Sebelumnya Saya minta maaf kalo tulisan saya ini terlalu subjektif atau gimana lah,, sekadar mengeluarkan pendapat.. :)
Sekarang saya sudah memasuki akhir dari Semester 5. Salah satu mata kuliah yang saya ambil adalah mata kuliah Perilaku Konsumen. Awalnya saya sangat appreciate sekali dengan mata kuliah ini karena materinya berisi tentang hal-hal untuk mengetahui Perilaku Konsumen. (jelas saja karena saya anak Fikom jurusan Manajemen Pemasaran).
Lama kelamaan saya sangat bosan sekali dengan mata kuliah ini, entah karena alasan materinya sedang tidak asik atau saya yang mulai kehilangan semangat belajar. Tiap kali Dosen menjelaskan materinya di depan kelas terkadang saya hanya mendengarkan sekilas saja dan tidak membuat catatan. begitu juga dengan minggu-minggu berikutnya, saya semakin tidak menaruh perhatian pada mata kuliah ini. Jelas saja, tiap kali menjelaskan materinya, apa yang dikatakan oleh Dosen tersebut tidak jauh berbeda dengan materi yang ada dalam komputernya.
Dosen ini pun dengan seenaknya memberikan softcopy-softcopy berisi materi kepada mahasiswa tanpa bertanggungjawab apakah isi materi tersebut dipahami oleh mahasiswanya. Dalam mata kuliah lain, sudah pasti ada KUIS. Begitu pula pada mata kuliah Perilaku Konsumen ini. Seingat saya sudah ada DUA KALI KUIS BERSIFAT OPEN BOOK. Disini, sang Dosen memberikan segelintir soal yang harus dijawab oleh mahasiswanya, dan kemudian mahasiswa tersebut bisa mencari jawabannya dalam handout yang sudah difotokopi. Tidak lupa juga sesekali Dosen tersebut memberikan petunjuk jawabannya. MENDIDIKKAH?
untuk Kuis yang kedua, soal yang diberikan hampir sama dengan Kuis yang Pertama.
Masih bisa dimaafkan jika Dosen tersebut mengawasi mahasiswa nya pada saat Kuis, atau memberlakukan tidak ada kerjasama antar Mahasiswa dalam mengerjakan Kuis ini. Yang terjadi adalah sang Dosen hanya berkata kepada Mahasiswa :
" Jangan kerjasama ya. Kalau sudah selesai, ketua kelas antarkan ke kantor saya"
Dan Dosen itu pun pergi keluar kelas meninggalkan mahasiswanya yang mengerjakan KUIS!!
Pernah suatu ketika Dosen tersebut menjelaskan tentang materi TEORI DIFUSI INOVASI UNTUK PELUNCURAN PRODUK. Setelah selesai menjelaskan materinya, Mahasiswa diberi tugas yaitu membuat langkah-langkah dalam meluncurkan produk (langkah-langkahnya hampir sama dengan pembuatan BAB 1 Skripsi). Oke, Disini saya masih mentoleransi untuk tidak terlalu tidak suka terhadap Dosen ini. Saya pikir tugas seperti ini cukup satu kali saja dilakukan dalam mata kuliah ini (analisis saya dalam beberapa mata kuliah, Mayoritas Dosen hanya memberikan SATU KALI tugas yang sama untuk SATU MATERI). Tetapi apa yang dilakukan oleh Dosen ini?
Sang Dosen menugaskan kembali kepada Mahasiswa untuk membuat BAB 1 seperti skripsi dengan judul yang sama yang pernah dibuat sebelumnya yang sudah saya jelaskan diatas. Tapi disini harus benar-benar lengkap (permintaan Sang Dosen). Dikumpul pasa saat UAS Mata Kuliah tersebut.
Saya tidak mengerjakan tugas ini. Bukan bermaksud apa-apa, saya hanya tidak ingin berada dalam lingkaran ini. Mudah-mudahan nilai-nilai kuis,absen, nilai UTS, UAS, semuanya bagus-bagus sehingga nilai saya tidak terlalu jelek. Dan kalau pun itu terjadi, tahun depan saya bisa mengulang dengan perasaan yang tidak sejengkel ini. Dan itu lebih menyenangkan.
lalu pernah saat dikelas, saya duduk paling depan. Sang Dosen bertindak seperti biasanya, hanya menjelaskan alakadarnya saja. Dengan berani, Saya duduk menyandar di kursi, tangan kiri menyandar di kursi, sedangkan tangan kanan sambil menopang dagu. Dengan senyuman yang sedikit meremehkan, mata saya terus menatap Sang Dosen dengan tajam. Sesekali saya memalingkan pandangan lalu melihat ke arah Dosen itu lagi dengan sinis. Saya harap Dosen itu sadar. ya Semoga
Contoh lainnya, pernah 2X BERTURUT-TURUT Sang Dosen ini tidak mengajar di kelas MANKOM A & B dikarenakan TIDAK ADA INFOKUS. Untuk alasan tidak efektif (alasan Sang Dosen), bisa dikatakan benar juga. Tetapi kalau dilihat untung Ruginya, MAHASISWA YANG RUGI.
1. Tidak mendapatkan penjelasan materi lebih rinci
2. Kasian mahasiswa yang sudah datang jauh-jauh, ketika sampai dikampus hanya mendengar kabar bahwa perkuliahan ditiadakan karena tidak ada INFOKUS (maklum infokus dikampus saya sudah beberapa kali kemalingan, tetapi masih ada beberapa infokus lainnya atau OHP di kelas2).
Dari 2 alasan diatas, saya rasa sudah cukup mewakili apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan oleh Dosen tersebut.
Kebetulan saya waktu itu sedang duduk diluar kelas menunggu jam kuliah Perilaku Konsumen. (teman-teman yang lain masi di sekitar gerbang kampus). Tiba-tiba Sang Dosen melewati saya. Saya hampiri dosen itu dan bertanya:
" Pak, nanti ada kuliah kan?"
" Oh nggak ada"
" kenapa nggak ada pak?"
" Soalnya nggak ada infokus, kan susah ya kalo saya harus menjelaskan materi nya satu per satu, saya tulis di whiteboard, ga mungkin kan!"
" ohh gitu pak, tapi kan minggu kemarin juga ga ada kuliah pak??"
" Iya, tapi kan ada softcopy nya, kamu minta aja ke temen kamu ya anak mankom A, saya buru-buru nih, saya harus pergi"
(disini saya sudah mulai kesal)
" mau kemana pak emang?"
" ada urusan"
(untuk sedikit bikin Riweuh Bapaknya,,,)
Saya menjawab:
" Yah pak, saya gatau siapa yang megang softcopy di mankom A nya!!"
"ya dicari aja temen kamu ya"
" Ya ayo dong pak, saya Copy langsung aja ya dari laptop bapak sekarang, bentar kok pak"
(alhasil, kita cari tempat duduk biar bisa copy bahannya,, lumayan saya lama-lamain waktu copy nya)
Maaf, dari tindakan saya diatas. Hanya ingin memberikan sedikit balasan karena Bapak itu yang dengan mudahnya berkata seperti itu, sedangkan lebih dari 60 orang kehilangan kesempatan belajar pada hari itu. Dimaklumi saja.
Dan jujur, sampai sekarang ini pun saya belum mendapatkan esensi dari materi ini walau sudah saya baca Handout nya berkali-kali.
Semoga apa yang sudah saya pilih ini adalah pilihan yang terbaik. Dan saya harap siapapun yang membaca ini, sadarlah akan ilmu yang teman-teman dapat pada saat kuliah, suatu saat akan diperlukan.
keren yan! mesti dipress terus tuh dosennya, karena kan mahasiswa berati kita yg aktif belajar, biar dosennya nyadar, kasian yg sudah belajar on time ke kampus kalo ga ada kuliah kan?
BalasHapusiyaa..bener bgt.. tp sygnya aku cm dpt sdkt dukungan suara nih untuk menindaklanjuti dosen yang kayak gt.. eh salam kenal yaa..
BalasHapushahahaha....tu dosen emang parah yani...hehe,
BalasHapussabar2...tahan emosi mu nak....ilmu bukan hanya keluar dr mulut dosen, tp kebanyakan keluar dari mulut2 buku
semangat dong.. ^^
BalasHapusanggap aja itu kesimbangan (balance) dalam kehidupan sebagai mahasiswa.
kadang kita juga takjub sama dosen yang begitu pinter ngasih kuliah dan ngertiin banget mahasiswanya.
tapi kadang kita ketemu dosen yang kalo dibandingin sama cerita kamu, lebih parah lagi.. :D
berpikir terbuka aja. misalnya gini: dari SD sampe SMA istilahnya menuntut ilmu. itu hak kita, kita boleh nuntut. kalo jadi mahasiswa kita pake istilah mencari ilmu. cari aja dimana2. gak ketemu di dalam ruang kuliah ya cari di perpus.. :D
no offence... boleh lah kl mau mojokin dosen, ati2 selama dia gak 'gigit' balik aja bisa2 kamu di blacklist. kritik dong, jgn gara gitu sampe pgn bilang "tahun depan saya bisa mengulang dengan perasaan yang tidak sejengkel ini"..
=='
sekali lagi, no offence..
semangat neng, karena GW tau, kamu lebih baik dari apa yang kamu share disini..
sorry, kritis, bukan kritik.. :D
BalasHapuswah makasih buat snchi atas komentarnya di blog ini..
BalasHapusmakasi jg utk ini:
"semangat neng, karena GW tau, kamu lebih baik dari apa yang kamu share disini..
sebenernya emg salah sih memilih utk:
"tahun depan saya bisa mengulang dengan perasaan yang tidak sejengkel ini"..
tapi alhamdulilah saya puas dan lega dgn pilihan saya ini,hehehee..
dan makasi sekali lagi atas masukannya.. :D
salam kenal.. :)