Mama saya pernah bilang :
"Sudahlah yan, selagi kita masih hidup mana ada orang yang bener-bener inget dengan kebaikan dan pengorbanan kita. Nanti, kalo kamu sudah jauh atau meninggal baru deh terkenang kebaikan dan pengorbananmu".
Yup, kata-kata itu keluar dari mulut mama saya pas saya lagi celoteh tentang hal-hal yang selalu bikin saya jengkel. Tapi "ngena" banget kalimatnya dan memang nyata..
Ada juga kok yang inget kebaikan kita pas kita masih hidup. Ada juga yang enggak..
Beberapa hari lalu saya sempat marah dengan salah satu teman saya karena dia marah-marah sepihak dan "ngebom" ke Grup BBM, dimana di dalem grup itu ada atasan dan teman-teman sekantor saya. Refleks saya merasa dipermalukan dan tidak dihargai. Saya BBM dia dengan segala kata-kata emosi saya dan beberapa saya ungkit tentang hal-hal yang saya pernah bantu ke dia (hampir selama 2 tahun kita kerja, saya ga pernah hitungan ke dia dan ungkit tentang ini, tapi akhirnya keluar juga).
Sampe akhirnya dia minta maaf di Grup BBM, dan saya minta dia bersihkan nama saya di Grup BBM. Ya dia lakukan itu..
Sepintas saya langsung ingat dengan Quotes dari mama saya. It happened to me.. dan benar adanya kata-kata Mama saya..
Hari Selasa kita ketemu dikantor, saya diemin tuh. Sekali dia minta waktu ke saya untuk bicara tapi saya tolak dengan halus. Kedua kali saat pulang kantor, dia minta waktu dan langsung menutup pintu.
Oke, akhirnya kita bicara diawali oleh dia yang minta maaf sampe nangis di depan saya dengan segala penyesalan dan kekhilafannya. Panjang lebar dia jelaskan, baru kemudian saya angkat bicara dan menyampaikan ketersinggungan saya atas kata-katanya.
Banyak hal yang baru dia sadari dan baru dia ingat atas segala kebaikan saya yang dia balas dengan satu kejadian seolah-olah tidak pernah ada kebaikan yang pernah saya lakukan.
Pada akhirnya, saya memaafkan dia dengan beberapa pesan agar dia tidak mengulanginya lagi, baik itu ke saya atau ke orang lain. dan jangan mudah untuk update status.
Pelajaran dari kejadian ini adalah:
1. Jangan mudah panik dengan suatu masalah. tarik nafas yang panjang dan diam dulu sejenak sebelum marah diungkapkan kepada orang lain.
2. Jangan banyak alasan klasik
3. Hargai kebaikan orang walaupun hanya bantuan kecil
4. Banyak-banyak mengingat kebaikan orang agar tidak lupa diri
5. Memaafkan lebih baik daripada memaki kemudian balas dendam
6. Hindari sifat tidak tahu diri dan tidak tahu terimakasih
Pada akhirnya, menjaga silaturahmi lebih penting daripada menambah musuh.
Salam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar