Minggu, 23 Oktober 2011

Sebentar lagi, Jek!

Terhitung sampai hari ini, berarti gw udah 4 tahun 2 bulan bermukim di Kota Bandung nan indah ini. Banyak suka dan duka yang udah gw lewatin. Semua kisah udah pernah gw alamin di kota sejuta kreasi ini...

Yang paling penting adalah ketika gw bisa menjadikan semua kenangan dan kisah bahagia dan sedih itu sebagai memori yang indah untuk dikenang dan disimpan di tempat yang paling dalam di lubuk hati ini (duileeeehh ciiiinnn) :P

Sedihnya, gw gabisa lama-lama disini.. Ada kewajiban lain yang harus gw lakuin, yaitu berbakti kepada orangtua..

Kebanyakan orang merantau, mereka harus berhasil sebelum pulang kampung.
Sedangkan gw belum bisa nunjukkin keberhasilan apa-apa tapi udah mau pulang kampung aja

Ada rasa sedih karena harus pulang kampung, tapi alasan terbesar lainnya itu (mungkin orang menganggap gw berpikir mundur kali ya).. gw mau cari peruntungan disana, di Kota Palembang, gw pengen mengembangkan ilmu komunikasi disana, gw pengen berwirausaha disana, gw pengen membangun suatu pilar atas nama gw di Kota Pempek itu. 

Gw pengen membangun dan menjadi sesuatu disana..

Semoga itu bukanlah keinginan  gw yang muluk-muluk yaa

Disamping itu, alasan yang menguatkan gw untuk pulang kampung adalah di otak gw tuh sering banget kepikiran bahwa kiamat itu sebentar lagi, gw sering ngebayangin gimana kalo tiba-tiba kiamat itu terhadi besok, sedangkan gw berada jauh dari orangtua dan belum berusaha semaksimal mungkin untuk ngebahagian orangtua.. mungkin itu adalah Penyesalan terbesar dalam hidup kalau belum gw laksanain..

Pegangan gw adalah restu dan kasih sayang dari orangtua, asal mereka sehat dan terus mendukung semua aktifitas dan keinginan gw, ga ada lagi yang bisa gantiin kebahagiaan yang hakiki itu...

Masalah gw pulang kampung, ga berkembang padahal udah kuliah diluar kota.. itu bukanlah sesuatu yang menciutkan niat gw untuk maju....

Percayalah pada Allah, maka Allah akan membimbingmu.. :)








Rabu, 10 Agustus 2011

Hadiah Ramadhan

Bandung, 6 Agustus 2011


Alhamdulilah Ya Allah, hari ini sudah memasuki puasa ramadhan yang keenam. Ga kerasaaa cepetnya. Puasa Ramadhan tahun ini rasanya beda dari tahun-tahun kemarin, entah kenapa, yang jelas tahun ini sepertinya Ramadhan yang paling indah.
Dulu, taraweh itu kayak sesuatu yang sangat berat sekali buat dilaksanakan. Hanya sekadar kebutuhan karena buku ramadhan harus diisi penuh dengan ceramah-ceramah para ustad-ustad di masjid. Tetapi tahun ini, taraweh itu ibaratnya lebaran, dinanti-nanti kedatangannya.

Selain itu, banyak juga  kebaikan-kebaikan lainnya yang diberikan di bulan ramadhan ini. Terimakasih Ya Allah sebelumnya J. Doa-doa Saya banyak yang diijabah dalam kurun waktu 6 hari puasa ini. Seingat Saya, dari semua doa-doa yang Saya panjatkan, dari doa yang diharapkan hasilnya tampak di mata, semuanya sudah hampir menunjukkan wujudnya, ada yang sudah membuahkan hasil dan ada juga yang baru terlihat akan membuahkan hasil yang baik. Sedangkan doa yang tidak tampak di mata, semoga apa yang Saya doakan itu membuahkan hasil yang baik pula bagi penerimanya, begitu pula, semoga doa itu membawa kebaikan pada semua aspek kehidupan Saya. Amin.

Dari yang jauh menjadi dekat
Dari yang tidak tampak menjadi tampak
Dari yang tidak baik menjadi baik
Dari yang Nol menjadi 1,2,3,4, dan seterusnya
Dari yang hampa menjadi terasa
Dari yang tidak ada menjadi ada
Dari yang buntu menjadi ada jalan

Ya, itulah beberapa wujud doa-doaku yang diijabah oleh-Mu
Luar biasa Ya Allah.. Ramadhan ini penuh berkah sekali..

Khususnya hari ini, Saya belajar tentang kejujuran dan apa adanya. Sungguh, tadinya ini suatu hal yang sepele, tetapi Saya merasakannya hari ini. Atas kejujuran dan apa adanya, Engkau berikan jawaban yang baik atas semua permintaanku hari ini. Dan Saya juga merasakan kebahagiaan, kehangatan dan kenyamanan yang nyata dari orang-orang di sekitar Saya.
Terimakasih Ya Allah. Pengabdianku hanya kepada-Mu..
Tidak ada tempat bersimpuh selain hanya kepada-Mu..

Jumat, 29 Juli 2011

Terkesima judulnya

tadi habis liat-liat fb seseorang.. ga sengaja sih..
kesan pertama yang aku tangkep adalah Dia berkarakter, agamis, suka tantangan, puitis (bukan puitis alay tapi puitis elegan),  nekat dan pekerja keras.
tampilannya sederhana, lucu. dari komen-komennya dia, nunjukkin karakter dirinya yang kuat banget. Dari namanya juga bagus, islami..
unyuu aja,hehehe

kira-kira  bisa main gitar juga ga ya? kalo bisa udah perfect banget deh kayaknya (hehehe)
suka banget kalo ngeliatin cowok yang main gitar, apapun alirannya, bisa buat kita hanyut dalam tiap petikan gitarnya. luar biasa deh..

yaelah malah ngomongin orang.. cuma sekedar terkesima sih, sejam kemudian juga udah lupa,hehe
cuma mau bilang aja, aku suka cowok yang karakternya kuat kayak dia. tapi bukan berarti aku suka dia, :D







Selasa, 05 Juli 2011

Da'i Sejuta Umat


Innalillahiwainnalillahiroji’un. Telah meninggal dunia, salah satu Da’i kondang Indonesia, K.H. Zainuddin MZ pada pukul 09.00 WIB. Beliau meninggal dikarenakan sakit.  Riwayat sakit yang pernah diderita Beliau adalah Jantung dan darah tinggi. Anak sulung K.H. Zainuddin MZ, Muhammad Haikal melalui siaran Seputar Indonesia, menjelaskan kronologis detik-detik sebelum meninggalnya Beliau, yaitu bahwa kemarin (04/7) anak sulung nya diminta menggantikan kegiatan ceramah Beliau di Blitar dan Malang, karena beliau merasakan tensi darahnya naik dan kepalanya sakit. Sembari anaknya berceramah, anak bungsunya yang mengantar Beliau kerumah sakit. Sebelum sampai dirumah sakit, Beliau meninggal dunia. Keluarga merasa kematian K.H. Zainuddin MZ sangat mendadak sekali.
____________________________________________________________________________________
Tadi pagi pas buka facebook, ada yang update status kalau K.H. Zainuddin MZ meninggal dunia, tapi Aku ga percaya. Soalnya beberapa hari yang lalu, 2 atau 3 hari yang lalu, Aku masih nonton ceramah Beliau di salah satu program acara islam di televisi swasta Indonesia. Beliau masih keliatan sehat dan bersemangat saat menyampaikan dakwah-dakwah islamnya. Sampai dikosan sore tadi, Aku nyalain TV, dan yak, semua televisi menayangkan berita meninggalnya Da’i kondang tersebut. Sontak saja, Aku reflex netesin air mata karena merasa kehilangan salah satu Da’i terbaik di Indonesia.

Beliau adalah salah satu Penceramah favoritku sejak masih duduk di bangku SD. Dulu, Aku sering sekali mendengarkan ceramah Beliau bersama Papa melalui kaset yang dikoleksi Papaku. Banyak sekali kasetnya dirumah. Sore menjelang malam adalah waktu yang sering kami habiskan untuk mendengarkan ceramah Da’I K.H.  Zainuddin MZ setiap hari. Apalagi kalau saat Ramadhan, setiap hari  Papa selalu memutar kaset yang berisi ceramah Beliau menjelang berbuka puasa. Ceramah-ceramah Beliau sangat inspiratif dan dapat membangkitkan semangat keislaman. Kalimat-kalimatnya yang ringan dan lugas, serta isi ceramahnya dapat membuat kita yang mendengarkan menjadi tergerak hatinya. Dakwah-dakwahnya  dapat memperkokoh nilai-nilai islami kita, sejuk dan merakyat. Sehingga pantas saja kalau Beliau disebut sebagai DA’I SEJUTA UMAT.

Kata-kata Beliau kepada anak sulungnya “Obat Saya itu hanyalah umat, ketika berhadapan dengan umat yang banyak, sakit kepala Saya hilang”

Subhanallah, semoga Beliau mendapatkan tempat yang baik dan indah disisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dan ilmu-ilmu yang telah disebarkan oleh Beliau bermanfaat untuk para pendengarnya. Semoga ribuan umat di Indonesia ini terus mendoakan kepergian Beliau menuju Sang Khalik dalam keadaan damai. Amin Ya Robbal Alamin.

Senin, 04 Juli 2011

Ending bagus

Cerita ini  kejadiannya hari jumat, 1 Juli kemarin. 

"Tadi pagi Aku ke kampus, niatnya mau nyerahin draft kuesioner, dan matriks penelitian. Sebelumnya berangkat , sarapan dulu biar dijalan perutku ga banyak kroncongan. Sempet ragu mau ke nangor apa nggak, soalnya skripsi ini udah aku anggurin hampir seminggu. Untuk memastikan kepergianku ke nangor ga sia-sia, Aku telpon dulu Pak Agus nya. Alhamdulilah telponku disambut baik oleh Pak Agus dan Beliau bersedia menemuiku untuk kuserahkan draft itu. Sayangnya, Beliau bilang “Tapi Saya ga bisa bimbingan ya, soalnya harus nyidang dulu”. Its okay, yang penting Aku ketemu dan nyerahin aja, paling ga setiap harinya ada progress dari skripsiku ini.

Sesampainya disana, jelas saja, Bapaknya sedang sibuk menerima telpon, menerima tamu, lalu kemudian dengan tergesa-gesa segera menuju ruangan siding. Aku yang sudah menunggu di depan lorong dekat ruangan Pak Agus, langsung menghampiri Beliau dan menyatakan maksudku untuk menyerahkan draft itu. Dengan ramahnya, draft ku diterima, dan Beliau segera masuk ke ruangan sidang.

Sayangnya Aku lupa sesuatu, yaitu suatu pertanyaan yang sejak minggu kemarin belum kulontarkan dikarenakan kemalasanku untuk ketemu Dosbing. Aku menunggu di depan ruangan selama beberapa menit, lalu bersama temanku, kami memutuskan untuk menunggu sambil makan di kantin. Sebelum kami bergerak ke kantin, Aku ketemu Pak Dadang, salah satu dosen favoritku. Beliau menanyakan kabar skripsiku sudah sampai mana, Aku bilang saja sedang revisi kuesioner. “Ya Baguslah, si Jeany udah nyebarin kuesioner sekarang” Ucap Pak dadang. “Iya Pak, Saya juga secepatnya” jawabku. Oh iya, Jeany itu teman baikku sejak awal masuk kuliah, kita berdua adalah anak walinya Pak Dadang, dan tiap kali kita mau KRS-an, ngajuin judul, ngajuin pertanyaan, pasti selalu berdua. Pantas saja Kalau Pak Dadang sudah mengenal baik kami. Awalnya Aku minta Pak Dadang untuk jadi dosen pembimbingku, tapi dikarenakan judul penelitianku yang berbeda dari konsentrasinya, maka Aku dialihkan ke Pak Agus.

Setelah di kantin, Aku sempat bertanya-tanya kepada temanku tentang masalah dalam penelitianku, siapa tau saja Dia bisa membantu. Tapi ga begitu membantu sih, dan Aku putuskan untuk mendatangi Pak Dadang, karena Beliau sangat baik, terbuka denganku, saat Jeany sedang bimbingan dengan Pak Dadang, Aku juga ikut dan ikut bimbingan juga. Kenapa Aku berani seperti itu, karena Pak Dadang sendiri yang bilang, “kamu tetep bisa konsultasi dengan  Saya kok walaupun Dosen Pembimbing kamu Pak Agus”. (kurang lebih seperti itu). 

Temanku, terkesan melarangku untuk bimbingan dengan Pak Dadang, Dia bilang gini “Eh yan, lo beneran mau bimbingan dengan Pak Dadang sekarang? Janganlah! Ga seharusnya lo ambil kesempatan orang lain, Si Manda, Rendy, dan anak bimbingannya yang lain aja susah banget ketemu sama Dia, harusnya lo hargai mereka, meraka anak bimbingannya Pak Dadang, lo kan bukan. mereka aja susah dan suka dimarahin kalo Pak Dadngnya lagi Badmood, ya harusnya lo ngerti posisi mereka lah”. Aku kaget banget temenku bilang gitu. Tapi Aku bales gini “Iya, gw serius mau bimbingan dengan Pak Dadang, kenapa ga boleh, ya boleh-boleh aja lah. Kalo mereka kena marah ya salah mereka berarti, Dan hari ini kan ga ada yang lagi bimbingan dengan Pak Dadang. Beliau  lagi santai kok keliatannya. Jadi sah-sah aja dong gw mau bimbingan, salah mereka sendiri kenapa ga tiap hari bimbingannya. Kalo gw sih, kalo bisa tiap hari, ya tiap hari bimbingannya, resiko bolak-balik ya gapapa. Kalo gw dimarahin Pak Dadang karena bimbingan ke Dia, yaudah gapapa, gw malah seneng, berarti kan gw belajar, yang penting kan gw mencoba selagi ada kesempatan. Lagian alhamdulilah selama ini Pak Dadang ga pernah marah tuh sama gw, Dia baik-baik aja, sama Jeany juga ga marah-marah. Kalo Pak Dadang marah sama mereka, berarti mereka ada salah”. Gw jawab gitu aja, soalnya emang kenyatannya gitu, Pak Dadang selama ini memang baik, dan kalo Beliau sedang sibuk, Kami (Aku sama Jeany) bisa ngerti, jadi makanya Pak Dadang ga pernah marah sama kita sampai saat ini. Selain itu, karena Aku sama Jeany udah kenal Pak Dadang dari awal semester, ya bisa dibilang kita udah tahu lah gimana cara ambil hatinya. (Bukannya sombong ya). *dalem hati pas jawab itu, duh mendingan ga usah debat deh kalo gatau apa-apa*

Jadi, pada intinya, Aku kurang suka kalau ada orang yang ga tau apa-apa tiba-tiba komentar dan terkesan menghakimi. Apalagi untuk hal-hal yang kayak gini, Dosen pembimbing itu memang udah ada SK nya untuk membimbing siapa, tapi diluar itu mereka dibayar untuk memberikan ilmu dan pengetahuan ke mahasiswanya dalam bentuk apapun, diskusi, tanya jawab, perkuliahan, dan lain-lain.

Tapi setelah itu, kita cuek-cuekan aja, langsung dialihin ke pembicaraan yang lain.

Hmm, solat jumatnya dah beres, Aku juga segera menuju ke mushola untuk solat zuhur setelah itu langsung menuju gedung mankom bersama temanku tadi. Alhamdulilah Bapaknya lagi baik, lagi-lagi beruntung hari ini. Aku ketok pintu ruangannya, dan minta izin untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang mengganjalku dalam penelitianku. Beliau menanggapiku dengan serius, menerima dengan baik, dan memberikan solusi dari pertanyaan-pertanyaanku.

Ya, hari ini berjalan lancar. Mungkin karena tadi bangun pagi, suasana hati lagi senang, pikiran juga tenang, Dan semua kegiatan pun dilalui dengan mudah, santai, dan menghasilkan sesuatu yang baik.

Yap, itu adalah salah satu pelajaran yang Aku dapat hari ini. Sekian "

Kamis, 30 Juni 2011

Apa aja boleh deh


Guys, Waktu kita ga lama lagi loh.. (waktu apa nih??) ya waktu apa aja, waktu untuk mandi, waktu untuk nonton, waktu untuk seneng-seneng, waktu untuk belajar, waktu untuk sedih, waktu untuk beribadah, de el el deh.

So, apa yang mau dibahas yah?hehe

Jadi inget cerita tadi pagi, Aku sm April (temen kosan) lagi cerita-cerita seputar masalah pribadi kita, cowok, cita-cita, pendidikan, masalah di Indonesia, kehidupan masa depan bersama keluarga baru, kerudung, dan lain-lain jadi topic pembicaraan kita. Aku sama April tergolong deket dikosan, kita ga segan-segan buat share apapun yang terjadi sama kita. 

Pas banget Dia ke kamar aku, Aku nya lagi nonton FTV di salah satu stasiun TV yang mungkin akan jadi Televisi FTV di Indonesia,hehe. Judul FTV nya “Cewek cantik itu, Pacarku!”. Pemainnya ada si Kirana Larasati dan Rio Dewanto. Kita komentar ini itu deh tentang seputar dialog yang ada di FTV itu, jadi ada tiga lelaki, masing-masing namanya Munajat, Mukmin dan Mujib yang berperan sebagai anak dari Bu Sapto, Pengusaha di magelang. Si Kirana tadi berperan sebagai Mbak Mina, pembantu dirumah Bu Sapto.  Mbak Mina ini cantik, seksi, polos, dan ramah. Nah cowok-cowok tadi itu suka banget sama si Mbak Mina, sering curi-curi waktu buat bisa ketemu bahkan ngobrol sama Mbak Mina, sampe-sampe rela ninggalin kuliah. Mereka semua aktingnya pas banget, dapet banget karakternya. 

Munajat sebagai kakak pertama yang diperanin oleh Rio Dewanto, seorang cowok yang cool, pendiam, perfeksionis, dan dingin banget sama cewek (*favorit) awalnya sering bertingkah kasar sama Mbak Mina kl kerjanya ga bagus. Mukmin sebagai anak kedua, cowok yang suka gonta ganti cewek, playboy, pinter ngerayu, dan guanteng sih, suka banget gangguin Mbak Mina, tiap lagi nyuci baju, disamperin sama dia, suka nganterin Mbak Mina pulang, dan bela-belain cari alamat Mbak Mina sama satpamnya. Nah si Mujib ini sebagai adik bungsu dari Munajat dan Mukmin, perannya sebagai seorang cowok yang kalem, ga banyak tingkah, sopan, dan mengalah terus sama kakak-kakaknya, tapi suka juga sama Mbak Mina, tapi dia ga terlalu over banget kayak si Mukmin.

Setelah sekian waktu, sekian adegan, sekian peristiwa yang terjadi, diam-diam si Munajat ini suka juga sama Mbak Mina. Buktinya Dia nawarin Mbak Mina buat jadi sekretaris pribadinya, eh tapi sayang ditolak euy. Trus ada kesempatan lagi, Bu Sapto minta Munajat untuk ketemu kliennya, karena Bu Sapto ga bisa nemenin, dimintalah Mbak Mina untuk menggantikan nemenin. Pas dimobil, yang tadinya kaku-kaku gitu, eh malah jadi cair karena si Munajatnya pinter juga ngegombal ternyata (*meleleh deh,haha).

Sampelah pada adegan Si Munajat lagi main kerumah Mbak Mina. Di halaman belakang rumah, Mbak Mina ceritanya lagi bukain kulit kacang gitu. Nah datenglah si Munajat yang ceritanya mau ikut bantuin bukain kulit kacang juga yang ada di nampah nya Mbak Mina. Mbak Mina malu-malu gitu, nolak-nolak dibantuin eh mau juga dia dibantuin. Tiba-tiba, Munajat bilang gini: “Mina, Aku itu sebenernya disuruh Ibu untuk segera cari calon istri, tapi Aku belum nemuin calonnya, setelah sekian lama mencari, DISINILAH AKU HARUS BERHENTI, Kamu bersedia jadi istri Aku?”. Itu kalimat dari Munajat buat Mbak Mina, dengan tatapan yakin, ga banyak basa-basi, kerenm oke, de el el. Oaaaaaaa reflex Aku sama April langsung meleleh juga dibuatnya. Secara kita berdua itu, tipenya sama, karakter Munajat itu pas banget sama tipe kita (*angan-angan belaka,hehe). Jadi, Munajat itu diem tapi pasti, ga lama-lama, dan to the point aja kalo emang Dia suka sama Mbak Mina, dan yaaa mapan juga. Mbak Mina malu-malu kucing gitu deh, tapi akhirnya diterima pinangan si Munajat. Kata Mbak Mina “Aku punya alesan apa untuk nolak  Kamu”. So sweet deh pas ntn FTV nya.

Terjadilah perbincangan diantara kita berdua, yap keinginan kita sama, kita pengen dapet yang baik. Baik untuk di dunia dan di akhirat juga tentunya. Tapi ya itu, Pangeran Berkuda Putihnya masih sibuk jalan-jalan sama Kuda Putihnya di Kutub Selatan,haha. Ga muluk-muluk sih, kita berangan-angan yang terbaik buat kita, tapi pada kenyataannya, yang ada di dunia ini pasti ga pernah sesuai sama keinginan kita, karena emang ga pernah ada manusia yang sempurna itu. Setelah bahas tentang cowok, kita juga membenarkan ta’aruf, dan cara islam memang yang terbaik. Ya itu sih, lagi-lagi pendapat kita sama, kita siap ta’aruf untuk lelaki yang sebelumnya udah kita kenal terlebih dulu walau tanpa hubungan pacaran, dan ada ketakutan juga untuk ta’aruf dengan lelaki yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Mengenai waktu, yang jelas kita belum tau, masih banyak yang harus dilewati di depan sana. 

April, Dia sekarang masih tahap tes di Bank BTN, semoga aja rejekinya dia disana, jadi pas lulus kuliah, ga sempet nganggur. Dan berencana pengen ngelanjutin S1 nya di Indo/ Luar. Trus Dia juga pengen ngelanjutin S2 lagi di luar, amin deh pril. Kisah cintanya sama kecengannya, Aku doain semoga ada jalannya ya pril, hehe. Anak-anak kosan lainnya, Ririn sekarang juga udah kerja sementara di kantor pajak gitu *kalo ga salah, Dia sama pacarnya udah jalan 2 tahun, semoga berjodoh ya Rin. Teh Leni masih setia jadi teller di BCA, dan masih setia juga mencintai a’Toge nya, insyaallah secepatnya bisa menikah ya. Teh Sari alhamdulilah katanya udah dapet kerjaan juga di Jakarta jadi wartawan di sebuah majalah, nanti rencananya awal Juli mau pindah ke Jakarta. Pacarnya TNI gitu kalo ga salah, apa polisi ya, semoga langgeng deh teh. Teh Euis agustus ini wisuda S2, maunya jadi Dosen aja dia, dan kalo ada rejeki mau ngelanjutin lagi ke S3, sukses deh teh. Dan juga Dia udah jalan 1,5 tahun sama pacarnya, targetnya tahun ini nikah, kalo pacarnya ga ngasih kepastian mau nikah apa nggak sampe akhir tahun ini, kata Teh Euis mau putus aja, dan cari yang lain yang siap nikah dlm waktu dekat,hoho. Satu penghuni lagi, yaitu Saya, Aku, Gw, Ane, Ambo, sekarang masih proses nyelesain skripsi, insyaAllah  secepetnya lulus, amin Ya Allah. Setelah lulus, baru rencananya mau cari kerja sambil nunggu di-wisuda. Dan pasangannya masih jalan-jalan keliling dunia,hehehe.

Teh Sari awal Juli pindah kosan, Ririn katanya kalo habis lulus ga akan ngekos lagi, tapi tinggal dirumahnya di Cimahi, April agustus ini habis jatah ngekosnya, tapi mungkin masih nyambung beberapa bulan, apalagi kalo keterima kerja, tambah lama lagi dia dikosan ini, The Euis juga agustus ini habis, katanya sih mau nyambung lagi, The Leni sebagai penghuni kosan terlama, hampir 6 tahun, mungkin menetap dikosan sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Aku sampe akhir September. Setelah itu, gatau deh gimana nasibnya, masih dilama antara langsung pulang ke kampung halaman atau menetap dulu. T.T

Nah terus ya, kita berdua juga masih ada ketakutan dengan sesuatu. Yang menyangkut batin, lebainya. Mari berdoa aja ya pril, kali-kali aja ada mukjizat dan hidayah,hehe. Secepetnya insyaAllah J
Ga berasa kita dah mau pisah aja, udah mau menghadapi kehidupan yang sebenernya.
Let’s face it, Girls!

Aku suka bareng-bareng sama mereka, banyak cerita yang aneh, konyol, ga bisa dilupain, ada sedih, ada keselnya juga, dan banyak kebahagiaan tentunya. Mereka mewarnai akhir-akhir waktuku belakangan ini, dan itu sangat berharga. Ga peduli, mau sesedih apapun karena teman kampus yang nyebelin, atau temen lainnya yang nyebelin juga, pas ketemu mereka, ya berasa ada saudara yang menenangkan, dan udah kayak dirumah sendiri aja.

Sayang kalian, Guys :D

Minggu, 19 Juni 2011

Setetes Parfum Yang Kau Usapkan Ke Tubuhmu...




Parfum dan wanita merupakan bagian yang tak terpisahkan. Saking pentingnya banyak kaum hawa yang tak percaya diri bila tidak memakai benda ini. Sekejap saja kita keluar rumah dijalan, di pasar, di tempat keramaian maka akan dengan mudah hidung kita mencium bau yang semerbak dari wewangian parfum. Berbagai macam merek parfum dijual dari harga di bawah sepuluh ribu rupiah sampai ratusan ribu bahkan ada yang mencapai jutaan.Y ang menjadi masalah bukannya merek atau harganya. 

Sebenarnya boleh nggak sih seorang wanita muslimah keluar dengan memakai parfum?walaupun hanya setetes saja?

Wajib bagi setiap muslimah mengetahui tentang masalah ini agar nantinya bermanfaat bagi diri kita, apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan garis syariat agama kita , sayang kan kalau ternyata hal ini kita anggap enteng (disepelekan)ternyata merupakan suatu kesalahan besar setelah di tinjau dari kacamata islam sehingga anggapan semacam ….ah itukan hanya setetes saja apa salahnya??, atau hanya parfum ini …tidak akan kita dengar lagi ……lalu bagaimana sebenarnya islam memandang masalah wanita yang keluar rumah dengan memakai parfum ??? 

Ada baiknya kita simak penjelasan berikut ini.
  1. Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)
  2. Dari Abu hurairah : “Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:”Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?”ia menjawab:”Ya!” Abu Hurairah kemudian berkata lagi:”Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid” {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031)
  3. Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) ” {Shahih riwayatb Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}
Hadits  pertama menjelaskan haramnya seorang wanita keluar ke masjid untuk menghadiri shalat isya dengan memakai wewangian.Disebutnya shalat isya disini tidak berarti menghadiri shalat-shalat lainnya diperbolehkan.Tentu saja tidak!!karena pada hadits kedua dan ketiganya menunjukkan keumuman seluruh macam shalat baik shalat fardhu maupun sunnah (seperti shalat tarawih dan shalat hari raya). Disebut shalat isya pada hadits no. 1 karena fitnahnya lebih besar.Kita lihat penjelasan Ibnul Malik mengenai hal ini :”shalat isya itu dikerjakan pada waktu malam hari, dimana kondisi jalanan pada waktu itu sepi dan gelap, sedangkan bau harum itu dapat membangkitkan birahi laki-laki, sehingga kaum wanita tidak bisa aman dari fitnah pada saat-saat seperti itu.Berbeda dengan waktu lainnya seperti Shubuh dan Magrib yang agak terang. Sudah jelas bahwa memakai wewangian itu menghalangi seorang wanita untuk mendatangi masjid secara mutlak”(Jilbab Wanita Muslimah:143-144)’

Apakah benar hanya ke masjid saja yang dilarang??? kalau begitu keluar rumah asalkan kita nggak ke masjid sah-sah saja kita memakai minyak wangi.Pembahasan ini belum lah selesai. Penulis menemukan satu hadits lagi yang patut kita camkan baik-baik karena apabila kita meremehkan bahaya sekali akibatnya .Ingin tahu lebih detail lagi???
Hadits ini diriwayatkan dari jalan Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu anhu dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam telah bersabda:
“Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium )baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila”(Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad(4/414),Abu Dawud(4173),Tirmidzi(2786),An-Nasa’i(8/153)).
Jadi bagi siapa saja wanita muslimah yang memakai parfum ketika keluar rumah akan terkena ancaman ini. Alasan pelarangannya sudah jelas yaitu bahwa hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum laki-laki.Al-Alamah Al-Mubarakafuri Rahimahullah menjelaskan hadits diatas dengan mengatakan:
“Yang demikian itu disebut berzina karena wangi-wangian yang dikenakan wanita dapat membangkitkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka. Laki-laki yang melihatnya berarti telah berzina dengan mata dan dengan demikian wanita itu telah melakukan perbuatan dosa “(30 larangan Wanita 30-31).
begitu pula dengan Syaikh Albani beliaupun menyampaikan penjelasan hadits diatas (hadits 1,2,3 dan yang terakhir ) dengan berkata:
“Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya??tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya.AlHaitsami dalam kitabnya Az-Zawajir (2/37) menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai harum-haruman dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar, meskipun suaminya mengijinkannya.(Jilbab Wanita muslimah 143).
Mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita, kalau memakai parfum haram hukumnya (ketika keluar rumah) lalu bagaimana mengatasi bau badan kita???tentunya kita akan malu dan tidak percaya diri berdekatan dengan teman-teman di kampus, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.Bagaimana ini???ukhti-ukhti jangan khawatir sekarang ini banyak produk yang dijual dipasaran untuk mengatasi masalah tersebut.Dari yang berbentuk bubuk sampai cairpun dijual bebas.Pilihlah yang tidak memakai wewangian (fragarance free),apalagi kalau ukhti rajin minum jamu maka tidaklah sulit untuk mengatasi masalah “bau badan ini” dengan rajin mandi, minum jamu dan memakai produk khusus untuk mengatasi “bau badan” maka insya Allah kita akan terhindar dari bau yang tidak menyenangkan itu.Sehingga kita tidak akan bergantung lagi dengan parfum , bila ukhti dirumah maka islam tidak melarang seorang wanita muslimah memakainya, kita bebas memakainya asalkan kita yakin parfum itu tidak akan tercium oleh laki-laki yang bukan mahram kita.jadi kita nggak mau kan terjerumus dalam kesalahan fatal (dosa) hanya gara-gara dari setetes parfum yang kita pakai ketika keluar rumah.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita , sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. aamiin.

(Source: jilbab.or.id)

Selasa, 14 Juni 2011

Kehidupan Kita

Guys, kalian udah tau mau ngapain setelah kuliah? Mau ngelanjutin kuliah lagi kah, mau kerja, berwirausaha atau mungkin langsung menikah? Lantas, apa yang ada dipikiran kalian sekarang?

Persaingan semakin ketat, semakin banyak lulusan perguruan tinggi di Indonesia ini yang menelurkan ribuan calon generasi penerus bangsa. Lalu apakah kita termasuk ke dalam salah satu generasi penerus bangsa itu? Apa kontribusi yang bisa kita berikan? Atau sudah terpikirkan kah oleh kita semua kontribusi apa yang bisa kita berikan?

Secara pribadi, Saya belum bisa mengkonkritkan bentuk kontribusi Saya sekarang ini. Masih sebatas kontribusi kecil yang bisa Saya berikan. Lalu apakah bisa kita mencapai pada satu titik dimana kontribusi kita di dunia ini bisa dirasakan oleh orang banyak? Jawabannya Bisa. Bisa ketika kita berusaha dengan keras dan sungguh-sungguh.

Kontribusi itu sendiri sebenarnya bukanlah sesuatu yang wajib, karena kontribusi itu datang dari hati kita sendiri, datang dari kemauan kita untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain, datang dari semangat kita. Paling tidak, ketika kita sudah mempunyai “sesuatu”, maka batin kita pun akan terpanggil untuk segera ber-kontribusi. Misalkan, dalam hal lingkungan adalah Pak Sariban yang sudah memberikan kontribusinya bagi masyarakat dan Pemerintah. Sehari-harinya Pak Sariban adalah orang biasa yang mencintai lingkungan bersih. Salah satu bentuk kontribusinya bagi Kota Bandung adalah menjadi relawan untuk membersihkan  sampah-sampah di pinggiran jalan dan mencabut paku-paku yang ada di pohon-pohon. Tanpa diminta, kontribusi Pak Sariban datang dari hatinya sendiri atas kecintaannya kepada lingkungan. Adalah seorang Guru yang sudah berkontribusi untuk mencerdaskan anak bangsa, karena mereka sadar dari mereka lah, anak negeri ini bisa menjadi sepintar seperti sekarang ini. Tidak lain karena kesadaran mereka di bidang dunia pendidikan. 

Begitupun dengan kita, tidak ada yang memaksa kita untuk berkontribusi di bidang apapun. Semuanya datang dari diri kita sendiri. Ketika kita bekerja di sebuah Perusahaan. Awalnya karena niat untuk mencari penghasilan, tetapi sadarkah itu adalah salah satu bentuk kontribusi kita. Kita bekerja di sebuah sekolah, berarti secara tidak langsung kita telah berkontribusi untuk mencerdaskan anak bangsa. Kita bekerja di perusahaan televisi, itu adalah salah satu bentuk kontribusi kita memberikan informasi kepada pemirsa melalui tayangan-tayangan yang disiarkan.
Semua hal-hal besar maupun hal-hal kecil yang kita lakukan, adalah merupakan bentuk kontribusi kita terhadap sesuatu di dunia ini.

Lalu apa bentuk kontribusi kita terhadap Sang Pencipta?
Jawabannya adalah mengerjakan segala sesuatu di dunia dengan niat yang baik, jalan yang baik, tujuan yang baik serta hasil yang baik. Ya, itu adalah kontribusi kita. Ketika menjadi seorang Guru, niat kita haruslah baik, apapun yang Saya ajarkan kepada murid-murid Saya tidak lain karena Saya ingin berbagi ilmu dan pengalaman, Saya mengajari mereka bagaimana cara solat yang benar, bagaimana membaca, menulis dan menggambar, tidak lain agar mereka kelak menjadi orang-orang yang berguna bagi bangsa dan Negara ini. Berawal dari niat, jalan, tujuan dan hasil yang baik itu, InsyaAllah dengan segala kuasa yang dimiliki-Nya, Guru tadi akan mendapatkan kebahagiaan, ketenangan hati, pahala, rezeki, dan kebaikan pula oleh Sang Pencipta.

Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini tidak lain adalah demi mendapatkan ridho dan berkah dari Allah SWT.

Tetapi, mengapa banyak sekali manusia jaman sekarang yang melakukan berbagai hal hanya untuk kesenangan di dunia saja, tidak terpikirkan kah kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat? Mungkin teringat, tetapi kemudian lupa seiring dengan kenikmatan di dunia yang bisa dirasakan langsung nikmatnya. Tapi sampai kapan kenikmatan di dunia ini bisa bertahan? Ya mungkin jawabannya adalah sampai sebelum kiamat. Sampai sebelum didatangkan sakit oleh Allah, sampai sebelum dimiskinkan oleh Allah, sampai sebelum dimatikan oleh Allah. MasyaAllah..

Banyak sekali urusan di dunia ini yang bisa menjebak kita kedalam kemurkaan Allah dan banyak juga yang bisa menuntuk kita kepada keridhoan Allah. Tergantung kita saja yang ingin ikut golongan yang mana. Orang-orang yang memilih terjebak ke dalam kenikmatan dunia, kufur nikmat, dll bisa kita tebak, nantinya mereka akan kemana saat di akhirat. Orang-orang yang menjalankan kehidupannya sesuai dengan perintah Allah, sudah terbaca akan kemana saat di akhirat. Tapi orang-orang yang masih setengah-setengah? Bagaimana nasibnya? Sesungguhnya hanya Allah yang tahu bagaimana nasib mereka kelak. Kita sebagai manusia hanya bisa memprediksi.

Ada satu kisah lawas, dimana orang tersebut selama di dunia sering melakukan kejahatan selama di dunia. Suatu ketika, saat hendak berjalan, dia melihat seekor anjing dipinggir jalan yang nyaris ditabrak oleh kendaraan. Seperti yang kita tahu, dalam Islam anjing adalah salah satu binatang yang diharamkan. Karena ketulusan hati orang tadi menolong Anjing itu, saat di akhirat, orang tersebut diselamatkan dari siksaan neraka karena kebaikan hatinya yang tulus ikhlas menolong Anjing tadi. Subhanallah, kita tidak tahu apa rencana Allah.

Lalu apa rencana rekan-rekan sekalian untuk ke akhirat nanti? Sudah sejauh mana?

Saat sehat, kita seringkali lupa untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Kita menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, untuk membicarakan orang lain, untuk datang ke tempat-tempat maksiat, untuk melihat hal-hal maksiat, kita mati-matian mengejar nikmat dunia ini. Tetapi saat kita sakit, tak ada satu pun yang bisa kita lakukan selain hanya menyesali kelakuan kita selagi sehat dan memohon meminta kesembuhan pada Allah. 

Saat luang, kita seringkali lupa untuk melakukan kebaikan-kebaikan, kita lebih memilih bersenang-senang. Tetapi saat luang itu lenyap, saat mendekati kematian kita menyesali mengapa saat luang itu tidak kita gunakan untuk melakukan hal-hal yang baik, untuk beribadah kepada Allah.

Lalu bagaimana caranya agar kita di dunia ini dapat melakukan kebaikan di jalan Allah setiap saat?

Saya pun bingung dibuatnya. Sebenarnya kita sudah diberikan pondasi dari kecil yaitu dengan belajar mengaji dan belajar budi pekerti dan ilmu agama lainnya. Tapi apakah sanggup kita tetap konsisten di jalan itu hingga akhir hayat kita? Jawabannya adalah kita harus sanggup. Manusia harus berusaha.

Lalu usaha apa yang harus kita lakukan? Subhanaallah……
Banyak sekali yang kita lalaikan bukan selama ini??

Tetapi bagaimana dengan nasib orang yang masih takut kalah di dunia? Takut kalau-kalau tidak mendapat pekerjaan, takut kalau dianggap tidak gaul, takut kalau dijauhi karena pilihannya? Sebenarnya tidak ada yang perlu kita takutkan bukan?? Tetapi bagaimana agar rasa takut itu hilang??

Melalui beberapa perbincangan dengan teman-teman perempuan, beberapa diantaranya masih takut menggunakan jilbab karena persaingan di dunia pekerjaan yang sangat ketat. Banyak kejadian, seorang muslimah ditolak bekerja karena dirinya menggunakan jilbab. Tantangan hidup yang harus dihadapi, karena zaman sekarang ini, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, akan tertinggal. Itulah Seleksi Alam. Selain itu, kebutuhan hidup yang amat tinggi juga merupakan factor penyebab persaingan di dunia pekerjaan amat tinggi. Apalagi di Indonesia, banyak perusahaan-perusahaan yang berkiblat ke dunia barat, mereka melakukan seleksi penerimaan pegawai kepada mereka yang berparas cantik, menawan, kepada mereka yang fisiknya rupawan, kepada mereka yang kaya. Lalu bagaimana nasib mereka yang berparas biasa saja, yang fisinya biasa saja dan mereka yang miskin? Seringkali mereka itu masuk ke bagian-bagian yang terbelakang. Kalaupun diterima, mereka jarang menempati posisi yang bagus.

Lalu harus bagaimana?

Ketakutan di dunia yang amat tinggi dapat mengalahkan ketakutan kita pada siksaan Allah di akhirat. MasyaAllah…

Lalu salahkah bila kita memiliki ketakutan yang amat tinggi itu? Bagaimana mengubah mindset kita?

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan itu...*jawabannya mungkin: Beriman dan Bertaqwa lah kepada Allah SWT... bener ga yah? :P

Ya Allah, bimbinglah kami hamba-hamba-Mu yang masih berada dalam zona ketakutan itu..
Berikanlah kami ketenangan hati dalam menjalani setiap kegiatan di dunia ini..
Tuntunlah kami agar selalu berada dalam jalan kebenaran..
Siramlah kami dengan kasih sayang-Mu, keridhoan-Mu, dan hidayah-Mu..

Amin ya robbal alamin :)