Kamis, 14 Maret 2013

Kekuatan Media Massa, Kemauan dan Semangat

Bekerja sebagai Staff Administrasi di sebuah perusahaan konsultan IT merupakan suatu hal yang baru bagi Saya. Walaupun terkadang merangkap dengan pekerjaan yang lain juga, well gapapa juga. Sambil menyelam minum Air.. :)

Pagi ini dikantor terasa sepi. Karena Para Teknisi perusahaan Kami sedang kerja ke lapangan semua. Hanya ada Saya seorang didalam ruangan ini. Harian Pagi yang tadi pagi saya beli menemani pagi saya dengan berita-berita hangat didalamnya. Tugas-tugas kecil yang saya kerjakan juga sudah mulai selesai semuanya. Berkomunikasi via telepon dengan teman Penyiar Saya dulu (Saya sempat menjadi Penyiar rupanya :D) kami berbagi beragam informasi yang kami ketahui.. Dan juga BBMan dengan project Manager perusahaan kami dan beberapa teman lainnya menjadi aktifitas rutin setiap pagi sepertinya. 

Setelah kemarin (Rabu) merasakan kejengkelan, kekesalan, dan gondok yang luar biasa dari pagi sampai malam. Cukup terbayar dengan suasana yang nyaman pagi ini. Pagi-pagi Saya sudah sarapan nasi goreng yang disiapkan Papa Saya, dan kemudian Orang terkasih menjemput untuk mengantar Saya pergi ke kantor, dan kebetulan Saya lupa bawa dompet, jadi Saya dipinjemin duit dulu sama Kak Rendi :D. Baru sampai ke kantor sudah disambut senyuman manis dari teman-teman resepsionis BSB, Satpam yang juga ramah, dan suasana kantor yang sepi namun nyaman. Walaupun ada seorang teman yang menjengkelkan pagi ini, sudah bikin riweuh, abaikan saja. Dan tadi juga sempat telponan dengan rekan mengajar Saya di SMA, Dia juga sempat memberikan semangat kepada Saya untuk terus fokus dan berani. Dan ada satu hal lagi yang akhirnya tergerak membuat saya ingin menulis di blog pagi ini..Sang Pelamar..

Kemarin (Rabu), Saya dan Pak Denny ke Harian Pagi Sripo untuk memasang iklan lowongan kerja sebagai Teknisi dan Staff IT di perusahaan Kami. Dengan ukuran 8x8cm dan ditayangkan selama seminggu, Kami berharap "Gayung Bersambut", banyak pelamar yang mengirimkan berkas lamarannya ke kantor kami. Iklannya sendiri baru mulai terbit Hari ini, tanggal 14 Maret 2013-20 Maret 2013. Kurang lebih Pukul 10.00 WIB, teman resepsionis BSB memberikan informasi bahwa ada yang akan menyerahkan surat lamaran ke perusahaan Kami, saya persilahkan orang tersebut untuk langsung datang ke kantor Kami. Dan yang Saya temui adalah seorang Pria memakai jaket, berkacamata agak tebal, kulitnya agak hitam ditemani dengan seorang perempuan berjilbab, kecil dan manis sekali. Mereka berdua sangat sopan, pada saat masuk ruangan langsung memberikan senyuman termanis mereka, dan pastinya saya berikan senyuman termanis Saya juga dong. Hhehehehe..

Saya tanya Sama Si pelamar, "Dapat informasinya darimana?", "Dari koran Mbak, jawabnya". Melihat mereka berdua (sepasang kekasih nampaknya ya) jadi adem sekali. Dan "Trinnggg" di otak Saya terlintas...
"Iklannya baru dipasang hari ini, jam 10 Dia mengantarkan suratnya ke kantor, saya liat alamat rumahnya di jalan balap sepeda, deket-deket TVRI. berarti ambil waktu misalnya Dia beli koran jam 7, jam 9 udah beres toh bikin surat lamarannya, ada waktu 2 jam untuk menyiapkannya dan Saya liat juga surat lamarannya rapi sekali, benar-benar dia edit menjadi manis untuk dilihat".
saya langsung merasa, Ya Allah Saya sudah termasuk orang yang cukup beruntung. kalau saya sendiri, jujur, ga akan secepat itu merespon untuk langsung bikin surat lamaran kalau ada lowongan kerja, pasti saya tunda satu hingga dua hari dulu. Betapa orang-orang sekarang memang sulit mendapatkan lapangan pekerjaan di tengah kehidupan perekonomian dan gaya hidup yang semakin meningkat.

Dan saya teringat kembali waktu kuliah dulu, Dosen Saya pernah berkata efek media massa itu dahsyat sekali. ya itu Saya rasakan pagi ini melalui Asis Budiyanto, Sang Pelamar Pekerjaan. Dan Saya merasakan bahwa Saya harus lebih semangat, fokus, dan bekerja maksimal dengan apa yang sudah Saya dapatkan sekarang.

Terimakasih Tuhan, Saya mendapatkan pelajaran pagi ini dan belajar menghargai apa yang sudah Engkau berikan kepadaku..


Senin, 11 Maret 2013

Cara Berkomunikasi menunjukkan Kualitas Dirimu

Kalimat diatas rasanya sudah pernah terdengar di telinga bukan?

Ya, cara berkomunikasi menunjukkan kualitas dirimu. Kualitas disini bisa kita artikan secara luas, kualitas bisa menunjukkan sejauh mana tingkat intelektual seseorang, sejauh mana seseorang memiliki sifat yang introvert atau ekstrovert, dan sejauh mana seseorang terhadap tingkat keseimbangan dirinya terhadap orang lain. Karena ketika seseorang berkomunikasi, baik secara lisan maupun non lisan, kita bisa menebak kualitas dirinya melalui pilihan kata-katanya, bagaimana cara Dia menanggapi lawan bicaranya, bagaimana cara Dia menyampaikan opininya, dan bagaimana tingkat emosi nya. Semuanya bisa kita ketahui dari cara Dia berkomunikasi.

Ambil contoh ringan seperti ini, ketika Kamu bertemu dengan seseorang yang baru dikenal. Hal yang pertama Kamu lakukan adalah mengajak kenalan kan, minimal tersenyum kepadanya. Benar??. Oke, pada saat Kamu sudah mengajak kenalan atau tersenyum kepadanya, ternyata Dia tidak membalas senyummu dan hanya melihat Kamu saja. Apa reaksimu?
a. Penasaran dan tersenyum lagi kepadanya kemudian mencoba mendekatinya untuk berkenalan
b. Merasa diacuhkan
c. Menjadi malas dan menjauh dari Dia
Ayo jawaban Kamu yang mana?

Hampir sebagian orang pasti memilih B atau C. Hanya orang yang sabar, ramah dan besar hati yang menjawab A. itu fakta loh..

Perlu diketahui bahwa tersenyum itu merupakan salah satu bagian dari Komunikasi Nonverbal. Ketika dari hal kecil pun seperti tersenyum dalam contoh diatas, Kamu tidak mendapatkan respon yang baik dari lawan bicaramu, dapat dipastikan bahwa Orang tersebut pasti memiliki kualitas diri dengan tingkat kepribadian yang tidak ramah, acuh tak acuh dan tidak peduli. Dalam kehidupan di lingkungan sosial maupun di tempat Kamu bekerja. Kamu perlu menjadi seseorang yang "tidak gampang dinilai memiliki kualitas diri rendah". Karena untuk hubungan jangka panjang, orang lebih menyukai pribadi-pribadi yang ramah dan murah senyum, karena hal itu akan membuat mereka nyaman berkomunikasi dan berhubungan lebih jauh dengan Kamu.

Contoh Kedua, Kamu pernah bertemu dengan orang yang pendidikannya lebih tinggi dari Kamu Nggak? kalo pernah, Apakah kamu merasa Dia lebih baik dari Kamu? Iya atau Nggak?

Pasti macem-macem ya jawabannya, ada yang jawab Iya, pinter banget, cerdas, wawasannya lebih luas dari Saya. Atau ada yang jawab, nggak kok, Saya sama Dia ga jauh beda, yang beda cuma angka setelah S aja. Saya S1 Dia S2. Pendapat seperti itu wajar, karena Setiap orang berbeda. Ada yang Pendidikan rendah kualitas diri rendah, Pendidikan rendah kualitas diri tinggi, Pendidikan tinggi kualitas diri rendah dan Pendidikan tinggi kualitas diri tinggi.  Empat kategori itu pasti sudah pernah Kamu temui kan?


  • Kalau Pendidikan rendah kualitas diri rendah, bisa dimaklumi. 
  • Kalau Pendidikan rendah kualitas diri tinggi itu wajar. Banyak orang-orang yang tidak berpendidikan, tetapi karena ajaran orangtua, pengalaman hidup, membuat diri mereka memiliki kualitas diri tinggi, mereka ga mau mengemis, mereka masih mau berusaha untuk mencari nafkah.
  • Kalau Pendidikan tinggi kualitas tinggi. itu Hebat. Udah pinter, kualitasnya bagus lagi. Misalnya ada profesor, Beliau pasti pintar kan karena bisa dapet gelar Profesor, dibalik itu ternyata, Beliau Ramah, mau berbagi, bikin perusahaan agar menyerap banyak tenaga kerja tidak menganggur, Ringan tangan pula. itu Hebat.
  • Nah Kalau Pendidikan tinggi kualitas diri rendah, Sayang sekali. Wong udah sekolah tinggi-tinggi kok malah punya kualitas diri rendah?? Ya toh? Apalagi kalau sampai membanggakan pendidikannya dan membandingkannya dengan orang yang berpendidikan rendah dibawah Dia? Sayang sekali kalau kata Saya. Berarti Orang tersebut cenderung Sombong dengan apa yang sudah didapatkannya padahal Dia sendiri mungkin tidak sebaik yang Dia pikirkan dan orang lain pikirkan. Istilahnya "Tidak Down to Earth". Padahal akan lebih baik sikap sombongnya itu tidak usah ditunjukkan. Kalau bertemu dengan tipe orang seperti itu, rasanya ingin senyum-senyum sendiri. Kasian. 
So, Kamu yang mana? jangan sampai termasuk golongan Pendidikan Tinggi Kualitas Rendah ya...
Karena, ingat, dimanapun Kamu berada, tanpa Kamu sadari orang selalu menilai Kamu. Mulai dari sekarang bentuklah dirimu agar memiliki Kualitas Diri yang Tinggi dengan cara mengubah cara berkomunikasi Kamu menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Karena dengan Kualitas diri yang tinggi, orang bisa saja mengira Kamu ternyata adalah orang yang berpendidikan Tinggi walaupun kenyatannya tidak. 
Bagus kan?  :)




Selasa, 05 Maret 2013

Komplikasi antara Semangat dan Ego

Dear Diary, Aku sebel dehh... (Ih geuleuh yah, kayak ababil jaman SMP dulu, hahahahaa)

Hey blogger, whatsup yoo yooo??
Udah dua hari ini badan bawaannya ga bersemangat kalau kerja dikantor. Entah ya, karena Saya ngerasanya kok minggu kemarin itu cuapekknya pol banget. Kerja hari senin-jumat dari pagi smpe keluar kantor jam setengah 6 dan terkadang dilanjutin sama jalan-jalan. Trus Sabtu paginya dah harus ke SMAN 1 ngajar jam 8 sampe jam 10 dan langsung dilanjutin ngajar di SMAN 5 dari jam 11 sampe jam 1, dan ngaret pulangnya sampe jam 4an. nyampe rumah makan, nonton, istirahat, mandi, tidur. Berasa terkuras. Asupan vitamin yang masuk ga seimbang sama aktivitas yang dijalanin. Tapi sebenernya fun kok menjalani semua ini, cuma masih agak kaget aja sama jadwalnya. Dan minggu ini, beneran kerja dikantor berasa lama banget, badan lemes, laper (padahal udah sarapan), sepi karena temen-temen dikantor pada pergi ke lapangan semua, walaupun ada waktu luang dikantor, tetep dipake untuk mikirin kostum-kostum yang bakal dipake sama anak-anak SMAN 1& SMAN 5 untuk acara kunci tahun mereka, total ada 53 kostum (30 SMAN 5 dan 23 SMANSA) dengan jangka waktu harus diselesaikan adalah 1 bulan 15 hari lagi. Woww banget ga sih?? (lebaaaayyy dehhhhh......)

Serius nih, udah mulai ga bisa berpikir jernih lagi, mulai kacau. harus minum Mizone biar 100% lagi, minum KraetingDeng biar kuat staminanya kayak sopir-sopir truk, harus banyak minum kopi kayak tukang ojek biar ga ngantuk. Ibarat Spidometer motor, bensinnya sih ada, tapi jaruym merahnya udah goyang-goyang ga jelas. udah rusak. Hahahahaaa. Hedeeeeeeeehhhh. Untuk ngilangin capek dan pusing, Saya udah punya stok game Angrybird sama Plants vs Zombie buat refreshing, tapi tetep aja ada kalanya main game itu bosen. (Kayak iklan aja, padahal ga dibayar sama produsen juga (-,-)

Dan kenapa kayaknya beban banget gitu ya buat saya, kareeennnaaaaaaaaaaaaaaa..... "i thought i was not one entity with my partner" sorry to say like that.. Kami punya niat yang sama. Tapi ketika kami harus meleburkan ide untuk 53 kostum ini, Saya kok ngerasanya ga begitu dihargain ya. Dalam artian awalnya kita udah sharing ide, udah oke nih, udah deal. Tapi pas udah eksekusi di lapangan, jadi beda, Dia suka memutuskan sendiri tiba-tiba dan yaaa udah bisa ditebak kan jadinya gimana. Padahal Saya udah meluangkan waktu loh untuk gambar dan berpikir. Maksudnya ya mbok jangan gitu-gitu bangetlah. hampir tiap malem kita telponan buat ngebahas kostum, tapi?? ya udahlah lah yaa. And I felt I was not given the opportunity to talk a lot. Jadi udah beberapa kali. misalnya Dia udah ngomong di depan kelas (kebetulan dia emang udah lebih banyak pengalaman ngomongnya), trus gantian saya yang ngomong. Nah, ketika ada satu kalimat dari saya yang "kena", dia langsung nyambung dan ngambil alih, padahal ya kalau di Pidato, saya tuh baru mau ngomong " dan tak lupa juga junjungan Nabi besar kita, Muhammad SAW". baru mau mulai gitu loh. Kalau Dia bisa memutar kata-kata belum langsung to the point. Jadi saya tuh ngerasa,. Oke bagian Saya diambil. Fine, saya ngalah. Tar, ada lagi momennya yang gitu, diambil lagi, oke saya ngalah. Salah saya kali ya terlalu mengalah.

Dari cerita diatas, sekarang ini, kalau kondisinya terus kayak gini, bisa-bisa saya jadi males mikir dan apatis ga mau bantuin lagi. Karena saya sudah berusaha meluangkan waktu, tenaga dan pikiran, tapi digituin. Apalagi kantor saya ini kantor swasta, digaji berdasarkan kinerja kita. Walau dikantor sedang santai bukan berarti saya bisa meninggalkan kantor seenaknya. Kalau PNS mungkin lebih longgar peraturannya. Saya cuma butuh keseimbangan saja di tengah-tengah kondisi seperti ini. Itu....

Senin, 04 Maret 2013

Fotografer kacangan

Awal kisah dimulai pada saat SMA dulu.. masih jaman-jamannya Booming HP Kamera tuh. tentunya walaupun bukan jenis hp yg top banget, pengen juga dong eksis di depan kamera. Pastinyaa.. bermodal dengan hp (yg penting ada kameranya) mulailah perburuan mencari angle yg pas untuk foto diri sendiri. Mulai dari pose senyum atau ketawa yg bagus keliatan di kamera, sampe dengan pose gaya bebas. hahahaa ya jaman SMA ababil lah yaa. Dimaklumin aja..

Sampe pada akhirnya terus berlanjut ke jenjang sekolah yang lebih tinggi yaitu Kuliah. Nah, semester pertama kami, diajarin mata kuliah Fotografi. disini sudah mulai belajar sedikit demi sedikit teknik fotografi secara umum, mulai dari pengenalan jenis-jenis kamera, teknik pengambilan gambar, ISO, dan lain-lain.. Tapi disini ga terlalu berlanjut sih.. karena lignkungan sekitar yang kurang kondusif. Baru berasa banget bahwa saya suka fotografi itu pas di Pare, Kediri. Bertemu dengan beragam temen dari penjuru provinsi di Indonesia ini, dan bersahabat dengan sekumpulan teman-teman yang unik-unik dan punya semangat ngebolang. Di rombongan kami itu, ada yang namanya Meri, dia suka banget jalan, anak pengusaha kaya asal Padang yg tinggal di jakarta tapi menimba ilmu di Pare, dan juga ada Farid, anak dari Pulau Borneo yang juga kebetulan punya tujuan yang sama seperti Meri tadi. Yang kompak dari awal sampe akhir perjalanan sih cuma Kami berttiga, kalo yang lainnya juga banyak yang gabung, tapi per trip kita aja. ganti-gantian siapa yg ikut, ada Mama mae, Fili, Ami, Herlan, Juju, Cece, dan lain-lain. Cuma kita bertiga yang ga pernah absen jalan-jalan setiap weekend. Saya sama Meri ketuleran farid yang hobi mendokumentasikan tiap aktifitas dimanapun berada. Orang yang lagi minum aja difoto, sopir angkot difoto. Dan setiap ada kegiatan juga selalu didokumentasikan dalam bentuk video. Awalnya sempet mikir, Ya ampun nih anak segitunya banget difotoin smeua, tapi lama kelamaan nuler juga ke kita. dan emang kerasa banget ketika sesuatu yang pernah kita pijaki kita dokumentasikan, ga akan pernah dilupakan seumur hidup memori itu (asal file nya masih ada).

Dari sanalah, saya jadi ketuleran semangat fotografi. Hal apapun yang menarik walaupun semut lewat juga difotoin. kalau saya, lebih suka dengan tema foto Alam atau kehidupan sosial. Disana kita bisa lebih banyak mengeksplor teknik pengambilan foto dan spot-spot yang menarik untuk di foto. Dan kebetulan karena hobi saya sama, jadi lebih nyambung aja. kalu tipe orang yang fashionable, mungkin lebih suka foto dengan tema model, dan keindahan manusia kali ya. Ada juga yang hobi foto dengan tema binatang karena mereka pecinta binatang. Dan masih banyak tema-tema lainnya yang bisa dijadiin momen buat foto-foto.

Sekarang, sempat terpikir untuk jadi fotografer kacangan dengan bermodalkan kamera digital biasa, yang penting kita tahu spot foto mana yang indah. trus cekriikk... foto dehhh... Ga perlu nunggu harus punya Kamera DSLR. untuk pemula ya cari banyak pengalaman lewat kamera digital juga bukan sesuatu yang ZOnk banget kok. Yang penting kan kalau fotografer itu, proses belajar dan menjiwai saja. tar kalau ada fasilitasnya baru tinggal dikembangkan lagi aja.

Karena saya tiap pulang kerja selalu menjelang masgrib dan melihat senja melalui jembatan ampera. terpikir untuk barang beberapa menit meluangkan waktu sebelum sampai dirumah utnuk menyalurkan hobi foto ini untuk konsumsi dan kebutuhan pribadi dulu aja. Menghilangkan kepenatan kerja, dan kesuntukan yang juga terkadang melanda, bisa jadi alternatif yang lebih bagus daripada dikit-dikit ke Mall. Hahahhaaaa..

Ganbatte!!