Minggu, 18 Desember 2016

Hal yang bisa dilakukan jika tinggal di luar negeri

Sempat terlintas, keputusanku berhenti bekerja karena ikut suami pindah kota setelah nikah dan sekarang tinggal di Jepang beberapa tahun adalah keputusan yang bodoh dan menjebak diriku sendiri. Banyak ketakutan yang menhantui pikiranku jika statusku tidak bekerja.

Di awal-awal memang, banyak rasa yang berkecamuk seperti malu ketika harus mengakui sudah tidak bekerja hanya urus suami dan anak. Ada juga rasa malu pada mertua, seolah-olah statusku bekerja sebelum menikah hanya untuk menjadi alasan kuat supaya mereka merestui kami, setelah menikah malah berhenti bekerja sempat tidak disetujui mereka, Ada juga rasa bosan, dari yang sebelumnya pergi pagi pulang malam, selalu makan siang diluar, jarang membantu dirumah, sibuk, dan sebagainya. Setelah tidak bekerja banyak sekali waktu luang yang kemudian membuat bingung dan menimbulkan pertanyaan "Gue harus nagapain lagi setelah ini?!" yeah, nano nano rasanya. Yang paling berasa karena makan dari gaji suami saja, saya sendiri tidak ada penghasilan apa-apa.

Singkat cerita, sekarang saya  tinggal di Jepang untuk beberapa tahun kedepan. Sepertinya Tuhan punya rencana untuk saya. Dulu saya mempunyai banyak wacana yang ingin saya lakukan, tapi sekedar wacana saja. Faktor yang menghalangi bannnyaaaaaaakkkk. Mulai dari niat setengah-setengah, malas, takut kepanasan, gak tau harus mulai darimana atau dari siapa, keuangan juga. Ketika niat sudah ada, eh duitnya kurang. Pas duitnya ada, mood udah rusak dan malah jadi pengen belanja aja hahaha. Padahal kalo dipikir-pikir, sumber daya banyak yang bisa dimanfaatin selama di Indonesia.
Tapi mungkin karena kita sering menganggap semuanya lengkap dan gampang, makanya jadi suka mengulur-ulur waktu ya.. Jelek banget kebiasaan yang begini..

Jadi, semenjak tinggal disini, sepertinya Tuhan mulai membuka aura positif saya. Pikiran saya jadi lebih peka, terbuka, dan perasa tentunya.

PEKA
Misalnya saya jadi lebih peduli dengan orang di sekitar saya. Hal sekecil apapun misalnya teman membutuhkan bantuan, maka saya akan menawarkan diri untuk membantu hal sekecil apapun. karena tinggal disini, hidup berdampingan dengan teman-teman yang sama-sama merantau, sudah pasti kita saling mengerti kondisi kepribadian dan keterbatasan kita maisng-masing. 

TERBUKA
Saya berusaha menjadi diri saya apa adanya, berbaur dengan siapa saja dan kemana saja.

PERASA
Akhir-akhir ini saya sering merasa, banyak kesalahan pada masa lalu yang mungkin ada yang disesalkan di masa sekarang. Tapi disitulah, saya merasa bahwa saya harus memperbaiki diri saya agar menjadi lebih baik dan memberikan contoh yang baik pada suami, anak, dan orang di sekitar saya.

Jadi, siapa bilang selama disini saya pengangguran??!! Enggak kok.. banyak sekali yang bisa saya kerjakan disini..

1. Belajar Bahasa Jepang dengan orang Jepang
Kebetulan ada program Nihongo class untuk para pendatang di kota Tsu, saya daftar dan sudah hampir 6 bulan mengikuti kursusnya. Banyak pengalaman yang saya dapat, ilmunya sudah pasti, adat istiadat, kebiasaan, adab dan tata cara orang Jepang juga saya pelajari disini. Ternyata orang Jepang ramah-ramah kok, walaupun pada awalnya saya khawatir mereka takut dengan jilbab saya, untungnya saya bertemu dengan orang-orang Jepang yang sudah open minded  dan ramah kepada orang-orang Muslim disini. Dan saya juga sangat senang sekali, karena Sensei (baca:guru) saya disini juga sangat baik dan perhatian. Dia bahkan menghadiahkan saya sebuah bukuuntuk belajar bahasa Jepang 😍😍 Harapan saya kedepannya, saya bisa menguasa bahasa percakapan sehari-hari sehingga bisa saya pakai untuk diajarkan ke anak saya, bahkan untuk melamar kerja nanti! 😊

Pelajaran yang bisa diambil adalah komunikasi itu penting. Jika tidak mengerti bahasa, bagaimana terjadi komunikasi dan memulai perkenalan dengan orang baru disini..

2. Wisata keliling Jepang
Memang yang namanya jalan-jalan pasti akan mengeluarkan biaya, walapun hanya untuk membeli minuman di pinggir jalan. Tapi, jalan-jalan di negeri orang banyaaaak sekali manfaatnya. Selain untuk mengetahui potensi wisata alamnya yang sangat bagus dan luar biasa sekali, kita juga akhirnya bisa WISATA SYUKUR kepada Allah atas segala ciptaan-Nya yang ada di muka bumi ini. Betapa luaaarrrr biasanya Tuhan mengatur 4 musim di Jepang, mengatur keindahan alam yang sangat dahsyat bagi para wisatawan di dunia ini. Disini saya banyak menemukan hal-hal baru yang belum pernah saya lihat di Indonesia. Contohnya : Bermain Salju hehehee . Banyak wisata juga bisa menambah wawasan kamu. Kamu akan belajar banyak hal.

Pelajaran yang bisa diambil adalah Jepang memang indah alamnya, tapi yang lebih indah dan banyak manfaatnya tetap kekayaan alam Indonesia (makanya Indonesia itu ibarat beras, murah atau mahal pasti selalu dicari orang).

3. Muhasabah Diri
Sesampainya disini, yang muncul di pikiran saya adalah kota ini kok sangat sepi sekali ya, tidak ada pedagang kaki lima tidak ada ojek mangkal, tidak ada angkot, tidak ada pengemis, tidak ada pengamen. Dan akhirnya hidup disini terasa sepi, Kalau tidak sedang ada rencana jalan-jalan atau belanja, seharian bisa di apato (kontrakan) saja. Alhamdulillah sepertinya Allah memberikan jalan kepada saya untuk melakukan Muhasabah diri semenjak ada disini. Saya dipertemukan dengan orang-orang baik yang berpikiran positif. sehingga melalui mereka saya banyak belajar lagi tentang islam, belajar memperbaiki bacaan alquran, mempelajari kembali pentingnya mencari makanan halal. Belajar bahwa disini kami semua adalah sama, saling tolong menolong, saling perhatian, dan saling menghargai yang lainnya. Beda sekali saat kami masih di Jakarta, dimana tetangga selalu "kepo", saling iri, saling menghujat, Kami disini bersatu. Saling menghormati satu sama lain.

Di awal ikut kelompok Tahsin, saya bilang di dalam hati kepada Allah, Ya Allah, biarlah saya malu di dunia dan di hadapan mereka jika bacaan saya belum benar dan sempurna, tapi jangan bunuh rasa malu saya ini untuk mengambil ilmu dari mereka, jangan munculkan rasa sungkan untuk tidak menghadiri tahsin ini, karena mungkin dari sinilah, saya belajar untuk lebih mencintai-Mu sebagai bekal untuk diriku sendiri dan untuk anak-anakku nanti.

Begitu juga saat ikut kelompok kajian islam di masjid bertemu dengan teman-teman muslimah dari Saudi arabia, Pakistan, Bangladesh, Muallaf Jepang. Awalnya terasa malas karena menggunakan bahasa inggris. Tapi saya pun berdoa, ya Allah jangan jadikan ini beban, mungkin inilah waktuku untuk belajar lebih banyak tentang sejarah Islam, selalu kobarkanlah semangat untuk datang ke kajian ini. Kadang merasa malu, betapa Dia (mentor kajian kami) fasih berbahasa arab (ya emang orang Arab yani!), Saya melihat bagaimana teman saya orang Arab itu pernah menangis beberapa kali saat menceritakan kisah para Nabi. Disitu saya malu dalam hati, saya sendiri mungkin tidak begitu hapal secara detail kronologi sejarah masing-masing Nabi, hanya mengetahui penggalan kata kunci yang populer saja ditengah masyarakat. Apalah saya ini, masih dangkal pengetahuan dan keimanan saya. Terkadang saya merasa iri dengan dirinya yang begitu mencintai Allah SWT dan para Nabi...

Pelajaran yang bisa diambil adalah Alhamdulillah baik kajian islam maupun tahsin, masih aktif saya ikuti sampai sekarang dan saya sangat senang jika bertemu dengan teman-teman, bisa saling bertukar cerita, pikiran dan juga resep masakan 😆😆😆 dan yang pasti saya sadar ilmu saya belum seberapa jika untuk dibanggakan 😢 

4. Mencari tambahan uang jajan
Karena Jepang adalah spot wisata yang sangat populer, maka banyak sekali informasi yang bisa dibuat dan disebarkan. Bertemu dengan teman-teman rantauan disini, memberikan saya banyak semangat, inspirasi dan motivasi untuk bisa aktif dan melakukan sesuatu yang saya sukai. Karena visa saya saat ini hanya visa resident saja belum dapat izin untuk bekerja, maka beberapa kegiatan mencari tambahan uang jajan diakali dengan mengirimkan video liburan, menulis artikel dan kembali aktif menulis di blog. Bagi pemula seperti saya, alhamdulillah video-video saya sudah ada yang tayang di tv indonesia, mengenai kursus bahasa jepang, festival kembang api di jepang dan terakhir video jalan-jalan. kolaborasi juga dengan teman saya disini untuk membuat videonya. Dan artikel juga pernah kirim, walaupun artikelnya ga dimuat, tapi foto yang saya kirim dimasukkan ke instagram mereka, dan tetap dihargai (red. dibayar) sama seperti artikel. Ya walaupun pemasukannya belum rutin, tapi senangnya minta ampun loh bisa dapat uang jajan dari hasil sendiri setelah menikah 2 tahun ini hehhehe..

Oh ya, baru berjalan sekitar tiga minggu ini, saya dan beberapa teman disini dapet kerja sampingan "mbuletin bakso" salah satu toko indonesia yang ada di jepang sini. Seminggu cuma 3 kali, tapi ya sekali pertemuan, yang dibuletin ada 7kg.. lumayaannn.. gempooorrrr. Apalagi saya kebagian kerjaan nge-seal karena pertimbangannya suka bawa anak saat kerja, jadi biar ga repot cuci tangan setelah buletin bakso, saya nge-seal aja hehehe. Alhamdulillah rezeki lagi..

Ke depannya, saya ingin lebih aktif lagi dalam hal apapun yang berguna untuk peningkatan kualitas diri dan peningkatan ketebalan dompet 😝

Pelajaran yang bisa diambil adalah saya harus mulai merealisasikan banyak sekali rencana yang sudah saya buat agar menjadi nyata. Bukan hanya sekadar untuk uang, tetapi juga untuk peningkatan kualitas diri saya.

5. Mengasah kemampuan Masak
Selama di Indonesia, mana pernah saya sengaja masak bikin cemilan-cemilan seorang diri tanpa bantuan Mama hehe. Kalopun bikin bolu, ya berdua bikinnya. Bikin pempek, ya berdua bikinnya, Bikin lauk, ya berdua bikinnya. Intinya selalu bersama ya. Karena Mama selalu ada, jadi rasa malas masih besar juga. Kadang kalau lagi manja, minta mama masakin lauk kesukaan saya. Kalo lagi pengen donat, langsung bilang ke Mama, pengen bolu, langsung bilang ke Mama. Saya juga ikut bantuin kok, misal mama yang kasihtau bahan2nya, saya yang mixerin, nanti dilanjut mama yang masukkin ke oven. Kalau bikin donat, saya yang ambilin bahan2nya sama bentuk-bentuk donatnya, nanti yang ngulen ya mama hehe.

Lain cerita semenjak disini. Semaunya saya sendiri. awal-awal dulu sering telponan buat nanyain resep masakan Mama. Sekarang, bisa saya handke sendiri. 

Pelajaran yang bisa diambil adalah ternyata menjadi Ibu rumah tangga dan istri itu tidak mudah. Kami tetap bekerja dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya mata suami dan anak HAHAHA. Selain itu, saya juga sering berpikir besarnya jasa orangtua saya dulu ya, masak itu tidak mudah dan capek. Enaknya saya tinggal request saja dulu. Nanti kalau pulang ke Palembang, gantian akan saya buatkan masakan spesial untuk Mama dan Papa saya, bukan cuma tumisan kangkung saja hehe. Oh ya, dari masih gadis dulu saya terpikir untuk buka usaha kuliner, mungkin Tuhan menyuruh saya ke Jepang untuk mengasah bakat masak saya dulu ya sebelum membuka usaha betulan. Aamiin. Pede banget! Bodo.. namanya juga lagi semangat ini 😇

Tidak ada komentar:

Posting Komentar