Senin, 04 Maret 2013

Fotografer kacangan

Awal kisah dimulai pada saat SMA dulu.. masih jaman-jamannya Booming HP Kamera tuh. tentunya walaupun bukan jenis hp yg top banget, pengen juga dong eksis di depan kamera. Pastinyaa.. bermodal dengan hp (yg penting ada kameranya) mulailah perburuan mencari angle yg pas untuk foto diri sendiri. Mulai dari pose senyum atau ketawa yg bagus keliatan di kamera, sampe dengan pose gaya bebas. hahahaa ya jaman SMA ababil lah yaa. Dimaklumin aja..

Sampe pada akhirnya terus berlanjut ke jenjang sekolah yang lebih tinggi yaitu Kuliah. Nah, semester pertama kami, diajarin mata kuliah Fotografi. disini sudah mulai belajar sedikit demi sedikit teknik fotografi secara umum, mulai dari pengenalan jenis-jenis kamera, teknik pengambilan gambar, ISO, dan lain-lain.. Tapi disini ga terlalu berlanjut sih.. karena lignkungan sekitar yang kurang kondusif. Baru berasa banget bahwa saya suka fotografi itu pas di Pare, Kediri. Bertemu dengan beragam temen dari penjuru provinsi di Indonesia ini, dan bersahabat dengan sekumpulan teman-teman yang unik-unik dan punya semangat ngebolang. Di rombongan kami itu, ada yang namanya Meri, dia suka banget jalan, anak pengusaha kaya asal Padang yg tinggal di jakarta tapi menimba ilmu di Pare, dan juga ada Farid, anak dari Pulau Borneo yang juga kebetulan punya tujuan yang sama seperti Meri tadi. Yang kompak dari awal sampe akhir perjalanan sih cuma Kami berttiga, kalo yang lainnya juga banyak yang gabung, tapi per trip kita aja. ganti-gantian siapa yg ikut, ada Mama mae, Fili, Ami, Herlan, Juju, Cece, dan lain-lain. Cuma kita bertiga yang ga pernah absen jalan-jalan setiap weekend. Saya sama Meri ketuleran farid yang hobi mendokumentasikan tiap aktifitas dimanapun berada. Orang yang lagi minum aja difoto, sopir angkot difoto. Dan setiap ada kegiatan juga selalu didokumentasikan dalam bentuk video. Awalnya sempet mikir, Ya ampun nih anak segitunya banget difotoin smeua, tapi lama kelamaan nuler juga ke kita. dan emang kerasa banget ketika sesuatu yang pernah kita pijaki kita dokumentasikan, ga akan pernah dilupakan seumur hidup memori itu (asal file nya masih ada).

Dari sanalah, saya jadi ketuleran semangat fotografi. Hal apapun yang menarik walaupun semut lewat juga difotoin. kalau saya, lebih suka dengan tema foto Alam atau kehidupan sosial. Disana kita bisa lebih banyak mengeksplor teknik pengambilan foto dan spot-spot yang menarik untuk di foto. Dan kebetulan karena hobi saya sama, jadi lebih nyambung aja. kalu tipe orang yang fashionable, mungkin lebih suka foto dengan tema model, dan keindahan manusia kali ya. Ada juga yang hobi foto dengan tema binatang karena mereka pecinta binatang. Dan masih banyak tema-tema lainnya yang bisa dijadiin momen buat foto-foto.

Sekarang, sempat terpikir untuk jadi fotografer kacangan dengan bermodalkan kamera digital biasa, yang penting kita tahu spot foto mana yang indah. trus cekriikk... foto dehhh... Ga perlu nunggu harus punya Kamera DSLR. untuk pemula ya cari banyak pengalaman lewat kamera digital juga bukan sesuatu yang ZOnk banget kok. Yang penting kan kalau fotografer itu, proses belajar dan menjiwai saja. tar kalau ada fasilitasnya baru tinggal dikembangkan lagi aja.

Karena saya tiap pulang kerja selalu menjelang masgrib dan melihat senja melalui jembatan ampera. terpikir untuk barang beberapa menit meluangkan waktu sebelum sampai dirumah utnuk menyalurkan hobi foto ini untuk konsumsi dan kebutuhan pribadi dulu aja. Menghilangkan kepenatan kerja, dan kesuntukan yang juga terkadang melanda, bisa jadi alternatif yang lebih bagus daripada dikit-dikit ke Mall. Hahahhaaaa..

Ganbatte!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar