Minggu, 18 Desember 2016

Hal yang bisa dilakukan jika tinggal di luar negeri

Sempat terlintas, keputusanku berhenti bekerja karena ikut suami pindah kota setelah nikah dan sekarang tinggal di Jepang beberapa tahun adalah keputusan yang bodoh dan menjebak diriku sendiri. Banyak ketakutan yang menhantui pikiranku jika statusku tidak bekerja.

Di awal-awal memang, banyak rasa yang berkecamuk seperti malu ketika harus mengakui sudah tidak bekerja hanya urus suami dan anak. Ada juga rasa malu pada mertua, seolah-olah statusku bekerja sebelum menikah hanya untuk menjadi alasan kuat supaya mereka merestui kami, setelah menikah malah berhenti bekerja sempat tidak disetujui mereka, Ada juga rasa bosan, dari yang sebelumnya pergi pagi pulang malam, selalu makan siang diluar, jarang membantu dirumah, sibuk, dan sebagainya. Setelah tidak bekerja banyak sekali waktu luang yang kemudian membuat bingung dan menimbulkan pertanyaan "Gue harus nagapain lagi setelah ini?!" yeah, nano nano rasanya. Yang paling berasa karena makan dari gaji suami saja, saya sendiri tidak ada penghasilan apa-apa.

Singkat cerita, sekarang saya  tinggal di Jepang untuk beberapa tahun kedepan. Sepertinya Tuhan punya rencana untuk saya. Dulu saya mempunyai banyak wacana yang ingin saya lakukan, tapi sekedar wacana saja. Faktor yang menghalangi bannnyaaaaaaakkkk. Mulai dari niat setengah-setengah, malas, takut kepanasan, gak tau harus mulai darimana atau dari siapa, keuangan juga. Ketika niat sudah ada, eh duitnya kurang. Pas duitnya ada, mood udah rusak dan malah jadi pengen belanja aja hahaha. Padahal kalo dipikir-pikir, sumber daya banyak yang bisa dimanfaatin selama di Indonesia.
Tapi mungkin karena kita sering menganggap semuanya lengkap dan gampang, makanya jadi suka mengulur-ulur waktu ya.. Jelek banget kebiasaan yang begini..

Jadi, semenjak tinggal disini, sepertinya Tuhan mulai membuka aura positif saya. Pikiran saya jadi lebih peka, terbuka, dan perasa tentunya.

PEKA
Misalnya saya jadi lebih peduli dengan orang di sekitar saya. Hal sekecil apapun misalnya teman membutuhkan bantuan, maka saya akan menawarkan diri untuk membantu hal sekecil apapun. karena tinggal disini, hidup berdampingan dengan teman-teman yang sama-sama merantau, sudah pasti kita saling mengerti kondisi kepribadian dan keterbatasan kita maisng-masing. 

TERBUKA
Saya berusaha menjadi diri saya apa adanya, berbaur dengan siapa saja dan kemana saja.

PERASA
Akhir-akhir ini saya sering merasa, banyak kesalahan pada masa lalu yang mungkin ada yang disesalkan di masa sekarang. Tapi disitulah, saya merasa bahwa saya harus memperbaiki diri saya agar menjadi lebih baik dan memberikan contoh yang baik pada suami, anak, dan orang di sekitar saya.

Jadi, siapa bilang selama disini saya pengangguran??!! Enggak kok.. banyak sekali yang bisa saya kerjakan disini..

1. Belajar Bahasa Jepang dengan orang Jepang
Kebetulan ada program Nihongo class untuk para pendatang di kota Tsu, saya daftar dan sudah hampir 6 bulan mengikuti kursusnya. Banyak pengalaman yang saya dapat, ilmunya sudah pasti, adat istiadat, kebiasaan, adab dan tata cara orang Jepang juga saya pelajari disini. Ternyata orang Jepang ramah-ramah kok, walaupun pada awalnya saya khawatir mereka takut dengan jilbab saya, untungnya saya bertemu dengan orang-orang Jepang yang sudah open minded  dan ramah kepada orang-orang Muslim disini. Dan saya juga sangat senang sekali, karena Sensei (baca:guru) saya disini juga sangat baik dan perhatian. Dia bahkan menghadiahkan saya sebuah bukuuntuk belajar bahasa Jepang 😍😍 Harapan saya kedepannya, saya bisa menguasa bahasa percakapan sehari-hari sehingga bisa saya pakai untuk diajarkan ke anak saya, bahkan untuk melamar kerja nanti! 😊

Pelajaran yang bisa diambil adalah komunikasi itu penting. Jika tidak mengerti bahasa, bagaimana terjadi komunikasi dan memulai perkenalan dengan orang baru disini..

2. Wisata keliling Jepang
Memang yang namanya jalan-jalan pasti akan mengeluarkan biaya, walapun hanya untuk membeli minuman di pinggir jalan. Tapi, jalan-jalan di negeri orang banyaaaak sekali manfaatnya. Selain untuk mengetahui potensi wisata alamnya yang sangat bagus dan luar biasa sekali, kita juga akhirnya bisa WISATA SYUKUR kepada Allah atas segala ciptaan-Nya yang ada di muka bumi ini. Betapa luaaarrrr biasanya Tuhan mengatur 4 musim di Jepang, mengatur keindahan alam yang sangat dahsyat bagi para wisatawan di dunia ini. Disini saya banyak menemukan hal-hal baru yang belum pernah saya lihat di Indonesia. Contohnya : Bermain Salju hehehee . Banyak wisata juga bisa menambah wawasan kamu. Kamu akan belajar banyak hal.

Pelajaran yang bisa diambil adalah Jepang memang indah alamnya, tapi yang lebih indah dan banyak manfaatnya tetap kekayaan alam Indonesia (makanya Indonesia itu ibarat beras, murah atau mahal pasti selalu dicari orang).

3. Muhasabah Diri
Sesampainya disini, yang muncul di pikiran saya adalah kota ini kok sangat sepi sekali ya, tidak ada pedagang kaki lima tidak ada ojek mangkal, tidak ada angkot, tidak ada pengemis, tidak ada pengamen. Dan akhirnya hidup disini terasa sepi, Kalau tidak sedang ada rencana jalan-jalan atau belanja, seharian bisa di apato (kontrakan) saja. Alhamdulillah sepertinya Allah memberikan jalan kepada saya untuk melakukan Muhasabah diri semenjak ada disini. Saya dipertemukan dengan orang-orang baik yang berpikiran positif. sehingga melalui mereka saya banyak belajar lagi tentang islam, belajar memperbaiki bacaan alquran, mempelajari kembali pentingnya mencari makanan halal. Belajar bahwa disini kami semua adalah sama, saling tolong menolong, saling perhatian, dan saling menghargai yang lainnya. Beda sekali saat kami masih di Jakarta, dimana tetangga selalu "kepo", saling iri, saling menghujat, Kami disini bersatu. Saling menghormati satu sama lain.

Di awal ikut kelompok Tahsin, saya bilang di dalam hati kepada Allah, Ya Allah, biarlah saya malu di dunia dan di hadapan mereka jika bacaan saya belum benar dan sempurna, tapi jangan bunuh rasa malu saya ini untuk mengambil ilmu dari mereka, jangan munculkan rasa sungkan untuk tidak menghadiri tahsin ini, karena mungkin dari sinilah, saya belajar untuk lebih mencintai-Mu sebagai bekal untuk diriku sendiri dan untuk anak-anakku nanti.

Begitu juga saat ikut kelompok kajian islam di masjid bertemu dengan teman-teman muslimah dari Saudi arabia, Pakistan, Bangladesh, Muallaf Jepang. Awalnya terasa malas karena menggunakan bahasa inggris. Tapi saya pun berdoa, ya Allah jangan jadikan ini beban, mungkin inilah waktuku untuk belajar lebih banyak tentang sejarah Islam, selalu kobarkanlah semangat untuk datang ke kajian ini. Kadang merasa malu, betapa Dia (mentor kajian kami) fasih berbahasa arab (ya emang orang Arab yani!), Saya melihat bagaimana teman saya orang Arab itu pernah menangis beberapa kali saat menceritakan kisah para Nabi. Disitu saya malu dalam hati, saya sendiri mungkin tidak begitu hapal secara detail kronologi sejarah masing-masing Nabi, hanya mengetahui penggalan kata kunci yang populer saja ditengah masyarakat. Apalah saya ini, masih dangkal pengetahuan dan keimanan saya. Terkadang saya merasa iri dengan dirinya yang begitu mencintai Allah SWT dan para Nabi...

Pelajaran yang bisa diambil adalah Alhamdulillah baik kajian islam maupun tahsin, masih aktif saya ikuti sampai sekarang dan saya sangat senang jika bertemu dengan teman-teman, bisa saling bertukar cerita, pikiran dan juga resep masakan 😆😆😆 dan yang pasti saya sadar ilmu saya belum seberapa jika untuk dibanggakan 😢 

4. Mencari tambahan uang jajan
Karena Jepang adalah spot wisata yang sangat populer, maka banyak sekali informasi yang bisa dibuat dan disebarkan. Bertemu dengan teman-teman rantauan disini, memberikan saya banyak semangat, inspirasi dan motivasi untuk bisa aktif dan melakukan sesuatu yang saya sukai. Karena visa saya saat ini hanya visa resident saja belum dapat izin untuk bekerja, maka beberapa kegiatan mencari tambahan uang jajan diakali dengan mengirimkan video liburan, menulis artikel dan kembali aktif menulis di blog. Bagi pemula seperti saya, alhamdulillah video-video saya sudah ada yang tayang di tv indonesia, mengenai kursus bahasa jepang, festival kembang api di jepang dan terakhir video jalan-jalan. kolaborasi juga dengan teman saya disini untuk membuat videonya. Dan artikel juga pernah kirim, walaupun artikelnya ga dimuat, tapi foto yang saya kirim dimasukkan ke instagram mereka, dan tetap dihargai (red. dibayar) sama seperti artikel. Ya walaupun pemasukannya belum rutin, tapi senangnya minta ampun loh bisa dapat uang jajan dari hasil sendiri setelah menikah 2 tahun ini hehhehe..

Oh ya, baru berjalan sekitar tiga minggu ini, saya dan beberapa teman disini dapet kerja sampingan "mbuletin bakso" salah satu toko indonesia yang ada di jepang sini. Seminggu cuma 3 kali, tapi ya sekali pertemuan, yang dibuletin ada 7kg.. lumayaannn.. gempooorrrr. Apalagi saya kebagian kerjaan nge-seal karena pertimbangannya suka bawa anak saat kerja, jadi biar ga repot cuci tangan setelah buletin bakso, saya nge-seal aja hehehe. Alhamdulillah rezeki lagi..

Ke depannya, saya ingin lebih aktif lagi dalam hal apapun yang berguna untuk peningkatan kualitas diri dan peningkatan ketebalan dompet 😝

Pelajaran yang bisa diambil adalah saya harus mulai merealisasikan banyak sekali rencana yang sudah saya buat agar menjadi nyata. Bukan hanya sekadar untuk uang, tetapi juga untuk peningkatan kualitas diri saya.

5. Mengasah kemampuan Masak
Selama di Indonesia, mana pernah saya sengaja masak bikin cemilan-cemilan seorang diri tanpa bantuan Mama hehe. Kalopun bikin bolu, ya berdua bikinnya. Bikin pempek, ya berdua bikinnya, Bikin lauk, ya berdua bikinnya. Intinya selalu bersama ya. Karena Mama selalu ada, jadi rasa malas masih besar juga. Kadang kalau lagi manja, minta mama masakin lauk kesukaan saya. Kalo lagi pengen donat, langsung bilang ke Mama, pengen bolu, langsung bilang ke Mama. Saya juga ikut bantuin kok, misal mama yang kasihtau bahan2nya, saya yang mixerin, nanti dilanjut mama yang masukkin ke oven. Kalau bikin donat, saya yang ambilin bahan2nya sama bentuk-bentuk donatnya, nanti yang ngulen ya mama hehe.

Lain cerita semenjak disini. Semaunya saya sendiri. awal-awal dulu sering telponan buat nanyain resep masakan Mama. Sekarang, bisa saya handke sendiri. 

Pelajaran yang bisa diambil adalah ternyata menjadi Ibu rumah tangga dan istri itu tidak mudah. Kami tetap bekerja dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya mata suami dan anak HAHAHA. Selain itu, saya juga sering berpikir besarnya jasa orangtua saya dulu ya, masak itu tidak mudah dan capek. Enaknya saya tinggal request saja dulu. Nanti kalau pulang ke Palembang, gantian akan saya buatkan masakan spesial untuk Mama dan Papa saya, bukan cuma tumisan kangkung saja hehe. Oh ya, dari masih gadis dulu saya terpikir untuk buka usaha kuliner, mungkin Tuhan menyuruh saya ke Jepang untuk mengasah bakat masak saya dulu ya sebelum membuka usaha betulan. Aamiin. Pede banget! Bodo.. namanya juga lagi semangat ini 😇

Indonesia ku RAPUH

Saya bukan orang politik, ga ngerti politik sama sekali. Saya cuma rakyat biasa sama seperti yang lainnya selalu menunggu berita baik dari Pemerintah, selalu menunggu janji-janji manis pemerintah, selalu berharap Indonesia nanti punya ini punya itu, bisa jadi negara maju, bisa bersaing dengan negara lainnya.. Saya cuma rakyat biasa yang bahagia jika Pemimpinnya disukai rakyat, yang bahagia jika banyak generasi muda berbakat, yang bahagia jika Indonesia dipuja-puja banyak orang..
Tapi kok, Ya Allah..
Kenapa Indonesia ku nasibnya menyedihkan sekali yaaa 😭😭😭😭😭

Jujur, sebagai rakyat awam, saya sangat kecewa dengan era kepemimpinan Presiden Jokowi sekarang. Rasa nyaman saya tinggal di Indonesia hilang. Harapan saya untuk bisa berkarya pudar. dan kepercayaan saya terhadap Negara ini goyah. yang saya rasakan sekarang hanyalah, bagaimana caranya saya dan keluarga bisa bertahan hidup dengan aman dan nyaman di Indonesia yang sudah mulai retak tulang belakangnya, yang otot-otot tangan dan kakinya sudah mulai lemas, yang pancaran matanya sudah kosong, dan nafasnya sudah mulai tersendat. 

Mengerti kan maksud saya??
Indonesia kita sudah RAPUH
Indonesia kita sudah RENTA

Lihatlah Pemerintahan yang sekarang,..
Pemerintah tidak bisa membendung rasa khawatir rakyatnya
Pemerintah tidak memenuhi janji pada rakyatnya
Pemerintah membiarkan rakyatnya kelaparan
Pemerintah membiarkan rakyatnya berusaha keras beratrung dengan pesaing bisnisnya
Pemerintah tidak memberikan keadilan bagi yang lemah
Pemerintah melindungi penista agama, koruptor
Pemerintah memperlakukan rakyatnya yang banyak ini sebagai "pancingan" agar pelaku ekonomi internasional tertarik berinvestasi disini

Oh Indonesia, RAPUH RENTA
Kau dikelilingi oleh orang-orang tamak yang haus akan kekuasaan dan kekayaan

Kadang saya berpikir, kenapa Tuhan saya dilahirkan jadi WNI sehingga harus merasakan betapa Luar biasanya Indonesia ini untuk jadi santapan para perakus busuk hati. 

Semenjak masa pemerintahan ini juga, saya semakin yakin Pemerintah tidak membela Agama-Mu..

Indonesia ku nyaris akan direbut oleh pengusaha rakus yang berkedok investasi dan sedikit demi sedikit mencederai rakyat asli Indonesia ini sendiri menjadi miskin, bodoh, hedon, semua bentuk kejahatan ada disini dan hukum tidak adil bagi rakyat kecil.

Indonesia yang dikenal sebagai umat muslim terbesar, nyatanya Media dan antek asing telah berhasil menciptakan kedok atas nama TOLERANSI sehingga mengaburkan arti musuh islam sesungguhnya dan menganggap hal-hal berdosa sebagai sesuatu yang boleh dimaafkan dan memang sudah jamannya berubah. 

Tuhaaaaannn.. tolong kami rakyat Indonesia ini.. Banyak sekali manusia yang berhati emas dan taat kepada-Mu,, tetapi kekuatan kami dibatasi dan dihalang-halangi.. Sesungguhnya kejadian di Aleppo, adalah momen untuk menunjukkan rasa solidaritas dan jati diri keislaman kami, tapi Pemerintah kami tak tegas menyatakan berada di pihak-Mu.. ampunilah kami..

Terutama untuk diriku sendiri yang banyak dosa ini.. Saya sadar akan kebesaran-Mu selalu hadir di setiap langkahku. Berilah hamba yang fakir ilmu ini agar bisa semakin mengokohkan keimanan dan ketakwaan kepada-Mu dan mati karena membela Agama-Mu, Tuhan.

Jagalah hati kaum muslimin agar tetap kokoh dan menyatu hanya kepada-Mu
Berilah hidayah pada orang-orang fasik yang ada di negeri kami ini, luluh lantahkanlah mereka dengan azabmu agar niat buruk mereka tidak jadi dilakukan..

Saya hanya makhluk lemah yang berharap kedamaian dan kehidupan sesungguhnya yang damai.
Tunjukkanlah jalan yang lurus bagi kami.. Aamiin ya robbal alamin

Selasa, 13 Desember 2016

Biaya hidup dan Tips hidup hemat di Jepang

Semenjak saya tinggal di Jepang 9 bulan yang lalu, banyak saudara dan teman-teman yang menanyakan bagaimana cara kami memenuhi biaya hidup kami selama disini, apalagi menurut kebanyakan persepsi orang, Jepang kan negara maju, teknologinya canggih, dannn banyak lagi.

Oke, kali ini saya akan membahas tentang biaya hidup selama tinggal di Jepang ya.. mudah-mudahan bermanfaat bagi yang sedang merencanakan akan tinggal di Jepang juga, atau paling tidak untuk sekedar berbagi pengetahuan saja 😆😆😆

Awal mula memulai hidup di Jepang

Siapa sih yang ga tau Jepang hari gini? Drama-drama Jepang, film-Doraemon, peralatan teknologi. Haaaaaammpir semua yang ada di Indonesia pasti berasal dari Jepang. Apa yang akan langsung terlintas di pikiranmu ketika ada orang bilang "SAKURA"??? pasti Negara Jepang jawabannya.

Singkat cerita, saya juga dulu ga pernah terpikir dan berangan-anagan ingin tinggal di luar negeri. Kepikiran mungkin pernah karena nonton Doraemon, Inuyasha, atau drama-drama Jepang. Tapi untuk tinggal? No! ga pernah terlintas. Disamping ga bisa bahasa Jepang, mau lanjut sekolah juga kan perlu biaya. ya intnya ga kepikiran sama sekali deh.

Suami saya yang menjadi penghubung terlaksananya kejadian ini. Dia mendapatkan beasiswa Monbukagakusho melalui kerjasama Universitas di Jepang dan di Palembang. Dulu juga mikirnya, sudahlah sayang, kamu sendirian aja ke Jepangnya, saya kerja di Indonesia aja. Paling nanti setahun sekali kami liburan ke Jepang, enteng saya. 

Ternyataaaa, setelah nikah maunya nempel terus boooo'... sehari ditinggal dinas aja udah telponan terus ngabarin yang, aku udah mau naik bus, aku nginep di hotel sini, aku lagi ketemu kolega, dan lain-lain. Kebayang mau ditinggal selama 3 tahun, dan cuma ketemu setahun sekali? Oh Noooooooo... ga bisa ngebayangin pisah lama begitu. Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi kalo udah nikah mah yaa, hahahaha. 😁

Akhirnya, saya dan anak bontot ngintilan Bapaknya tinggal di Jepang berbakti menjadi istri yang baik, mensupport supaya suami semangat terus, dan merasakan kehidupan baru di Negeri Sakura. Sugooiiiii ne.. 😍😍😍


Biaya kebutuhan hidup

Awal-awal baru sampai di Jepang, saya dan suami benar-benar irit, penuh perhitungan untuk pengeluaran belanja mingguan dan bulanan, karena takut nanti kebablasan belanja disini, Apalagi, masih terbawa kebiasaan beli sayur-sayuran murah di Indonesia. pasti syookk liat harga-harga disini lebih mahal 3 sampai 10 kali lipatnya. 😱

Nih untuk perbandingan ya..
Niasa beli beras di Indonesia yang isi 20kg merk beras wortel, harganya sekitar Rp 180.000. Disini beras isi 5kg harganya paling murah rata-rata 1500 yen atau hampir setara Rp 187.500 kalau kurs 1 rupiah - 125 yen. atau daun bawang yang biasa saya suka beli di pasar tradisional atau mamang sayur keliling 1 ons biasanya Rp5000 dan itu isinya banyaaaakk banget ya mungkin ada kali 15 batang. Disini, harganya 159 yen dapet kira-kira 10 batang. Atau ikan teri, biasanya 1 ons cuma 8ribu. Disini 1 ons hampur 300yen atau setara Rp 30.000. Makanya dulu, Tiga bulan pertama, anggaran belanja kami 3500yen maksimal per minggu. (Dan setelah dibelanjain, 3500yen itu dapetnya sedikiiitt). Sekarang biasanya 5000yen per minggu, itu udah ideal banget deh lauk yang dimakan..

Rincian per bulan kira-kira seperti ini : (Hitungan kasar aja ya)
* Belanja pokok           25.000 yen (termasuk beras)
* Bayar sewa Apato     26.000 yen
* Gas                             2.500 yen
* Listrik                         4.000 yen
* Air                              2.000 yen
* Tagihan internet      12.000 yen (bayr sewa nomor Jeoang, dan paket inet 2 orang)
* Biaya lainnya           10.000 yen (cemilan atau makan diluar, servis sepeda, dll)
* Biaya tak terduga    15.000 yen (mendadak jalan-jalan atau shopping, sedekah/infaq)
   TOTAL                     96.500 yen 

Kalau mau menabung lebih banyak per bulannya, biasanya biaya belanja pokok, biaya lainnya dan biaya tak terduga yang harus hemat-hemat pemakaiannya, jadi uang yang ditabung bisa lebih banyak.

Note:
Semua hitungan diatas adalah hitungan biaya hiduo standar di Kota Tsu, Mie Prefecture. Mungkin kalo tinggal di Tokyo, Kyoto, bisa lebih tinggi lagi hitungannya, hehehe.

Oke, kurang lebih seperti itu ya bayangannya kalau tinggal di Jepang. Semuanya pada mahal bo' apalagi pakaian yang di toko atau branded. Kebeli sihh, tapi sayang aja, hahaha. Hidup emak-emak! ngiritt euy buat nabung pas pulang ke Indonesia nantinya. 😭😭 dimaklumin yaaaa...


Nah, ini Tips hidup hemat di Jepang:
1. Belanja barang bekas di "Off house". 
Mulai dari perangkat keras seperti lemari, sepatu, mainan, HP, kamera, alat musik, peralatan tukang, sampe ke mesin cuci pun dijual disini. Ada juga "Book off" yang menjual buku-buku, majalah murah cuma 100 yen. Disini menjual barang-barang bekas, harganya miring tapi kualitas masih layak pakai, malah ada yang masih baru banget keliatannya. Harganya beragama mulai dari 100 yen sampai puluhan ribu yen juga ada tergantung barangnya apa.

2. Masak sendiri
Karena biaya makan di toko atau resto di Jepang lumayan mahal ya, apalagi tidak semuanya menjual makanan atau minuman halal. Jadi, untuk menghindari ke was-wasan itu, lebih baik masak sendiri aja, higienis, lebih murah dan tentunya lebih buuaaanyakk hahahhaa 😛

3. Transportasi
Di Jepang, kemana-mana enaknya naik sepeda, Disamping bersepeda itu menyehatkan, penduduk jepang juga ga malu naik sepeda kok (ga kayak di Indo ya, naik sepeda dikirain kere 😥). Suasana ramai, tertib, dan aman membuat bersepeda menjadi asik dan menyenangkan!


Sekian dulu ya. Semoga bermanfaat artikel ini.. Nanti saya upload juga fotonya kalo ga lupa, skrg lagi males 😋




Minggu, 04 Desember 2016

Dua Tujuh

Happy birthday to you... Happy birthday to you...
Happy birthday... Happy birthday...
Happy birthday to you...

Itulah tembang lawas yang tidak pernah lupa dinyanyikan kalau seseorang sedang berulang tahun. Hampir di setiap momen ini, Orang-orang yang berulang tahun sangat senang sekali jika orang-orang di sekitarnya mengingat tanggal kelahiran mereka, terlebih lagi jika memberikan ucapan selamat. 

Umurku 27 tahun, Rek!
Tanggal 28 November kemarin kok. Hehe. Berarti hari ini umurku 27 tahun 6 hari. Rasanya baru kemarin aku masih mikir mau kuliah dimana. Sekarang mikirnya, besok mau masak apa ya buat Suami dan anakku 😭😭😭 

Kali ini ulang tahunku spesial, kenapa?

Tinggal di Luar Negeri
Iya, semenjak Suamiku diterima beasiswa Monbukagakusho dari Jepang, kami hijrah dari Indonesia ke Jepang. Sekarang sudah memasuki bulan ke delapan kami tinggal disini. Ulang tahun kali ini pun berselimutkan selimut tebal, heater yang menyala sepanjang hari dan angin kencang diluar disana. Cuaca disini ekstrem dan berubah-ubah. Bayangkan dalam satu bulan terakhir saja sudah pernah gempa 3 kali disini. Dan parahnya, aku ga pernah ngerasain getarannya dan ga pernah tau kalau ada gempa kalo suami ga bilang atau teman ngabarin di facebook. Itulah makanya ultahku spesial karena kami sedang tinggal di Jepang hehehe 😊

Ketemu teman yang Tanggal ultahnya sama
Well, jarang banget lho kita bisa ketemu dengan orang-orang yang tanggal ultahnya sama dengan kita. 2 orang pula, ditambah saya jadi bertiga. Dulu pernah tanggal ultah barengan sama temen sekelas pas kuliah, tapi cuma satu orang aja. Nah, kalo sekarang dua orang. Bagiku spesial karena, jauh-jauh dari Indonesia ke Jepang, yang awalnya kita ga pernah tau bakalan ketemu siapa, berteman dengan siapa, akrab dengan siapa. Kali ini, tetangga apato ku sendiri. Orang Indonesia, aslinya dari Depok. kelahiran 28 November 1991. Satunya lagi teman suami kuliah, dari Indonesia juga sama-sama dari Palembang, kelahiran 28 November tahun sekian (ga berani tanya euy hehe) yang jelas diatas aku umurnya. 

Bangun tidur, langsung dapet ucapan
Jadi, sehari sebelum tanggal 28 november temanku cerita, Saat mereka sedang pergi jalan-jalan beramai-ramai, ada temannya (cowok) cerita ke dia kalo dia merasa istrinya kok nyuekin dia ya pada hari itu. Temanku menyarankan coba diingat-ingat ada salah apa, salah ngomong mungkin. Si suami ga ngerasa apa-apa. Setelah ditanya dan dicari tau, ternyata istrinya ngambek itu gara-gara si suami lupa ngucapin selamat ulang tahun.Hahahhaa. Kan pengen ketawa jadinya. Alhasil akhirnya suami ngucapin selamat tapi si istri udah males gitu deh. Hehehe. 

Pas lagi ngobrol santai sama suami, aku ceritainlah cerita temanku itu. Suamiku cuma ketawa aja. Dan langsung aku sindir dengan nada pelan, besok jangan lupa hari ulang tahun aku ya, jangan lupa ngucapin. kalo mau kasih kado ya boleh, kalo mau ngajak makan sushi pun aku ga akan nolak kok. Jangan sampe lupa, nanti aku ngambek juga lho. Suasana langsung pecah, kami tertawa ngakak berdua. Kalo sama suamiku itu, segala sesuatunya mending ngomong langsung dan to the point. dia bukan tipikal yang pandai membaca "Kode keras" wanita. Hihihi.

Keesokan harinya, saat aku terbangun dan membuka selimut, suami dan anakku sudah bangun duluan dan dia langsung mencium keningku dan mengucapkan selamat ulang tahun. Doanya simpel semoga aku tambah solehah, dimurahkan rezeki, diberikan kesehatan, diberikan segala kemudahan, semakin sabar menghadapi suami dan anakku, dan semoga awet muda. 😭

Dapat ucapan dari orang-orang terdekat
Mulai dari Suami, mama mertua, mama kandung, ayuk, dan teman-teman terdekat mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku melalui pesan singkat. At least, aku tau siapa yang masih ingat dan memebrikan ucpana walaupun sudah lama tak bertemu dan sudah mulai sibuk masing-masing.

Full services
Tadinya suamiku sudah ada jadwal kegiatan pada tanggal itu. Tapi karena aku meminta quality time dan beberapa keinginan. enggak dibatalin sih jadwal dia tapi diatur sama dia supaya terpenuhi semua. Dan hari itu pun, dia tampak lebih sabar hehehe. Sabar mengikuti keinginanku 😆 Hari itu simpel, kami cuma bersih-bersih apato, suami pulangg, beres-beres dan siap berangkat makan malam, aku lagi kepengen makan sushi. akhirnya kami makan sushi sepuasnya sampe kenyang, baarnya urusan dia Hahaha. Nyampe apato, mandi dan kemudian servis-servis lainnya 😋

Itulah beberapa hal istmewa di hari Ulang tahun ku yang ke dua puluh tujuh...

Rabu, 30 November 2016

Refresh my blog

Haloha..

Lama gak buka blog ini hampir setahun.. Sempat lupa email dan password. Tapi akhirnya bisa diperbaharui lagi. Tampilan juga diperbaharui supaya lebih fresh.

Hopefully, blog ini selanjutnya bisa digunakan untuk menulis hal-hal informatif sehingga layak untuk dibaca oleh semua orang. Selama ini lebih terkesan sebagai tempat curhat penulis Hehehe..

Mudah-mudahan selama penulis masih tinggal di LN, banyak informasi baru dan tulisan baru yang bisa dipublikasi, asal ga males aja 😅😅