Tunjukkan jalan yang terbaik bagiku, kuatkanlah aku dalam setiap persoalan hidup yang datang. Dan insafkanlah orang-orang yang berniat tidak baik atau menzhalimi.  Sesungguhnya hanya Engkau-lah yang Maha mengetahui Segala hal yang baik dan buruk di dunia ini.