Senin, 27 Januari 2014

No Title

Dulu, waktu lulus SMA menggebu-gebu pengen masuk Universiats terkenal dan Kece
Setelah kuliah, pengen dapet IPK Cumlaude.
Setelah dapet IPK Cumlaude, pengen dapet kerja yang bagus dan gaji gede
Setelah kerja dan dapet gaji, pengen ini pengen itu.
Buanyaak bangeet pengennya manusia
Sampai sekarang, kalau mau ngikutin pengennya manusia, ga akan ada akhirnya..

Seiring berjalannya waktu,yang dipikirin sekarang adalah hidup tenang dan nikmat, dekat sama orang-orang tersayang, berkecukupan, bisa travelling keliling Indonesia dan Dunia, dan jadi orang yang baik dan benar.

Apalagi kilauan dunia semakin menyilaukan, setan ada di setiap sudut kota.
Apa gunanya berlomba-lomba menjadi perhatian orang banyak jika Allah berpaling dari-Mu
Apa gunanya berharap mendapat pujian orang banyak, jika Kau tak pernah bershalawat kepada Nabi.
Apa gunanya cari muka dan baik sama orang lain, jika selalu melawan dan marah kepada orangtua.

Kadang ngerasa dunia ini sebentar lagi kiamat, dan umur saya cuma sampai besok, lusa, atau minggu depan.
Kadang ketika mata ini akan terpejam, berharap besok pagi inginnya terbangun lagi begitu juga hari esok dan seterusnya.
Astafirullah, bekal apa yang sudah saya siapkan nanti..

Apa kabar teman-temanku yang sudah duluan Engkau panggil?
Mereka senang atau sengsara disana?

Astafirullah.. Berikanlah kesempatan kepada semua umat muslim di dunia ini untuk bertaubat kembali ke jalan-Mu.. Aamiin YRA.





Senin, 13 Januari 2014

Bermimpi sedang Kiamat

Saya bermimpi terjadi Kiamat, Pertanda apakah?

Semalam, saya tidak begitu ingat kronologinya. Saya ingat saat ini diumumkan secara luas bahwa Pada Tanggal X Bulan X Tahun X akan terjadi kiamat. Bersiap-siaplah semua orang, ada yang takut, ada yang bahagia menyambut kiamat datang. Termasuklah saya mempersiapkan diri juga. 

Langit gelap berwarna biru tua bercampur abu-abu, tak terlihat matahari sama sekali. Di sekitaran saya dapat dilihat dengan mata telanjang masing-masing orang berada didalam rumah sudah ancang-ancang jika kiamat terjadi. Dari seberang rumah saya diatas langit, agak tinggi tempatnya, terlihat ada seseorang berbadan tinggi sedang mempersiapkan kiamat. Kami umat manusia hanya berani melihat dari dalam rumah.

Ada bagian yang mungkin agak aneh dalam mimpi itu, disana kami diberitahukan langkah-langkah menghadapi Kiamat. Jika air laut menerjang, maka posisi badan, muka, dan alat pembantu harus seperti ini. Jika bumi berguncang, maka harus seperti ini. Dan jika angin kencang datang, maka harus berpegangan, bla bla bla. Entah nampaknya seperti ampuh sekali. Terlihat seperti Romusa yang mau ditindas sama penjajah saja.

Saya ingat sekali, ada Mama dan Papa saya disana. Kami selalu berdekatan dan saling menguatkan. Mama Papa saya nampaknya tenang saja saat akan menghadapi Hari Kiamat itu, saya pun juga begitu (akhirnya). Saya tidak melihat raut muka ketakutan, tapi saya melihat raut muka keberanian. Seingat saya ada kata-kata "Harus kita hadapi, jangan takut". Mendengar kata-kata itu, seolah-olah kami bertiga tidak akan terkena hempasan kuat Kiamat itu. Seolah-olah kami bertiga akan selamat. 

Terakhir yang saya ingat, Orang berbadan besar itu pertama kali melepaskan jutaan liter air laut untuk menghempas kami. Saya melihat bagaimana tinggi dan besarnya ombak itu. Luar biasa sekali, walaupun berpegangan dengan besi setebal 10meter, tidak akan sanggup menahan hempasan ombak itu. 

Dan Disaat ombak sedang tinggi-tingginya, kami semua bersiap-siap berpegangan tangan, Kebangun deh karena bunyi alarm. Huffff... Mimpinya nanggung..

Mimpi itu juga yang bikin hari ini menjadi galau, galau dalam artian kepikiran terus jadinya dan ga tenang, jadi lebih hati-hati berkendara apalagi saat ini Kota kami sedang diguyur hujan deras beberapa hari ini.  

Saya cari di internet, kebanyakan arti tafsirnya seperti ini:
"Bermimpi terjadi hari kiamat. Artinya, akan mendapatkan ketenangan hidup dan penuh karunia besar dari Tuhan atau akan terlepas dari mara bahaya."

Tapi gatau juga bener apa enggak, Ya Tuhan saya hanya memohon maaf atas segala kekhilafan selama ini. Mohon maaf jika beribadah saya kurang baik, atau masih banyak perbuatan dosa yang saya lakukan. Besar niat dihati ini untuk berubah, namun setan dimana-mana. Astafirullaaahhal adzimm..  Jika mimpi ini sebagai pengingat dosa, terimakasih Tuhan karena masih Engkau bangunkan Hamba dari tidur yang lelap.

Tolong selalu lingkari hidup saya dengan Malaikat penjaga-Mu, dengan orang-orang beriman dan bertakwa, dengan kebaikan, dan dengan segala hal yang Engkau ridhoi. Aamiin Ya Rabbal Alamin...

Jumat, 10 Januari 2014

Tuhan..
Rasanya Diri ini amat kecil sekali, Alam semesta beserta isinya Engkau ciptakan sangat besar dan indah sekali
Siapalah Diri ini sehingga harus sombong diantara manusia lainnya?
Siapalah Diri ini sehingga mendustai Ke-Agungan-Mu..

Engkau ciptakan Diri ini dari Rahim Ibu.

Saat ini, di umurku yang sekarang, sedih rasanya melihat orangtuaku yang sudah tidak muda lagi, sering sakit-sakitan, dan sekarang sudah waktunya bagi mereka untuk beristirahat tenang dirumah, melihat anak cucu dengan segala keberhasilan dan kebahagiannya, itu saja yang mereka inginkan. 
Rambut putih kini banyak sekali, kerutan di dahi, mata dan pipi menjadikan mereka tampak lelah dan tua.

Sering sekali Diri ini membayangkan hidup di dunia tanpa mereka? Astafirullah.. 

Yang di rasa adalah kesepian dan kesedihan.
Tuhan, jika Engkau berkenan..
Tolong panjangkanlah umur mereka, berkahilah di sisa hidup mereka, dan berilah kemudahan dalam hidupnya, hilangkan rasa sakit yang mendera, dan rasa sedih yang melanda.
Jagalah mereka selalu di sisa hidup mereka.
Lindungilah dlaam segala aktivitasnya.

Dan satu lagi, Tuhan..

Izinkanlah Aku untuk membahagiakan mereka terlebih dahulu, banyak sekali yang ingin Diri ini persembahkan untuk mereka. 
Dan semua itu tidak akan terwujud tanpa bantuan-Mu.
Banyak sekali dosa kepada mereka jika harus dihitung sedari Diri ini kecil sampai sekarang.
Mudah-mudahan masih banyak waktu menebus kesalahan itu.
Mudah-mudahan tawa, canda dan kebahagian akan selalu hadir dalam kehidupan yang singkat ini bersama mereka.

Melihat ada beberapa teman-teman yang sudah tiada, rasanya ajal pun sudah dekat dalam Diri ini.

Melihat ada beberapa teman-teman sedang berbahagia menjadi Keluarga kecil dan menggendong anak, rasanya Ikatan suci itu pun sudah dekat dengan Diri ini.
Namun, Engkau lah yang mengatur semuanya. 
Diri ini hanya berpasrah dan menyiapkan segalanya agar siap Engkau panggil, apakah menuju ajal ataukah ke jenjang ikatan suci. 
Mudah-mudahan usaha Diri ini yang ingin menjadi lebih baik, Engkau hadiahi dengan kebaikan pula.

Tuhan..

Tidak ada yang indah selain Ciptaan-Mu\
Tidak ada yang mengerikan selain Azab-Mu
Ampunilah dosa-dosaku selama ini
Izinkan Diri ini untuk memeperbaiki diri menjadi lebih baik.

Aamiin Ya Rabbal Alamin..

Galau Pagi :D

Pagi-pagi udah galauu.. Hehheee
Dari bangun tidur sampe kekantor, pikiran ga tenang, Banyak bener rasanya kegalauan ini, ceileeee..
Entah kenapa tapi galaunya lebih karena cemas menghadapi kedepannya..

Siapa yang sangka, dulu Saya adalah pribadi yang pemalu, penakut, pendiam. Kini Saya pernah menjadi Seorang Pembawa Berita dan Dialog di Stasiun Televisi, mendaki Gunung, Hiking, Arung Jeram, Offroad, dan terakhir siapa yang sangka dulu Saya pribadi pemalu sekarang Saya bekerja dan menjabat sebagai Seorang Koordinator untuk Wilayah Sumsel dan Babel di perusahaan Saya. Saya sangat berterimakasih diberi kesempatan emas ini, diberi jalan Oleh Allah tentang mimpi dan keinginan Saya ini. Diberi tanggungjawab yang lebih besar, dan diberi kepercayaan yang besar pula. Suatu keberuntungan namun bisa jadi boomerang untuk diri saya sendiri.

Jujur, saya tidak punya basic IT yang sangat bagus. cuma bisa yang standar saja seperti mengoperasikan Komputer, Internet dan pengetikan biasa. Di tempat saya bekerja, saya meng-handle banyak sekali istilah-istilah dalam IT yang jujur saja baru saya ketahui dan pelajari seperti DVR, Kabel LAN, IP Address, Cisco, Jaringan, Dan masiiihhhhh banyaaakk lagiiiii. Sebelumnya saya hanya bagian dari back Office perusahaan ini, karena terjadi suatu masalah, akhirnya Koordinator sebelumnya yang baru bekerja kurang lebih 2 bulan diberhentikan dan gatau mengapa Saya dipilih untuk menggantikan posisi itu. Dulu perusahaan kami pernah membuka lowongan untuk menjadi Koordinator, Syaratnya adalah punya pengalaman kerja minimal 3 tahun di posisi yang sama, mau bekerja keluar lapangan, mengerti IT, Jaringan, Dll. Well, ga satupun syaratnya bisa saya penuhi. yang saya tahu itu cuma Bahasa verbal, nonverbal, komunikasi budaya, komunikasi antarpribadi, bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain, pokoknya semua tentang Komunikasi ga ada IT nya sedikitpun. 

Dan sekarang saya menghandle teman-teman teknisi yang pada jago IT semua, Manager saya yang ahli Cisco, sertifikasinya udah CCNA, CCNP, CC lain-lain banyaklah pokoknya. Wong saya cuma modal mau belajar sama bisa ngomong doang ini. Tuhaaaaaannn, apa rencana-Mu?? Kadang saya suka ga ngerti sama rencana Tuhan. Tapi syaa berterimakasih sekali sudah dikasih kesempatan seperti ini.

Awal-awal kerja dulu diselimuti kecemasan tingkat tinggi. Whyy? ya karena saya belum pernah jadi Pemimpin di dunia kerja, saya hanya terbiasa menjadi rekan kerja saja. Apa yang mesti saya lakuin pertama kali, gimana caranya memimpin rapat, gimana caranya menghadapi klien, gimana caranya menyelesaikan masalah teknisi, masalah di lapangan, dan masalah internal. Gimana kalo Saya gagal?? Gimana kalo saya ternyta ga dihargai? Gimana kalo saya dicuekin??Gimana kalo saya malah bikin pekerjaan ini kacau dan bangkrut?? OHhhh banyak sekali kecemasan itu.

Rekan kerja saya, ahli IT semua, saya berkomunikasi langsung dengan Pemimpin-pemimpin klien saya. Semuanya ahli IT dan semuanya Cowok. Oh God, apa pula rencana-Mu kali ini?

Tapi syukurnya saya punya Orangtua yang selalu siap membantu saya,  saya punya Kakak ipar yang mengerti IT sehingga saya bisa belajar bgaimana cara menghandle pekerjaan saya, saya punya Kekasih yang selalu mensupport saya dalam suka maupun duka, saya punya Kakak perempuan yang selalu menyemangati saya untuk bangga berada di posisi sekarang, dan Saya punya kenalan seorang Manager yang selalu memberi kiat-kiat menjadi Pemimpin wanita yang baik. Saya juga punya Manager, dan rekan kerja yang mengerti posisi saya dan bersedia mengajari saya jika saya tidak mengerti. Tuhann Engkau Adil sekali. Engkau jawab dan bantu kecemasan ini. Sampai akhirnya posisi ini sudah berjalan setengah tahun lebih, dan sedikit demi sedikit saya belajar banyak hal bagaimana menjalankan proyek ini.

Tapi kegalauan tiba-tiba muncul lagi, disaat semakin besar tanggungjawab yang saya handle, harusnya saya tahu diri bahwa saya mungkin tidak seharusnya disini, harusnya ada pengganti yang lebih mengerti IT untuk menyeimbangkan perusahaan ini. Apalagi setelah perusahaan klien saya baru saja ada penggantian pemimpin Divisi dan katanya Beliau itu ahli IT luar biasa, dan diwnati-wanti sama Kakak Ipar saya, siap-siap saja kalau-kalau nanti ditanyain teori sama Pemimpin Divisi baru itu. Tiba-tiba dari semalam saya langsung merasakan kecemasan yang luar biasa..... deg deg deg deg deg... Otak langsung membayangkan pekerjaan yang menumpuk, semua saya yang handle mulai dari keuangan kantor disini, uang jalan teknisi, product control sampe admin pun saya yang handle. Apakah tangan saya sehebat ituuukaahh? sampe-sampe "All In One" gitu Ya Allah?? Saya rasa tidak untuk sebuah perusahaan. Di tengah tuntutan pekerjaan harus beres dan bagus hasilnya, tapi saya juga yang harus menghandle semuanya. Tuhaaann, rencana apalagi ini?? Ini cobaan atau cara belajar menjadi lebih pintar dan lebih hebat lagi?? Saya gatau, cuma pasrah ngejalaninnya sekarang. Dan saat ini, saya sedang sedikit cemas menghadapi kedepannya lagi aapakah saya bisa sendirian menghandle semuanyaa? Apakah tidak ada yang bisa diperbantukan menjadi admin disini? minimal sebagai teman perempuan di kehidupan sehari-hari saya. #Curhatdehhh# Iye tapi bener, kayaknya saya butuh teman perempuan disini, butuh bangett malah,, Tuhan tolong kasih jalan lagi supaya keinginan saya ini Engkau restui.

Dan semoga saya tetap semangat berdiri di barisan paling depan dari perusahaan ini. Semoga ga pingsan. Hehehheee..

Tuhan, Engkau selalu punya rencana yang baik. Semoga nanti ini akan menjadi akhir yang indah, dan jalan ceritanya menjadi tidak begitu berliku-liku. Tolong bantu hilangkan kecemasan ini dan kuatkanlah diri ini selalu. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Sekian cerita galau pagi kali ini.. :) Ganbatteee!!!