Rabu, 14 Agustus 2013

Kopi Asin

kopi
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “Kita pulang aja yuk…?“.
Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, “Bisa minta garam buat kopi saya?” Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?
Si pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana.
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.
Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli … betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!
Untung ada kopi asin!
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh
pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata,
“Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi asin.
Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.”
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?
Si gadis pasti menjawab, “Rasanya manis.”
Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.

Senin, 12 Agustus 2013

Jiwa Baru (12 Agustus 2013)

Assalamualaikum Wr.Wb

Haii Bloggers, apa kabarnya?

Sebelumnya saya mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah. Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.. Mohon maaf jika ada salah baik yang di sengaja maupun yang disengaja. Baik yang direncanakan maupun yang tidak, hehee. 

Lebaran tahun ini terasa berbeda. banyak sekali perbedaannya. Seinget Saya dulu kalo mau Lebaran itu rasanya sueenennngg beneerr. Apalagi malam takbiran, rame dan berbahagia. Tapi rasanya tahun ini berlangsung biasa-biasa saja. Begitupun di tempat lainnya, saya liat biasa-biasa saja. lebaran seolah-olah merupakan sesuatu yang umum dan nilai keibadatannya agak sedikit bergeser maknanya. Lebaran seolah-olah hanya syarat lengkap saja untuk menyambut Bulan Syawal. keharmonisan, keakraban dan kehangatan yang biasanya tercipta malah jadi terasa seperti beban karena harus disibukkan dengan persiapan menyambut lebaran seperti membuat kue, membeli minuman, baju baru, dan lain-lainnya yang baru. Padahal kita bisa saja memaknai lebaran itu dengan Simpel tetapi tetap harmonis. Ya ke depannya, kita sama-sama berdoa semoga lebaran tahun depan semangat kita tidak memudar malah harus lebih ditingkatkan. Aamiin..

Menyambung cerita tentang Lebaran. Lebaran tahun ini kemana-mana saya berusaha untuk selalu menutup aurat saya dengan memakai pakaian tertutup dan berhijab. Bukannya ikut-ikutan. tetapi saya mulai menyadari bahwa hidup saya tidak hanya di dunia saja, di akhirat nanti adalah titik akhir pencapaian hidup kita. akan kita pertanggungjawabkan semua yang telah kita lakukan di dunia ini. yang baik-baik diberikan pahala dan yang buruk-buruk diberikan balasannya sesuai dengan janji Allah SWT. 

Semakin nambah umur, alhamdulilah saya merasa semakin ingin memperbaiki diri, bukannya malah tergiur untuk selalu tampil "lebih" dibandingkan dengan yang lainnya. Sekarang saya melihat orangtua saya sudah mulai lelah. badan mereka dimakan usia begitupun kemampuan berpikir dan bekerja mereka, lebih cepat capek. Papa sudah mulai sakit-sakitan. mama juga. tinggallah saya sendirian dirumah yang mudah-mudahan bisa terus merawat mereka semua. Dulu sewaktu kecil saya pernah membaca tulisan yang mengatakan bahwa "Tidak akan masuk surga seorang Ayah jika belum bisa membuat anak-anak perempuannya menutup aurat mereka". Dulu tak begitu saya hiraukan. berbeda dengan sekarang, saya mulai mencari makna dan kebenaran tulisan itu. begitu juga dengan tulisan yang satu ini yang sudah tidak asing lagi "Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik, dan Sebaliknya lelaki yang tidak baik untuk perempuan yang tidak baik pula". saya ingin mencari kebenaran dari tulisan-tulisan tersebut mulai dengan cara rajin membaca artikel, membaca buku maupun berdiskusi dengan teman atau sahabat. 

Saya ingin memulai menjalani hidup ini dengan kebahagiaan dan atas Ridho dari Sang Pencipta Allah SWT. saya ingin menjadi hamba yang beriman dan bertakwa. Saya ingin memulai itu sebelum semuanya terlambat. Dunia ini Fana dan tidak kekal. Siapa yang tahu saya akan hidup berapa tahun lagi di dunia ini? hanya Tuhan yang tahu. untuk itu, agar saya siap menuju ajal saya, saya harus mulai terus mendekatkan diri pada-Nya. Biarkan orang-orang dengan harta-harta mereka, kedudukan mereka, eksistensi mereka, kecantikan mereka. saya hanya ingin mendapatkan Ridho-Nya di setiap langkah dan setiap hal yang saya lakukan.

Dan salah satu cara membuktikannya.. SAYA MULAI MEMAKAI JILBAB MULAI HARI INI.. Alhamdulilah...

ya saya sudah memakai jilbab, tidak ada lagi rambut pendek yang bisa saya uraikan, saya jepit atau saya kuncir agak terlihat cantik, begitu juga dengan leher, tangan dan bagian lainnya dari tubuh saya yang patut saya pamerkan lagi. Walaupun cara saya menutup aurat belum bisa dikatakan sesuai ajaran agama yang sebenarnya. Mudah-mudahan ini baru langkah awal saja, ke depannya saya mau dan akan terus memperbaiki diri saya untuk menjadi lebih baik lagi.

Tidak ada satu orangpun yang tahu niat saya untuk memakai jilbab hari ini termasuk orangtua, orang terdekat dan sahabat. sebelum tidur saya hanya berdoa "Ya Allah jika memang engkau meridhoi Aku untuk segera memakai jilbab, tolong bangunkanlah aku dikala Subuh". Yup, jam 3 saya terbangun begitu saja. sempat terlintas bahwa ini jawaban Allah, dan Allah meminta saya untuk shalat istikharah atau sejenisnya agar lebih memantapkan diri. tetapi karena kantuk yang luar biasa, saya tidur dan berdoa "Ya Allah, tolong bangunkan saya untuk shalat subuh dan agar cukup waktu memakai jilbab sebelum berangkat kerja". Yup, saya pun terbangun kembali pukul 05.30 WIB. Saya pun mengambil kesimpulan bahwa Allah memberikan saya jalan. menagapa harus saya tunda-tunda lagi. 

Sembari berjalan menuju ke WC, sembari mandi, kemudian shalat dan bersiap-siap memakai pakaian kerja, otak saya selalu berpikir "Yani, apakah kamu sudah yakin? Apakah kamu sudah sanggup? Apakah kamu sedang bermimpi? Apakah kamu siap? bagaimana nanti tiba-tiba reaksi orang yang melihatmu? terutama atasanmu? Bagaimana kalau karena kamu berjilbab nanti kamu dipecat karena notabene Bos saya adalah non muslim? bagaimana jodohmu nanti? Bagaimana baju-bajumu kan belum lengkap? Jilbab mana yang mau dipakai di hari pertama? bagaimana jika benar kata orang-orang kalau berjilbab itu kamu susah diterima bekerja dimana-mana??????????????????? Buaaaannnnnyyyaaaaaaakkkkkk sekalii pertanyaan dipikiran saya tadi pagi dan tidak ada jawabannya sama sekali. tetapi entah mengapa sambil berpikir otak ini, tangan ini terus bergerak mencari jilbab, manset, dan perlengkapan lainnya yang akan dipakai untuk kerja. Sambil berpakaian, otak ini terus berpikir tetapi tangan juga terus bergerak satu demi satu merajut kain segi empat itu menjadi pantas di muka saya dan menjadi cantik ketika dipakai.

Dan tanpa sadar, penampilan saya sudah tertutup rapi dan menawan (menurut saya hhehehe). 

Segera saya menyiapkan barang-barang lainnya yang akan dibawa. Dan tereeeeennnggg menujuu meja makan dimana papa saya sudah duduk manis duluan disana. Dengan malu-malu saya menuju kursi sambil berkata "Pa, mulai hari ini saya pakai jilbab ya??" tanyaku. "Iya gapapa, dipake terus ya, cantik kok pake jilbab".jawab papaku sambil tersenyum manis. Huaaahh leganya hati ini karena didukung keputusanku ini. 

Dan aku pun pergi menuju kantor menggunakan motor. Sesampai dikantor, langkah saya pelankan, kepala ditundukkan, dan membuka pintu kantor. Sontak semua teman-teman kantorku bereaksi "Waaaaaaahhhhh Yaniiiii, sudah pakai jilbab sekarang, alhamdulilah, berkah ramadhan ya.." dan kami pun bersalam-salaman karena hari ini masih dalam suasana lebaran hari ke-5. begitupun ketika saya berjalan menuju tempat-tempat lainnya. Banyak sekali yang menyambut hangat dan memuji kecantikan saya yang baru saja memakai jilbab. Alhamdulilah. hari ini berjalan lancar dan suasana tampak terasa hangat dan menyenangkan. Mudah-mudahan tidak ada penyesalan setelahnya karena ini jalan yang sudah saya pilih.

Semoga tiap langkahku selalu dilindungi oleh Allah SWT dan diberikan kehidupan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Aamiin Aamiin ya robbal alamin. 

HARI INI, TANGGAL 12 AGUSTUS 2013. TELAH LAHIR SEORANG MUSLIMAH DENGAN JIWA YANG BARU........
*Ilustrasi: background padang pasir dimana sedang ada muslimah yang berdiri dan jilbabnya terurai karena ditiup angin sambil melihat kearah langit dengan mata berbinar-binar*

Bismillahirrohmanirrohimm. Kita mulai Babak baru.. *backsound Lagu InsyaAllah karya Maher Zein"

Sekian. Wassalam..