Ritual menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1431 H
Sebelumnya.. gw mau ngucapin..
"Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1431 H . Mulailah berbuat untuk duniamu seolah engkau akan hidup selamanya ,, dan berbuatlah untuk akhiratmu seolah engkau akan meninggal esok pagi ,, insyaAllah lebih baik :)"
Tahun Baru Hijriyah yang jatuh pada tanggal 18 Desember 2009 disambut meriah oleh tiap umat islam di Indonesia, Berbagai macam perayaan dilaksanakan demi menambah hikmatnya perayaan Tahun Baru Islam ini. Tiap kota, tiap daerah mempunyai ritual masing-masing, ada yang melakukan pengajian, baca doa bersama di masjid, ada juga yang merayakannya dengan mandi air suci atau dengan Nasi tumpeng.
Sedikit cerita tentang kebiasaan warga Cikapundung, Bandung. Tiap kali perayaan 1 Muharram 1431 H, warga berbondong-bondong mandi di tempat yang dianggap sakral dan mampu menolak bala, bahkan mengubah nasib menjadi lebih baik (Namanya tempatnya lupa).
Letak tempat pemandian ini, berada tepat di belakang Mall CIWALK, harus melewati rumah-rumah warga dulu untuk sampai di tempat ini.
Orang-orang yang datang ke tempat pemandian Air Suci ini, sebagian besar adalah warga sekitar sungai Cikapundung.
Warga disini mengaku sudah sering kali mandi disini, tanpa harus menunggu pergantian tahun tiba. Siapapun bisa mandi disini, tidak dibatasi oleh umur. Yang penting menurut warga, tempat ini adalah tempat untuk membersihkan diri, tempat untuk meminta ampun, tempat untuk memohon dimudahkan rezekinya.
Menurut warga disini, tempat ini sangat sakral sekali sebelum banyak bangunan yang didirikan, karena tempat pemandian Air Suci ini langsung bersentuhan dengan alam, kita bisa merasakan langsung hawa sejuk pohon-pohon yang ada di sekelilingnya. Aura yang dirasakan pun berbeda. Ibaratnya tubuh kita langsung berhubungan dengan Sang Pencipta, Kita memohon langsung.
Tapi seiring dengan berkembangnya banyak bangunan, tempat ini jadi terlihat biasa saja, hanya dibatasi oleh batako-batako untuk membedakan tempat pemandian dengan perumahan warga.
Tempat mandi antara pria dan wanita terpisah, disekat oleh batako-batako saja.
Untuk kucuran air suci ini hanya ada dua saja, jadi yang mandi disini harus bergantian.
(khusus di tempat wanita). Ada seorang Ibu yang akan memandu jalannya ritual mandi Air Suci ini bagi pendatang baru, untuk warga lain yang sudah biasa, diserahkan pada masing-masing.
#Persepsi awal adalah: Niat mandi ini untuk membersihkan diri kita dari segala macam marabahaya dan untuk kebaikan di tahun yang akan datang, sehingga maka harus melepaskan semua atribut yang dipakai di dunia (tidak memakai apapun) dan harus dilakukan pada tengah malam# agar Bersih
Letak pancuran airnya dekat dengan dinding batako. Pertama-tama warga harus duduk di bawah kucuran Air Suci dengan posisi kaki menyila. Badan membelakangi tembok dulu. Disini, warga diminta untuk membasahi seluruh tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Pada saat badan masih membelakangi tembok, warga diminta untuk berdoa mengharapkan hal-hal yang buruk dihindarkan dalam hidupnya, menyebutkan siapa saja musuh-musuhnya/masalah-masalahnya agar dimudahkan (hal-hal yang buruk dimudahkan).
Setelah itu, warga harus berbalik badan menghadap tembok masih dengan posisi kaki duduk menyila untuk meminta kepada Sang Pencipta didatangkan hal-hal yang baik untuk hidupnya kelak, dimudahkan rezekinya, dimudahkan jodohnya, diberikan kesehatan, dll (hal-hal yang baik dipinta).
Setelah itu, Ibu pemandu Ritual mandi Air Suci ini akan memandikan warga dengan Air kembang 7 warna.
Setelah itu, Ritual dianggap selesai dan warga boleh berpakaian lagi. Untuk hasil yang lebih baik, Warga dianjurkan untuk tidak mengeringkan badannya dengan handuk, agar Air Suci bisa meresap ke dalam tubuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar