Komunikasi secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Komunikasi itu berguna ketika kita ingin menyampaikan sesuatu tentang apapun kepada siapapun. Komunikasi dapat disampaikan melalui alat komunikasi seperti telepon, sms, email, televise, dan lain-lain.
Thomas Scheidel mengatakan bahwa kita berkomunikasi untuk menyatakan, mendukung identitas diri, untuk membangun kontak social dengan orang di sekitar kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, atau berperilaku seperti yang kita inginkan. Menurutnya, tujuan dasar kita berkomunikasi adalah untuk mengendalikan lingkungan fisik dan psikologis kita.
Kalo menurut analisis Saya, dengan kita melakukan komunikasi maka akan membuat hidup kita lebih bahagia. Kenapa? Karena ketika kita berkomunikasi, kita berusaha menyampaikan apa yang sedang kita rasakan, kira pikirkan, dan kira rencanakan. Justru orang yang jarang berkomunikasi bisa jadi “gila” karena tidak bisa menyalurkan apa yang sedang dirasakannya.
Ketika Anda sedang merasa jatuh cinta, katakan saja Anda suka. Jangan sungkan-sungkan, karena adalah hal yang wajar ketika kita menyatakan perasaan, tidak ada yang salah dengan itu. Pernyataan itu kita sepakati sebagai pengungkapan refleksi hati. Ada orang, karena saking memendam perasaannya, jadi uring-uringan sendiri, bingung sendiri mau gimana, perasaannya ga tenang, pas ketemu Doi grogi minta mapun, ya serba salah deh. Coba kalo diungkapin, entah pernyataan itu dijawab pula dengan pernyataan suka atau tidak, ya nggak masalah. Karena pada intinya, yang ditekankan adalah salah satu bentuk komunikasinya. Coba liat, orang-orang yang berani berkata jujur atas perasaannya, biasanya menjalankan hidup lebiih enteng, karena sudah tidak ada beban lagi dihatinya. Dia bisa tertawa bahagia atau menangis sedih. Ya, itu bentuk pelepasan emosi karena telah dilakukannya komunikasi.
Jelas sekali komunikasi itu penting. Dalam situasi apapun dan dimanapun.
Bayi saja berkomunikasi kok, ketika Bayi ingin ngompol atau mimik susu, cara Bayi menyampaikan pesannya adalah dengan menangis. Dalam hal ini Si Bayi menggunakan bahasa nonverbal. Ketika kita baru saja menginjakkan kaki di Kota yang tidak kita kenal, otomatis, kita akan bertanya dengan orang tentang alamat yang ingin kita tuju. Ya, sekali lagi, itu contoh kecil komunikasi, dan terjadi dimana-mana.
Saya kadang tidak setuju dengan pendapat teman-teman Saya dari Fakultas lain yang seringkali mengejek tentang Komunikasi. Mereka bilang “Ngapain jauh-jauh kuliah di Bandung Cuma buat belajar ngomong doing?!”. Helllooooo Guysss.. Saya juga bisa kok balik Tanya, misalnya “Ngapain jauh-jauh kuliah di Fakultas Perikanan buat jadi tukang Ikan/Peternak Ikan doing?!”. Tapi sayangnya, mbok ya cerdas dikit toh bikin pernyataan. Makanya Allah menciptakan banyak sekali ragam ilmu di dunia ini, dna membiarkan banyak manusia bereproduksi, ya pada intinya agar kita saling belajar dan saling berbagi satu sama lainnya. Pada intinya kita semua sama kok dimata Allah, sama-sama mencari pengetahuan. Dan Allah suka hamba-Nya yang selalu mencari ilmu.
Jadi, sekali lagi, Komunikasi itu bisa kita gunakan di berbagai macam kegiatan dan kondisi apapun. Bidang ilmu apapun pasti menggunakan komunikasi. Pengusaha memakai jasa seorang Marketing untuk mengkomunikasikan produknya, Presiden berpidato untuk menyampaikan sukacita karena Indonesia merdeka, Artis memakai jasa televise untuk mempromosikan album barunya, Dan seorang tukang sol sepatu pun berkomunikasi saat berkeliling. Semua bentuk kegiatan di dunia ini menggunakan komunikasi, baik komunikasi verbal, nonverbal, melalui symbol, tanda, komunikasi melalui media, dan lain-lain.
Selain itu, komunikasi dapat membantu kita mencapai tujuan kita dan memecahkan masalah kita. Sebagai contohnya, Ada seorang mahasiswa yang sedih karena Dosen pembimbing untuk skripsi yang di requestnya tidak disetujui oleh Ketua Jurusannya. Padahal Dosen tersebut dapat membantu mahasiswa tersebut mendapatkan kemudahan saat akan penelitian di tempat objek penelitiannya. Karena sedih, mahasiswa itupun cuma bisa menerima dan diam karena bisa dapat akses darimana lagi kalau tidak dari Dosen Pembimbing yang di requestnya itu. Beberapa hari mahasiswa itu tidak bersemangat karena bingung apakah nanti penelitiannya akan berhenti di tengah jalan karena sulitnya mendapatkan akses. Pada suatu hari, si mahasiswa tersebut mencoba berkomunikasi dengan Ketua Jurusannya itu terkait dengan hambatan dalam penelitiannya, secara detail mahasiswa itu ceritakan. Ketua Jurusannya pun menertawakan mahasiswa itu, dan bilang jangan takut. Kamu bisa mendapatkan akses itu dari Saya. Yap, itulah salah satu contoh keberhasilan komunikasi. Ketika kita hanya memendamnya saja, tidak akan ada ilham yang datang, sedangkan ketika mahasiswa itu mencoba mengkomunikasikannya dengan jelas, tentu akan terjadi pertukaran informasi dan pikiran sehingga bisa diambil jalan keluar yang baik pula.
So, komunikasi itu penting loh. Komunikasi bisa menunjukkan identitas diri kamu, komunikasi bisa menjadi pernyataan eksistensi kamu, dan dengan komunikasi bisa memudahkan kelangsungan hidup kamu, memupuk hubungan dan memperoleh kebahagiaan buat kamu.
Ga masalah kita di bidang apapun, konsentrasilah pada bidang kita masing-masing. Tiap orang punya kekurangan dan kelebihan. Mungkin saat ini saya ahli di dalam komunikasi dan tidak ahli di bidang IT. Atau mungkin Anda yang sekarang Ahli di bidang kedokteran tetapi tidak ahli di bidang komunikasi. Gapapa, itu udah jalan hidup kita, kita yang memilih itu, dan tentunya kita akan sukses di bidang kita masing-masing.
So Guys, buang jauh-jauh pemikiran kalo kita jauh lebih baik dari Dia, Dia, dan Dia. Kita sama kok. Hanya jalannya saja yang berbeda…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar