Kalimat diatas rasanya sudah pernah terdengar di telinga bukan?
Ya, cara berkomunikasi menunjukkan kualitas dirimu. Kualitas disini bisa kita artikan secara luas, kualitas bisa menunjukkan sejauh mana tingkat intelektual seseorang, sejauh mana seseorang memiliki sifat yang introvert atau ekstrovert, dan sejauh mana seseorang terhadap tingkat keseimbangan dirinya terhadap orang lain. Karena ketika seseorang berkomunikasi, baik secara lisan maupun non lisan, kita bisa menebak kualitas dirinya melalui pilihan kata-katanya, bagaimana cara Dia menanggapi lawan bicaranya, bagaimana cara Dia menyampaikan opininya, dan bagaimana tingkat emosi nya. Semuanya bisa kita ketahui dari cara Dia berkomunikasi.
Ambil contoh ringan seperti ini, ketika Kamu bertemu dengan seseorang yang baru dikenal. Hal yang pertama Kamu lakukan adalah mengajak kenalan kan, minimal tersenyum kepadanya. Benar??. Oke, pada saat Kamu sudah mengajak kenalan atau tersenyum kepadanya, ternyata Dia tidak membalas senyummu dan hanya melihat Kamu saja. Apa reaksimu?
a. Penasaran dan tersenyum lagi kepadanya kemudian mencoba mendekatinya untuk berkenalan
b. Merasa diacuhkan
c. Menjadi malas dan menjauh dari Dia
Ayo jawaban Kamu yang mana?
Hampir sebagian orang pasti memilih B atau C. Hanya orang yang sabar, ramah dan besar hati yang menjawab A. itu fakta loh..
Perlu diketahui bahwa tersenyum itu merupakan salah satu bagian dari Komunikasi Nonverbal. Ketika dari hal kecil pun seperti tersenyum dalam contoh diatas, Kamu tidak mendapatkan respon yang baik dari lawan bicaramu, dapat dipastikan bahwa Orang tersebut pasti memiliki kualitas diri dengan tingkat kepribadian yang tidak ramah, acuh tak acuh dan tidak peduli. Dalam kehidupan di lingkungan sosial maupun di tempat Kamu bekerja. Kamu perlu menjadi seseorang yang "tidak gampang dinilai memiliki kualitas diri rendah". Karena untuk hubungan jangka panjang, orang lebih menyukai pribadi-pribadi yang ramah dan murah senyum, karena hal itu akan membuat mereka nyaman berkomunikasi dan berhubungan lebih jauh dengan Kamu.
Contoh Kedua, Kamu pernah bertemu dengan orang yang pendidikannya lebih tinggi dari Kamu Nggak? kalo pernah, Apakah kamu merasa Dia lebih baik dari Kamu? Iya atau Nggak?
Pasti macem-macem ya jawabannya, ada yang jawab Iya, pinter banget, cerdas, wawasannya lebih luas dari Saya. Atau ada yang jawab, nggak kok, Saya sama Dia ga jauh beda, yang beda cuma angka setelah S aja. Saya S1 Dia S2. Pendapat seperti itu wajar, karena Setiap orang berbeda. Ada yang Pendidikan rendah kualitas diri rendah, Pendidikan rendah kualitas diri tinggi, Pendidikan tinggi kualitas diri rendah dan Pendidikan tinggi kualitas diri tinggi. Empat kategori itu pasti sudah pernah Kamu temui kan?
- Kalau Pendidikan rendah kualitas diri rendah, bisa dimaklumi.
- Kalau Pendidikan rendah kualitas diri tinggi itu wajar. Banyak orang-orang yang tidak berpendidikan, tetapi karena ajaran orangtua, pengalaman hidup, membuat diri mereka memiliki kualitas diri tinggi, mereka ga mau mengemis, mereka masih mau berusaha untuk mencari nafkah.
- Kalau Pendidikan tinggi kualitas tinggi. itu Hebat. Udah pinter, kualitasnya bagus lagi. Misalnya ada profesor, Beliau pasti pintar kan karena bisa dapet gelar Profesor, dibalik itu ternyata, Beliau Ramah, mau berbagi, bikin perusahaan agar menyerap banyak tenaga kerja tidak menganggur, Ringan tangan pula. itu Hebat.
- Nah Kalau Pendidikan tinggi kualitas diri rendah, Sayang sekali. Wong udah sekolah tinggi-tinggi kok malah punya kualitas diri rendah?? Ya toh? Apalagi kalau sampai membanggakan pendidikannya dan membandingkannya dengan orang yang berpendidikan rendah dibawah Dia? Sayang sekali kalau kata Saya. Berarti Orang tersebut cenderung Sombong dengan apa yang sudah didapatkannya padahal Dia sendiri mungkin tidak sebaik yang Dia pikirkan dan orang lain pikirkan. Istilahnya "Tidak Down to Earth". Padahal akan lebih baik sikap sombongnya itu tidak usah ditunjukkan. Kalau bertemu dengan tipe orang seperti itu, rasanya ingin senyum-senyum sendiri. Kasian.
So, Kamu yang mana? jangan sampai termasuk golongan Pendidikan Tinggi Kualitas Rendah ya...
Karena, ingat, dimanapun Kamu berada, tanpa Kamu sadari orang selalu menilai Kamu. Mulai dari sekarang bentuklah dirimu agar memiliki Kualitas Diri yang Tinggi dengan cara mengubah cara berkomunikasi Kamu menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Karena dengan Kualitas diri yang tinggi, orang bisa saja mengira Kamu ternyata adalah orang yang berpendidikan Tinggi walaupun kenyatannya tidak.
Bagus kan? :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar