Minggu, 18 Desember 2016

Hal yang bisa dilakukan jika tinggal di luar negeri

Sempat terlintas, keputusanku berhenti bekerja karena ikut suami pindah kota setelah nikah dan sekarang tinggal di Jepang beberapa tahun adalah keputusan yang bodoh dan menjebak diriku sendiri. Banyak ketakutan yang menhantui pikiranku jika statusku tidak bekerja.

Di awal-awal memang, banyak rasa yang berkecamuk seperti malu ketika harus mengakui sudah tidak bekerja hanya urus suami dan anak. Ada juga rasa malu pada mertua, seolah-olah statusku bekerja sebelum menikah hanya untuk menjadi alasan kuat supaya mereka merestui kami, setelah menikah malah berhenti bekerja sempat tidak disetujui mereka, Ada juga rasa bosan, dari yang sebelumnya pergi pagi pulang malam, selalu makan siang diluar, jarang membantu dirumah, sibuk, dan sebagainya. Setelah tidak bekerja banyak sekali waktu luang yang kemudian membuat bingung dan menimbulkan pertanyaan "Gue harus nagapain lagi setelah ini?!" yeah, nano nano rasanya. Yang paling berasa karena makan dari gaji suami saja, saya sendiri tidak ada penghasilan apa-apa.

Singkat cerita, sekarang saya  tinggal di Jepang untuk beberapa tahun kedepan. Sepertinya Tuhan punya rencana untuk saya. Dulu saya mempunyai banyak wacana yang ingin saya lakukan, tapi sekedar wacana saja. Faktor yang menghalangi bannnyaaaaaaakkkk. Mulai dari niat setengah-setengah, malas, takut kepanasan, gak tau harus mulai darimana atau dari siapa, keuangan juga. Ketika niat sudah ada, eh duitnya kurang. Pas duitnya ada, mood udah rusak dan malah jadi pengen belanja aja hahaha. Padahal kalo dipikir-pikir, sumber daya banyak yang bisa dimanfaatin selama di Indonesia.
Tapi mungkin karena kita sering menganggap semuanya lengkap dan gampang, makanya jadi suka mengulur-ulur waktu ya.. Jelek banget kebiasaan yang begini..

Jadi, semenjak tinggal disini, sepertinya Tuhan mulai membuka aura positif saya. Pikiran saya jadi lebih peka, terbuka, dan perasa tentunya.

PEKA
Misalnya saya jadi lebih peduli dengan orang di sekitar saya. Hal sekecil apapun misalnya teman membutuhkan bantuan, maka saya akan menawarkan diri untuk membantu hal sekecil apapun. karena tinggal disini, hidup berdampingan dengan teman-teman yang sama-sama merantau, sudah pasti kita saling mengerti kondisi kepribadian dan keterbatasan kita maisng-masing. 

TERBUKA
Saya berusaha menjadi diri saya apa adanya, berbaur dengan siapa saja dan kemana saja.

PERASA
Akhir-akhir ini saya sering merasa, banyak kesalahan pada masa lalu yang mungkin ada yang disesalkan di masa sekarang. Tapi disitulah, saya merasa bahwa saya harus memperbaiki diri saya agar menjadi lebih baik dan memberikan contoh yang baik pada suami, anak, dan orang di sekitar saya.

Jadi, siapa bilang selama disini saya pengangguran??!! Enggak kok.. banyak sekali yang bisa saya kerjakan disini..

1. Belajar Bahasa Jepang dengan orang Jepang
Kebetulan ada program Nihongo class untuk para pendatang di kota Tsu, saya daftar dan sudah hampir 6 bulan mengikuti kursusnya. Banyak pengalaman yang saya dapat, ilmunya sudah pasti, adat istiadat, kebiasaan, adab dan tata cara orang Jepang juga saya pelajari disini. Ternyata orang Jepang ramah-ramah kok, walaupun pada awalnya saya khawatir mereka takut dengan jilbab saya, untungnya saya bertemu dengan orang-orang Jepang yang sudah open minded  dan ramah kepada orang-orang Muslim disini. Dan saya juga sangat senang sekali, karena Sensei (baca:guru) saya disini juga sangat baik dan perhatian. Dia bahkan menghadiahkan saya sebuah bukuuntuk belajar bahasa Jepang 😍😍 Harapan saya kedepannya, saya bisa menguasa bahasa percakapan sehari-hari sehingga bisa saya pakai untuk diajarkan ke anak saya, bahkan untuk melamar kerja nanti! 😊

Pelajaran yang bisa diambil adalah komunikasi itu penting. Jika tidak mengerti bahasa, bagaimana terjadi komunikasi dan memulai perkenalan dengan orang baru disini..

2. Wisata keliling Jepang
Memang yang namanya jalan-jalan pasti akan mengeluarkan biaya, walapun hanya untuk membeli minuman di pinggir jalan. Tapi, jalan-jalan di negeri orang banyaaaak sekali manfaatnya. Selain untuk mengetahui potensi wisata alamnya yang sangat bagus dan luar biasa sekali, kita juga akhirnya bisa WISATA SYUKUR kepada Allah atas segala ciptaan-Nya yang ada di muka bumi ini. Betapa luaaarrrr biasanya Tuhan mengatur 4 musim di Jepang, mengatur keindahan alam yang sangat dahsyat bagi para wisatawan di dunia ini. Disini saya banyak menemukan hal-hal baru yang belum pernah saya lihat di Indonesia. Contohnya : Bermain Salju hehehee . Banyak wisata juga bisa menambah wawasan kamu. Kamu akan belajar banyak hal.

Pelajaran yang bisa diambil adalah Jepang memang indah alamnya, tapi yang lebih indah dan banyak manfaatnya tetap kekayaan alam Indonesia (makanya Indonesia itu ibarat beras, murah atau mahal pasti selalu dicari orang).

3. Muhasabah Diri
Sesampainya disini, yang muncul di pikiran saya adalah kota ini kok sangat sepi sekali ya, tidak ada pedagang kaki lima tidak ada ojek mangkal, tidak ada angkot, tidak ada pengemis, tidak ada pengamen. Dan akhirnya hidup disini terasa sepi, Kalau tidak sedang ada rencana jalan-jalan atau belanja, seharian bisa di apato (kontrakan) saja. Alhamdulillah sepertinya Allah memberikan jalan kepada saya untuk melakukan Muhasabah diri semenjak ada disini. Saya dipertemukan dengan orang-orang baik yang berpikiran positif. sehingga melalui mereka saya banyak belajar lagi tentang islam, belajar memperbaiki bacaan alquran, mempelajari kembali pentingnya mencari makanan halal. Belajar bahwa disini kami semua adalah sama, saling tolong menolong, saling perhatian, dan saling menghargai yang lainnya. Beda sekali saat kami masih di Jakarta, dimana tetangga selalu "kepo", saling iri, saling menghujat, Kami disini bersatu. Saling menghormati satu sama lain.

Di awal ikut kelompok Tahsin, saya bilang di dalam hati kepada Allah, Ya Allah, biarlah saya malu di dunia dan di hadapan mereka jika bacaan saya belum benar dan sempurna, tapi jangan bunuh rasa malu saya ini untuk mengambil ilmu dari mereka, jangan munculkan rasa sungkan untuk tidak menghadiri tahsin ini, karena mungkin dari sinilah, saya belajar untuk lebih mencintai-Mu sebagai bekal untuk diriku sendiri dan untuk anak-anakku nanti.

Begitu juga saat ikut kelompok kajian islam di masjid bertemu dengan teman-teman muslimah dari Saudi arabia, Pakistan, Bangladesh, Muallaf Jepang. Awalnya terasa malas karena menggunakan bahasa inggris. Tapi saya pun berdoa, ya Allah jangan jadikan ini beban, mungkin inilah waktuku untuk belajar lebih banyak tentang sejarah Islam, selalu kobarkanlah semangat untuk datang ke kajian ini. Kadang merasa malu, betapa Dia (mentor kajian kami) fasih berbahasa arab (ya emang orang Arab yani!), Saya melihat bagaimana teman saya orang Arab itu pernah menangis beberapa kali saat menceritakan kisah para Nabi. Disitu saya malu dalam hati, saya sendiri mungkin tidak begitu hapal secara detail kronologi sejarah masing-masing Nabi, hanya mengetahui penggalan kata kunci yang populer saja ditengah masyarakat. Apalah saya ini, masih dangkal pengetahuan dan keimanan saya. Terkadang saya merasa iri dengan dirinya yang begitu mencintai Allah SWT dan para Nabi...

Pelajaran yang bisa diambil adalah Alhamdulillah baik kajian islam maupun tahsin, masih aktif saya ikuti sampai sekarang dan saya sangat senang jika bertemu dengan teman-teman, bisa saling bertukar cerita, pikiran dan juga resep masakan 😆😆😆 dan yang pasti saya sadar ilmu saya belum seberapa jika untuk dibanggakan 😢 

4. Mencari tambahan uang jajan
Karena Jepang adalah spot wisata yang sangat populer, maka banyak sekali informasi yang bisa dibuat dan disebarkan. Bertemu dengan teman-teman rantauan disini, memberikan saya banyak semangat, inspirasi dan motivasi untuk bisa aktif dan melakukan sesuatu yang saya sukai. Karena visa saya saat ini hanya visa resident saja belum dapat izin untuk bekerja, maka beberapa kegiatan mencari tambahan uang jajan diakali dengan mengirimkan video liburan, menulis artikel dan kembali aktif menulis di blog. Bagi pemula seperti saya, alhamdulillah video-video saya sudah ada yang tayang di tv indonesia, mengenai kursus bahasa jepang, festival kembang api di jepang dan terakhir video jalan-jalan. kolaborasi juga dengan teman saya disini untuk membuat videonya. Dan artikel juga pernah kirim, walaupun artikelnya ga dimuat, tapi foto yang saya kirim dimasukkan ke instagram mereka, dan tetap dihargai (red. dibayar) sama seperti artikel. Ya walaupun pemasukannya belum rutin, tapi senangnya minta ampun loh bisa dapat uang jajan dari hasil sendiri setelah menikah 2 tahun ini hehhehe..

Oh ya, baru berjalan sekitar tiga minggu ini, saya dan beberapa teman disini dapet kerja sampingan "mbuletin bakso" salah satu toko indonesia yang ada di jepang sini. Seminggu cuma 3 kali, tapi ya sekali pertemuan, yang dibuletin ada 7kg.. lumayaannn.. gempooorrrr. Apalagi saya kebagian kerjaan nge-seal karena pertimbangannya suka bawa anak saat kerja, jadi biar ga repot cuci tangan setelah buletin bakso, saya nge-seal aja hehehe. Alhamdulillah rezeki lagi..

Ke depannya, saya ingin lebih aktif lagi dalam hal apapun yang berguna untuk peningkatan kualitas diri dan peningkatan ketebalan dompet 😝

Pelajaran yang bisa diambil adalah saya harus mulai merealisasikan banyak sekali rencana yang sudah saya buat agar menjadi nyata. Bukan hanya sekadar untuk uang, tetapi juga untuk peningkatan kualitas diri saya.

5. Mengasah kemampuan Masak
Selama di Indonesia, mana pernah saya sengaja masak bikin cemilan-cemilan seorang diri tanpa bantuan Mama hehe. Kalopun bikin bolu, ya berdua bikinnya. Bikin pempek, ya berdua bikinnya, Bikin lauk, ya berdua bikinnya. Intinya selalu bersama ya. Karena Mama selalu ada, jadi rasa malas masih besar juga. Kadang kalau lagi manja, minta mama masakin lauk kesukaan saya. Kalo lagi pengen donat, langsung bilang ke Mama, pengen bolu, langsung bilang ke Mama. Saya juga ikut bantuin kok, misal mama yang kasihtau bahan2nya, saya yang mixerin, nanti dilanjut mama yang masukkin ke oven. Kalau bikin donat, saya yang ambilin bahan2nya sama bentuk-bentuk donatnya, nanti yang ngulen ya mama hehe.

Lain cerita semenjak disini. Semaunya saya sendiri. awal-awal dulu sering telponan buat nanyain resep masakan Mama. Sekarang, bisa saya handke sendiri. 

Pelajaran yang bisa diambil adalah ternyata menjadi Ibu rumah tangga dan istri itu tidak mudah. Kami tetap bekerja dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya mata suami dan anak HAHAHA. Selain itu, saya juga sering berpikir besarnya jasa orangtua saya dulu ya, masak itu tidak mudah dan capek. Enaknya saya tinggal request saja dulu. Nanti kalau pulang ke Palembang, gantian akan saya buatkan masakan spesial untuk Mama dan Papa saya, bukan cuma tumisan kangkung saja hehe. Oh ya, dari masih gadis dulu saya terpikir untuk buka usaha kuliner, mungkin Tuhan menyuruh saya ke Jepang untuk mengasah bakat masak saya dulu ya sebelum membuka usaha betulan. Aamiin. Pede banget! Bodo.. namanya juga lagi semangat ini 😇

Indonesia ku RAPUH

Saya bukan orang politik, ga ngerti politik sama sekali. Saya cuma rakyat biasa sama seperti yang lainnya selalu menunggu berita baik dari Pemerintah, selalu menunggu janji-janji manis pemerintah, selalu berharap Indonesia nanti punya ini punya itu, bisa jadi negara maju, bisa bersaing dengan negara lainnya.. Saya cuma rakyat biasa yang bahagia jika Pemimpinnya disukai rakyat, yang bahagia jika banyak generasi muda berbakat, yang bahagia jika Indonesia dipuja-puja banyak orang..
Tapi kok, Ya Allah..
Kenapa Indonesia ku nasibnya menyedihkan sekali yaaa 😭😭😭😭😭

Jujur, sebagai rakyat awam, saya sangat kecewa dengan era kepemimpinan Presiden Jokowi sekarang. Rasa nyaman saya tinggal di Indonesia hilang. Harapan saya untuk bisa berkarya pudar. dan kepercayaan saya terhadap Negara ini goyah. yang saya rasakan sekarang hanyalah, bagaimana caranya saya dan keluarga bisa bertahan hidup dengan aman dan nyaman di Indonesia yang sudah mulai retak tulang belakangnya, yang otot-otot tangan dan kakinya sudah mulai lemas, yang pancaran matanya sudah kosong, dan nafasnya sudah mulai tersendat. 

Mengerti kan maksud saya??
Indonesia kita sudah RAPUH
Indonesia kita sudah RENTA

Lihatlah Pemerintahan yang sekarang,..
Pemerintah tidak bisa membendung rasa khawatir rakyatnya
Pemerintah tidak memenuhi janji pada rakyatnya
Pemerintah membiarkan rakyatnya kelaparan
Pemerintah membiarkan rakyatnya berusaha keras beratrung dengan pesaing bisnisnya
Pemerintah tidak memberikan keadilan bagi yang lemah
Pemerintah melindungi penista agama, koruptor
Pemerintah memperlakukan rakyatnya yang banyak ini sebagai "pancingan" agar pelaku ekonomi internasional tertarik berinvestasi disini

Oh Indonesia, RAPUH RENTA
Kau dikelilingi oleh orang-orang tamak yang haus akan kekuasaan dan kekayaan

Kadang saya berpikir, kenapa Tuhan saya dilahirkan jadi WNI sehingga harus merasakan betapa Luar biasanya Indonesia ini untuk jadi santapan para perakus busuk hati. 

Semenjak masa pemerintahan ini juga, saya semakin yakin Pemerintah tidak membela Agama-Mu..

Indonesia ku nyaris akan direbut oleh pengusaha rakus yang berkedok investasi dan sedikit demi sedikit mencederai rakyat asli Indonesia ini sendiri menjadi miskin, bodoh, hedon, semua bentuk kejahatan ada disini dan hukum tidak adil bagi rakyat kecil.

Indonesia yang dikenal sebagai umat muslim terbesar, nyatanya Media dan antek asing telah berhasil menciptakan kedok atas nama TOLERANSI sehingga mengaburkan arti musuh islam sesungguhnya dan menganggap hal-hal berdosa sebagai sesuatu yang boleh dimaafkan dan memang sudah jamannya berubah. 

Tuhaaaaannn.. tolong kami rakyat Indonesia ini.. Banyak sekali manusia yang berhati emas dan taat kepada-Mu,, tetapi kekuatan kami dibatasi dan dihalang-halangi.. Sesungguhnya kejadian di Aleppo, adalah momen untuk menunjukkan rasa solidaritas dan jati diri keislaman kami, tapi Pemerintah kami tak tegas menyatakan berada di pihak-Mu.. ampunilah kami..

Terutama untuk diriku sendiri yang banyak dosa ini.. Saya sadar akan kebesaran-Mu selalu hadir di setiap langkahku. Berilah hamba yang fakir ilmu ini agar bisa semakin mengokohkan keimanan dan ketakwaan kepada-Mu dan mati karena membela Agama-Mu, Tuhan.

Jagalah hati kaum muslimin agar tetap kokoh dan menyatu hanya kepada-Mu
Berilah hidayah pada orang-orang fasik yang ada di negeri kami ini, luluh lantahkanlah mereka dengan azabmu agar niat buruk mereka tidak jadi dilakukan..

Saya hanya makhluk lemah yang berharap kedamaian dan kehidupan sesungguhnya yang damai.
Tunjukkanlah jalan yang lurus bagi kami.. Aamiin ya robbal alamin

Selasa, 13 Desember 2016

Biaya hidup dan Tips hidup hemat di Jepang

Semenjak saya tinggal di Jepang 9 bulan yang lalu, banyak saudara dan teman-teman yang menanyakan bagaimana cara kami memenuhi biaya hidup kami selama disini, apalagi menurut kebanyakan persepsi orang, Jepang kan negara maju, teknologinya canggih, dannn banyak lagi.

Oke, kali ini saya akan membahas tentang biaya hidup selama tinggal di Jepang ya.. mudah-mudahan bermanfaat bagi yang sedang merencanakan akan tinggal di Jepang juga, atau paling tidak untuk sekedar berbagi pengetahuan saja 😆😆😆

Awal mula memulai hidup di Jepang

Siapa sih yang ga tau Jepang hari gini? Drama-drama Jepang, film-Doraemon, peralatan teknologi. Haaaaaammpir semua yang ada di Indonesia pasti berasal dari Jepang. Apa yang akan langsung terlintas di pikiranmu ketika ada orang bilang "SAKURA"??? pasti Negara Jepang jawabannya.

Singkat cerita, saya juga dulu ga pernah terpikir dan berangan-anagan ingin tinggal di luar negeri. Kepikiran mungkin pernah karena nonton Doraemon, Inuyasha, atau drama-drama Jepang. Tapi untuk tinggal? No! ga pernah terlintas. Disamping ga bisa bahasa Jepang, mau lanjut sekolah juga kan perlu biaya. ya intnya ga kepikiran sama sekali deh.

Suami saya yang menjadi penghubung terlaksananya kejadian ini. Dia mendapatkan beasiswa Monbukagakusho melalui kerjasama Universitas di Jepang dan di Palembang. Dulu juga mikirnya, sudahlah sayang, kamu sendirian aja ke Jepangnya, saya kerja di Indonesia aja. Paling nanti setahun sekali kami liburan ke Jepang, enteng saya. 

Ternyataaaa, setelah nikah maunya nempel terus boooo'... sehari ditinggal dinas aja udah telponan terus ngabarin yang, aku udah mau naik bus, aku nginep di hotel sini, aku lagi ketemu kolega, dan lain-lain. Kebayang mau ditinggal selama 3 tahun, dan cuma ketemu setahun sekali? Oh Noooooooo... ga bisa ngebayangin pisah lama begitu. Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi kalo udah nikah mah yaa, hahahaha. 😁

Akhirnya, saya dan anak bontot ngintilan Bapaknya tinggal di Jepang berbakti menjadi istri yang baik, mensupport supaya suami semangat terus, dan merasakan kehidupan baru di Negeri Sakura. Sugooiiiii ne.. 😍😍😍


Biaya kebutuhan hidup

Awal-awal baru sampai di Jepang, saya dan suami benar-benar irit, penuh perhitungan untuk pengeluaran belanja mingguan dan bulanan, karena takut nanti kebablasan belanja disini, Apalagi, masih terbawa kebiasaan beli sayur-sayuran murah di Indonesia. pasti syookk liat harga-harga disini lebih mahal 3 sampai 10 kali lipatnya. 😱

Nih untuk perbandingan ya..
Niasa beli beras di Indonesia yang isi 20kg merk beras wortel, harganya sekitar Rp 180.000. Disini beras isi 5kg harganya paling murah rata-rata 1500 yen atau hampir setara Rp 187.500 kalau kurs 1 rupiah - 125 yen. atau daun bawang yang biasa saya suka beli di pasar tradisional atau mamang sayur keliling 1 ons biasanya Rp5000 dan itu isinya banyaaaakk banget ya mungkin ada kali 15 batang. Disini, harganya 159 yen dapet kira-kira 10 batang. Atau ikan teri, biasanya 1 ons cuma 8ribu. Disini 1 ons hampur 300yen atau setara Rp 30.000. Makanya dulu, Tiga bulan pertama, anggaran belanja kami 3500yen maksimal per minggu. (Dan setelah dibelanjain, 3500yen itu dapetnya sedikiiitt). Sekarang biasanya 5000yen per minggu, itu udah ideal banget deh lauk yang dimakan..

Rincian per bulan kira-kira seperti ini : (Hitungan kasar aja ya)
* Belanja pokok           25.000 yen (termasuk beras)
* Bayar sewa Apato     26.000 yen
* Gas                             2.500 yen
* Listrik                         4.000 yen
* Air                              2.000 yen
* Tagihan internet      12.000 yen (bayr sewa nomor Jeoang, dan paket inet 2 orang)
* Biaya lainnya           10.000 yen (cemilan atau makan diluar, servis sepeda, dll)
* Biaya tak terduga    15.000 yen (mendadak jalan-jalan atau shopping, sedekah/infaq)
   TOTAL                     96.500 yen 

Kalau mau menabung lebih banyak per bulannya, biasanya biaya belanja pokok, biaya lainnya dan biaya tak terduga yang harus hemat-hemat pemakaiannya, jadi uang yang ditabung bisa lebih banyak.

Note:
Semua hitungan diatas adalah hitungan biaya hiduo standar di Kota Tsu, Mie Prefecture. Mungkin kalo tinggal di Tokyo, Kyoto, bisa lebih tinggi lagi hitungannya, hehehe.

Oke, kurang lebih seperti itu ya bayangannya kalau tinggal di Jepang. Semuanya pada mahal bo' apalagi pakaian yang di toko atau branded. Kebeli sihh, tapi sayang aja, hahaha. Hidup emak-emak! ngiritt euy buat nabung pas pulang ke Indonesia nantinya. 😭😭 dimaklumin yaaaa...


Nah, ini Tips hidup hemat di Jepang:
1. Belanja barang bekas di "Off house". 
Mulai dari perangkat keras seperti lemari, sepatu, mainan, HP, kamera, alat musik, peralatan tukang, sampe ke mesin cuci pun dijual disini. Ada juga "Book off" yang menjual buku-buku, majalah murah cuma 100 yen. Disini menjual barang-barang bekas, harganya miring tapi kualitas masih layak pakai, malah ada yang masih baru banget keliatannya. Harganya beragama mulai dari 100 yen sampai puluhan ribu yen juga ada tergantung barangnya apa.

2. Masak sendiri
Karena biaya makan di toko atau resto di Jepang lumayan mahal ya, apalagi tidak semuanya menjual makanan atau minuman halal. Jadi, untuk menghindari ke was-wasan itu, lebih baik masak sendiri aja, higienis, lebih murah dan tentunya lebih buuaaanyakk hahahhaa 😛

3. Transportasi
Di Jepang, kemana-mana enaknya naik sepeda, Disamping bersepeda itu menyehatkan, penduduk jepang juga ga malu naik sepeda kok (ga kayak di Indo ya, naik sepeda dikirain kere 😥). Suasana ramai, tertib, dan aman membuat bersepeda menjadi asik dan menyenangkan!


Sekian dulu ya. Semoga bermanfaat artikel ini.. Nanti saya upload juga fotonya kalo ga lupa, skrg lagi males 😋




Minggu, 04 Desember 2016

Dua Tujuh

Happy birthday to you... Happy birthday to you...
Happy birthday... Happy birthday...
Happy birthday to you...

Itulah tembang lawas yang tidak pernah lupa dinyanyikan kalau seseorang sedang berulang tahun. Hampir di setiap momen ini, Orang-orang yang berulang tahun sangat senang sekali jika orang-orang di sekitarnya mengingat tanggal kelahiran mereka, terlebih lagi jika memberikan ucapan selamat. 

Umurku 27 tahun, Rek!
Tanggal 28 November kemarin kok. Hehe. Berarti hari ini umurku 27 tahun 6 hari. Rasanya baru kemarin aku masih mikir mau kuliah dimana. Sekarang mikirnya, besok mau masak apa ya buat Suami dan anakku 😭😭😭 

Kali ini ulang tahunku spesial, kenapa?

Tinggal di Luar Negeri
Iya, semenjak Suamiku diterima beasiswa Monbukagakusho dari Jepang, kami hijrah dari Indonesia ke Jepang. Sekarang sudah memasuki bulan ke delapan kami tinggal disini. Ulang tahun kali ini pun berselimutkan selimut tebal, heater yang menyala sepanjang hari dan angin kencang diluar disana. Cuaca disini ekstrem dan berubah-ubah. Bayangkan dalam satu bulan terakhir saja sudah pernah gempa 3 kali disini. Dan parahnya, aku ga pernah ngerasain getarannya dan ga pernah tau kalau ada gempa kalo suami ga bilang atau teman ngabarin di facebook. Itulah makanya ultahku spesial karena kami sedang tinggal di Jepang hehehe 😊

Ketemu teman yang Tanggal ultahnya sama
Well, jarang banget lho kita bisa ketemu dengan orang-orang yang tanggal ultahnya sama dengan kita. 2 orang pula, ditambah saya jadi bertiga. Dulu pernah tanggal ultah barengan sama temen sekelas pas kuliah, tapi cuma satu orang aja. Nah, kalo sekarang dua orang. Bagiku spesial karena, jauh-jauh dari Indonesia ke Jepang, yang awalnya kita ga pernah tau bakalan ketemu siapa, berteman dengan siapa, akrab dengan siapa. Kali ini, tetangga apato ku sendiri. Orang Indonesia, aslinya dari Depok. kelahiran 28 November 1991. Satunya lagi teman suami kuliah, dari Indonesia juga sama-sama dari Palembang, kelahiran 28 November tahun sekian (ga berani tanya euy hehe) yang jelas diatas aku umurnya. 

Bangun tidur, langsung dapet ucapan
Jadi, sehari sebelum tanggal 28 november temanku cerita, Saat mereka sedang pergi jalan-jalan beramai-ramai, ada temannya (cowok) cerita ke dia kalo dia merasa istrinya kok nyuekin dia ya pada hari itu. Temanku menyarankan coba diingat-ingat ada salah apa, salah ngomong mungkin. Si suami ga ngerasa apa-apa. Setelah ditanya dan dicari tau, ternyata istrinya ngambek itu gara-gara si suami lupa ngucapin selamat ulang tahun.Hahahhaa. Kan pengen ketawa jadinya. Alhasil akhirnya suami ngucapin selamat tapi si istri udah males gitu deh. Hehehe. 

Pas lagi ngobrol santai sama suami, aku ceritainlah cerita temanku itu. Suamiku cuma ketawa aja. Dan langsung aku sindir dengan nada pelan, besok jangan lupa hari ulang tahun aku ya, jangan lupa ngucapin. kalo mau kasih kado ya boleh, kalo mau ngajak makan sushi pun aku ga akan nolak kok. Jangan sampe lupa, nanti aku ngambek juga lho. Suasana langsung pecah, kami tertawa ngakak berdua. Kalo sama suamiku itu, segala sesuatunya mending ngomong langsung dan to the point. dia bukan tipikal yang pandai membaca "Kode keras" wanita. Hihihi.

Keesokan harinya, saat aku terbangun dan membuka selimut, suami dan anakku sudah bangun duluan dan dia langsung mencium keningku dan mengucapkan selamat ulang tahun. Doanya simpel semoga aku tambah solehah, dimurahkan rezeki, diberikan kesehatan, diberikan segala kemudahan, semakin sabar menghadapi suami dan anakku, dan semoga awet muda. 😭

Dapat ucapan dari orang-orang terdekat
Mulai dari Suami, mama mertua, mama kandung, ayuk, dan teman-teman terdekat mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku melalui pesan singkat. At least, aku tau siapa yang masih ingat dan memebrikan ucpana walaupun sudah lama tak bertemu dan sudah mulai sibuk masing-masing.

Full services
Tadinya suamiku sudah ada jadwal kegiatan pada tanggal itu. Tapi karena aku meminta quality time dan beberapa keinginan. enggak dibatalin sih jadwal dia tapi diatur sama dia supaya terpenuhi semua. Dan hari itu pun, dia tampak lebih sabar hehehe. Sabar mengikuti keinginanku 😆 Hari itu simpel, kami cuma bersih-bersih apato, suami pulangg, beres-beres dan siap berangkat makan malam, aku lagi kepengen makan sushi. akhirnya kami makan sushi sepuasnya sampe kenyang, baarnya urusan dia Hahaha. Nyampe apato, mandi dan kemudian servis-servis lainnya 😋

Itulah beberapa hal istmewa di hari Ulang tahun ku yang ke dua puluh tujuh...

Rabu, 30 November 2016

Refresh my blog

Haloha..

Lama gak buka blog ini hampir setahun.. Sempat lupa email dan password. Tapi akhirnya bisa diperbaharui lagi. Tampilan juga diperbaharui supaya lebih fresh.

Hopefully, blog ini selanjutnya bisa digunakan untuk menulis hal-hal informatif sehingga layak untuk dibaca oleh semua orang. Selama ini lebih terkesan sebagai tempat curhat penulis Hehehe..

Mudah-mudahan selama penulis masih tinggal di LN, banyak informasi baru dan tulisan baru yang bisa dipublikasi, asal ga males aja 😅😅


Jumat, 14 Agustus 2015

Ibuku tak sehebat Ibumu, tapi Dia Pahlawanku

Sosok seorang Ibu memang selalu menjadi perhatian. Mulai dari perjuangannya saat hamil, melahirkan sampai dengan membesarkan kita. Banyak cerita-cerita inspiratif mengenai sosok Ibu yang berhasil menggugah hati orang banyak, minimal hati anak dan keluarganya sendiri. Untuk yg Ibunya tidak ada lagi atau tidak terlalu baik, mungkin akan iri mendengar cerita tentang Ibu temannya yg jauh lebih baik dari Ibunya. Namun, masing-masing Ibu punya ceritanya sendiri untuk menjadi inspiratif..


Ibuku salah satunya...



Semakin hari saya semakin menyayanginya, terlebih lagi ketika saya merasakan hamil. Terlintas di benak saya perjuangan Ibu saya dahulu. Walaupun memang ada beberapa bagian yang membuat saya jengkel kepada Ibu. nlNamun semuanya sirna setelah Ibu menunjukkan sikap sabarnya dan kasih sayangnya yang begitu ikhlas mencintaiku. Terkadang ada rasa iri dengan Ibu temanku yang pendidikannya lebih tinggi, koleganya lebih banyak, dan pemikirannya lebih kritis, sehingga Ia bisa membimbing anaknya menuju kesuksesan. Terlebih lagi Ibu temanku bekerja dan mampu membeli apapun yang ia inginkan, terkadang membuat aku iri dan tidak bangga pada Ibuku sendiri.



Tapi Aku salah, ibuku tidak memilih untuk menjadi seperti ini. Tapi Ibuku selalu bilang "Nak, inilah kemampuan Ibu dan Bapakmu. Biarlah kami dulu tidak bisa sekolah tinggi karena orangtua kami tidak mampu. Tapi kami kerja keras sekarang, yang penting kamu dan kakakmu bisa sampai sekolah sampai ke Perguruan Tinggi. Biar kalian tidak malu sama kami, supaya kalian nasibnya lebih baik dari kami dan juga dapat suami yang lebih baik. Kalau kalian minta ajarkan kami berhitung dan diskusi tentang pelajaran, mungkin kami tidak bisa membantu banyak, tapi doa kami tidak pernah putus kepada Allah SWT supaya kalian sukses tidak bernasib seperti kami."



Ya, itulah yang seringkali dikatakan oleh Ibuku. Sekarang Ibu dan Ayahku sudah berumur diatas 50tahun, badan sudah mulai renta, sudah agak pelupa, dan fisik tidak sekuat dahulu untuk mencari nafkah. Ayahku hanya seorang pensiunan yang gajinya hanya cukup untuk menyambung makan selama sebulan, membayar tarif listrik dan telepon. Sedangkan Ibu masih menjahit untuk menambah uang bulanan. Orang-orang melihat mereka mempunyai rumah besar dan nyaman. Ya benar. Tapi orang-orang tidak tahu bahwa uang membangun rumah itu adalah uang pensiun Ayah saya yang sengaja dibangunkan untuk rumah besar agar masa tua mereka tenang, nyaman, sesekali bisa berkebun disamping rumah atau beternak ayam. Biarlah makan sehari-hari sederhana, asal anak cucu bahagia. 



Saat ini, kondisi orangtuaku tidak memungkinkan untuk menghidupi anaknya lagi, atau memberi uang bulanan seperti anak-anaknya kuliah dulu. Gaji pensiun Ayahku hanya cukup untuk menyambung hidup mereka berdua. Makanya, sedih rasanya jika masih ada orang yang memandang sebelah mata orangtua saya. Menganggap mereka masih mampu tapi tidak tahu keadaan sebenarnya. Mereka mungkin masih ada simpanan rumah, sudah sering mereka ingin menjualnya agar bisa memberi warisa ke anak-anaknya, dan bisa menikmati hidup lagi seperti sebelumnya, tapi tidak mudah untuk mencari orang yang mau membelinya, butuh WAKTU.



Ketika aku bertemu orang yang mengkerdilkan kemampuan ekonomi orangtuaku, rasanya kesal, merasa jengkel dengan orang itu. Inilah keadaan orangtuaku, yang tidak bisa dibandingkan dengan keadaan orangtuamu yang lebih mampu dan masih punya pekerjaan. Jika aku ingin mengganti uang orangtuaku yang telah dia belikan sesuatu untukku, aku merasa hal itu harus, karena aku tau bagi mereka uang sebesar itu susah mendapatkannya lagi. Bagi mereka uang itu berharga. Mereka hanya berusaha terlihat baik-baik saja.



Ya itulah orangtua, mereka selalu ingin merahasiakan sesuatu jika keadaan mereka tidak mampu. Tapi berbeda dengan orangtua yang mampu, mereka selalu menunjukkan sesuatu karena mereka mampu..



PS: untuk seseorang yang membandingkan orangtuaku dengan orangtuanya

Minggu, 01 Maret 2015

My First Posting in 2015, READ THIS !!!!!

Postingan kali ni, didorong oleh Suami saya sebagai Silent Reader (yang sebenarnya saya tahu setiap saya posting sesuatu pasti bakal dbaca sama dia, Hhahaha...) yang sudah rindu dengan cerita saya di blog sejak postingan terakhir dua bulan lalu..
Nih saya lagi dua-duaan sama suami di sebuah tempat nongkrong elite di Jakarta yang ngasih fasilitas Wi-fi Gretong. Hhaha.. iya sih seneng banget saya bisa Online lagi karena semenjak tinggal di Jakarta hampir 1,5 bulan yang lalu. Saya fakir Internet nih soalnya tempat tinggal saya dan suami di Jakarta dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit yang tingginya ga cuma 10 lantai. Dan menurut analisis kami, dikarenakan ketinggian gedung-gedung tersebut yang melebihi kapasitas, akhirnya menyebabkan sinyal yang dipancarkan oleh Satelit Provider yang kami pakai tidak bisa langsung memancar ke HP yang kami pakai sehingga kami jadi fakir Internet kalo lagi dirumah. Pengamatan Ngaco.. lupain..

Tahun 2015 ini sangat istimewa buat saya dan suami. Karena kami benar-benar dipersatukan secara utuh dalam satu atap. Ceilee.. iya dong, sebelumnya kita jauh-jauhan dulu. Kadang suami yang ke Palembang ato saya yang main ke Jakarta. Nah sekarang, bedaaaa.. Apalagi hasil dua-duaan kami setelah resmi jadi Pasutri sangat dirahmati dan diridhoi oleh Allah SWT sehingga terciptalah sebuah kehidupan baru didalam rahim yang bisa kita sebut namanya adalah si Fulan. Iyaa kita dikasih kepercayaan buat jadi orangtua (InsyaAllah.. Aamiin). 

Selama proses hamil ini, akhirnya saya tahu pelan-pelan bagaimana rasanya Mama saya dulu mau ngelahirin saya. At least untuk semua Ibu di dunia.. Pelan-pelan sadar diri juga, ngurangin ngelawan orangtua, lebih ramah sopan, dan lain-lain. soalnya baru kerasa Perjuangannya. 

Selama Nikah ini juga, aseliiiiiii banyaaaaaakk bangeeeettt yang perlu saya sesuaikan dengan suami. Saya tidur jarang pakai kipas, suami harus pakai kipas. Saya biasanya jarang makan roti dengan selai stroberi, akhirnya mulai menyesuaikan untuk menyukai juga. Teruss.. Saya suka sambel merah, suami suka sambel ijo donggg. Saya suka masakan yang ga terlalu kerasa kaldunya, suami malah suka banget, katanya lebih kresss gimana gituh ya. dan juga selera tentang "Telor". Saya sukanya telor dadar yang dimasak ga terlalu garing, yang kuningnya masih cair-cair dikit. Nah kalo suami, sukanya telor mata sapi digoreng garing sampe agak mutung dikit, kemudian ditaburin garam diatasnya, baru enak dimakan katanya. Heuuu..... Well, banyak penyesuaian diantara kita dan semuanya harus pelan-pelan.

Sama pengalaman lainnya adalah, kemana-mana kita harus naik angkutan umum atau kalo lagi nasib fulus berlebih naik taksi jadi pilihan terbaik. Hehehe... Padahal kita berdua sama-sama bisa bawa mobil dan motor. Tapi dinikmatin ajalah yaa.. Kayaknya Rumah Tangga baru yang dijalani semuanya dari Nol, kedepannya bakal jadi lebih berkesan dan bisa membuat kita mengerti arti "Perjuangan". Dimana tidak semuanya bisa didapatkan dengan mudah dan kamu harus melakukan sesuatu dulu untuk mencapainya. Yeaaahhh...!!!!! Hidup adalah Perjuangan.

Itulah secuil kisah saya dan suami yang mau saya ceritain kali ini dengan memanfaatkan Wi-fi gretong dari salah satu tempat nongkrong elite di Jakarta. Hahahaha.

Dah sekian yaa. Udah malem.. Waktunya saya dan suami pulang dan dua-duan lagi dirumah,, Hehehheee...

Wassalaaammm...


Kamis, 18 Desember 2014

Sharing Pengalaman Pekerjaan



Mau Sharing tentang pengalaman Saya selama bekerja disini..
Entah harus seneng atau sedih, karena belakangan ini banyak banget ngerasain yang namanya ga adil, ga fair.. disini kita cuma ber-delapan. 7 laki-laki, 1 perempuan saya sendiri. 7 orang lainnya adalah bawahan saya. 

Dari awal, memang sudah agak janggal mengenai pengangkatan saya. Tapi karena pada waktu itu saya adalah fresh graduate, dan pengalaman masih minim. jadi belum bisa terlalu bernegosiasi mengenai gaji, wewenang saya secara keseluruhan, dan hal lainnya layaknya seorang pimpinan kantor. Orang-orang di sekitar saya juga menyemangati untuk dijalani saja dulu pekerjaan ini, karena bisa mengambil banyak ilmu, relasi, dan manfaat lainnya.

Fix, dari Tanggal 19 Juni 2013 saya diangkat menjadi Koordinator pekerjaan ini untuk Area Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Tanggung jawab dan tantangan yang besar bagi seorang fresh graduate seperti saya. Mengenai tanggung jawab kerja, jelas banyak sekali yang saya handle disini mulai dari bertanggungjawab kepada klien, pihak cabang/capem di seluruh area Sumsel Babel, mengkoordinir teknisi, Administrasi, General Affair, Finance, Sekretaris, cleaning service, product control, warehouse, termasuk juga perpanjang pajak mobil atau hanya sekedar sebagai pengantar surat dari Jakarta ke klien. Dari semua jenis pekerjaan itu, saya merasa gaji tidak sesuai. Logikanya seperti ini, Sebelum saya diangkat, saya hanya jadi admin dengan gaji misalnya 3jt, saya punya koordinator dengan gaji misalnya 6jt. teknisi saya punya gaji misalnya 2,5jt. Koordinator saya diberhentikan, kemudian saya diangkat sebagai koordinator dan admin. Hitungan kasar harusnya gaji saya (6jt+3jt) = Rp 9jt. Karena mereka menganggap saya fresh graduate, mereka awalnya memberikan gaji saya hanya 5,5jt. kemudian saya minta penyesuaian minimal saya harus dapat gaji koordinator, akhirnya gaji saya disesuaikan menjadi 6jt. Dengan gaji 6jt saya melakukan semua pekerjaan yang saya sebutkan diatas. Nah, Dari Tanggal 19 juni 2013-Agustus 2014, teman-teman teknisi saya sudah 2 kali naik gaji, dari 2,5jt menjadi 2,8jt kemudian naik lagi menjadi 3jt. Selama itu pula gaji saya TETAP 6jt. Saat saya konfirmasi ke atasan saya mengapa gaji saya tidak dinaikkan juga, mereka bilang kan kemarin sudah dinaikkan dari 5,5 jt menjadi 6jt. Yang sedihnya, saya yang memperbaiki kinerja teknisi dan membuat mereka bertahan, saya yang selalu mnegupdate dan memfollow up kenaikan gaji disesuaikan dengan UMP Sumsel. Tapi gaji saya sendiri yang ga naik-naik...

Dari situ saya merasa perusahaan ini memeras keringat saya, tidak fair. Ada niat yang kuat ingin berhenti, namun masih banyak keperluan yang harus dipenuhi sehingga saya masih bertahan di perusahaan ini. Logika awam saya mengatakan harusnya perusahaan bisa membedakan mana yang namanya menaikkan gaji karena prestasi kerja mana yang namanya menaikkan gaji karena menyesuaikan dengan posisi. Perusahaan ini ga mau rugi intinya.

Hal yang paling mencengangkan adalah setelah ada Direktur Operasioanal yang baru. Perlahan perusahaan ini saya rasa semakin membaik SOP nya. Saya pernah berbincang langsung dengan Direktur tersebut mengenai keadaan saya ini. Beliau terkejut sama sekali tidak tahu dan tidak pernah diberitahu tentang ini. Yang paling mencengangkan adalah saat kami sedang berbincang mengenai masih butuhnya SDM untuk Divisi Operasional karena karyawan harus diperhatikan juga. 
Beliau bilang :"Inilah akibatnya kalau SOP belum jelas, kamu lihat sendiri kan, gak ada yang peduli sama kamu, mau naik apa enggak gaji kamu. Mereka ga peduli. Kamu sudah kerja hampir 2 tahun, teman-teman kamu naik gaji sedangkan kamu enggak. Satu tahun masa kerja saja harusnya perusahaan sudah menawarkan atau membahas kenaikan gaji kamu".

Sempet terdiam juga saat beliau bilang begitu. Itu artinya,........ Perusahaan ga peduli sama saya padahal saya sudah maksimal dan menghandle semuanya.

Sekarang hanya menunggu menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai, dan segera mencari yang lebih baik untuk saya dan suami....

Dari semua ini, banyak pelajaran yang bisa diambil.. 
Pertama, terimakasih kepada perusahaan ini karena telah memberikan ilmu dan peluang besar ini.
Kedua, pengalaman sudah didapatkan, untuk pekerjaan selanjutnya pengalaman nomor dua, penyesuaian nomor satu.
Ketiga, upayakan lebih selektif dalam memilih perusahaan.
Keempat, Tanyakan jobdesk secara spesifik saat sebelum menerima tawaran pekerjaan.
Kelima, jika gaji kamu tidak naik, kamu boleh tanyakan kepada atasanmu dan bernegosiasi.
Keenam, Selamat mencobaaa.. :p

Rabu, 17 Desember 2014

Hak-hak Isteri atas Suami

Hak-Hak Suami Isteri
Keluarga diibaratkan seperti batu bata pertama dalam sebuah bangunan masyarakat. Apabila keluarga baik, maka masyarakat pun akan ikut menjadi baik dan sebaliknya jika keluarga rusak, maka masyarakat akan menjadi rusak pula. Oleh karena itu, Islam memberikan perhatian kepada urusan keluarga dengan perhatian yang sangat besar, sebagaimana Islam juga mengatur hal-hal yang dapat menjamin keselamatan dan kebahagiaan keluarga tersebut.

Islam mengibaratkan keluarga seperti suatu lembaga yang berdiri di atas suatu kerjasama antara dua orang. Penanggung jawab yang pertama dalam kerjasama tersebut adalah suami. Allah berfirman :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). " [An-Nisaa’: 34]

Islam menentukan hak-hak di antara keduanya yang dengan menjalankan hak-hak tersebut, maka akan tercapai ketenteraman dan keberlangsungan lembaga. Islam menyuruh keduanya agar menunaikan apa yang menjadi kewajibannya dan tidak mempermasalahkan beberapa kesalahan kecil yang mungkin saja terjadi.

Hak-Hak Isteri Atas Suami
Allah Ta’ala berfirman: 

نْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. " [Ar-Ruum: 21]

Rasa cinta dan kasih sayang yang terjadi di antara suami isteri nyaris tidak dapat ditemukan di antara dua orang mukmin. Allah Subhanahu wa Ta'ala akan senang jika cinta dan kasih sayang tersebut selalu ada dan langgeng pada setiap pasangan suami isteri. Oleh karena itu, Dia Subhanahu wa Ta'ala menentukan beberapa hak bagi mereka yang dapat menjaga dan memelihara rasa cinta dan kasih sayang tersebut dari kesirnaan. Allah Ta’ala berfirman: 

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

"Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf." [Al-Baqarah: 228] *

Hal ini merupakan suatu kaidah menyeluruh yang mengatakan bahwasanya seorang wanita memiliki kesamaan dengan laki-laki dalam semua hak, kecuali satu perkara yang diungkapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan firman-Nya : 

وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ

"Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari pada isterinya." [Al-Baqarah: 228]

Dan hak-hak isteri maupun kewajiban-kewajiban mereka menurut cara yang ma’ruf telah diketahui di kalangan masyarakat dan apa yang berlaku pada ‘urf (kebiasaan) masya-rakat itu mengikuti syari’at, keyakinan, adab dan kebiasaan mereka. Hal ini akan menjadi tolak ukur pertimbangan bagi suami dalam memperlakukan isterinya dalam keadaan apa pun. Jika ingin meminta sesuatu kepada isterinya, suami akan ingat bahwa sesungguhnya ia mempunyai kewajiban untuk memberikan kepada isteri sesuatu yang semisal dengan apa yang ia minta. Oleh karena itu, Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma berkata, “Sesungguhnya aku berhias diri untuk isteriku sebagaimana ia menghias diri untukku.”[1]

Seorang mukmin yang hakiki akan mengakui adanya hak-hak bagi isterinya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf."

Dan juga sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : 

أَلاَ إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ حَقًّا وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقَّا.

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kalian memiliki hak atas isteri-isteri kalian dan isteri-isteri kalian juga memiliki hak atas kalian.”[2]

Dan seorang mukmin yang paham, ia akan selalu berusaha untuk memenuhi hak-hak isterinya tanpa melihat apakah haknya sudah terpenuhi atau belum, karena ia sangat menginginkan kelanggengan cinta dan kasih sayang di antara mereka berdua, sebagaimana ia juga akan selalu berusaha untuk tidak memberikan kesempatan sedikit pun bagi syaitan yang selalu ingin memisahkan mereka berdua.

Sebagai bentuk pengamalan hadits “ad-Diinun Nashiihah” (agama adalah nasihat), kami akan menyebutkan apa saja hak-hak isteri atas suami yang kemudian akan dilanjutkan dengan penjelasan tentang hak-hak suami atas isteri dengan harapan agar para pasangan suami isteri paham dan kemudian mau saling nasehat-menasehati dengan kebenaran dan kesabaran.

إِنَّ لِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا.

“Sesungguhnya isteri-isteri kalian memiliki hak atas kalian” 

Di antara hak isteri adalah: 
1. Suami harus memperlakukan isteri dengan cara yang ma’ruf, karena Allah Ta’ala telah berfirman : 

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

"Dan bergaullah dengan mereka secara patut." [An-Nisaa’: 19]

Yaitu, dengan memberinya makan apabila ia juga makan dan memberinya pakaian apabila ia berpakaian. Mendidiknya jika takut ia akan durhaka dengan cara yang telah diperin-tahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam mendidik isteri, yaitu dengan cara menasihatinya dengan nasihat yang baik tanpa mencela dan menghina maupun menjelek-jelekannya. Apabila ia (isteri) telah kembali taat, maka berhentilah, namun jika tidak, maka pisahlah ia di tempat tidur. Apabila ia masih tetap pada kedurhakaannya, maka pukullah ia pada selain muka dengan pukulan yang tidak melukai, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: 

وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

"Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar." [An-Nisaa: 34]

Dan juga berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala ditanya apakah hak isteri atas suaminya? Beliau menjawab: 

أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ، وَتَكْسُوهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، وَلاَ تَضْرِبِ الوَجْهَ، وَلاَ تُقَبِّحْ، وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِي الْبَيْتِ.

“Engkau memberinya makan jika engkau makan, engkau memberinya pakaian jika engkau berpakaian, janganlah memukul wajah dan janganlah menjelek-jelekkannya serta janganlah memisahkannya kecuali tetap dalam rumah.” [3]

Sesungguhnya sikap lemah lembut terhadap isteri merupakan indikasi sempurnanya akhlak dan bertambahnya keimanan seorang mukmin, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ.

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling bagus akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya.” [4]

Sikap memuliakan isteri menunjukkan kepribadian yang sempurna, sedangkan sikap merendahkan isteri adalah suatu tanda akan kehinaan orang tersebut. Dan di antara sikap memuliakan isteri adalah dengan bersikap lemah lembut dan bersenda gurau dengannya. Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam selalu bersikap lemah lembut dan berlomba (lari) dengan para isterinya. ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma pernah berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengajakku lomba lari dan akulah yang menjadi pemenangnya dan setiap kami lomba lari aku pasti selalu menang, sampai pada saat aku keberatan badan beliau mengajakku lari lagi dan beliaulah yang menang, maka kemudian beliau bersabda, ‘Ini adalah balasan untuk kekalahanku yang kemarin.’” [5]

Dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menganggap setiap permainan itu adalah bathil kecuali jika dilakukan dengan isteri, beliau bersabda: 

كُلُّ شَيْئٍ يَلْهُوْبِهِ ابْنُ آدَمَ فَهُوَ بَاطِلٌ إِلاَّ ثَلاَثًا: رَمْيُهُ عَنْ قَوْسِهِ، وَتَأْدِيْبُهُ فَرَسَهُ، وَمُلاَعَبَتُهُ أَهْلَهُ، فَإِنَّهُنَّ مِنَ الْحَقِّ.

“Segala sesuatu yang dijadikan permainan bani Adam adalah bathil kecuali tiga hal: melempar (anak panah) dari busurnya, melatih kuda dan bercanda dengan isteri, sesungguhnya semua itu adalah hak.” [6]

2. Suami harus bersabar dari celaan isteri serta mau memaafkan kekhilafan yang dilakukan olehnya, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ.

“Janganlah seorang mukmin membenci mukminah. Apabila ia membencinya karena ada satu perangai yang buruk, pastilah ada perangai baik yang ia sukai.” [7]

Di dalam hadits yang lain beliau juga pernah bersabda: 

اِسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ مَا فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا.

“Berilah nasihat kepada wanita (isteri) dengan cara yang baik. Karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok. Sesuatu yang paling bengkok ialah sesuatu yang terdapat pada tulang rusuk yang paling atas. Jika hendak meluruskannya (tanpa menggunakan perhitungan yang matang, maka kalian akan mematahkannya, sedang jika kalian membiarkannya), maka ia akan tetap bengkok. Karena itu berilah nasihat kepada isteri dengan baik.” [8]

Sebagian ulama Salaf mengatakan, “Ketahuilah bahwasanya tidak disebut akhlak yang baik terhadap isteri hanya dengan menahan diri dari menyakitinya, namun dengan bersabar dari celaan dan kemarahannya.” Dengan mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Diriwayatkan bahwa para isteri beliau pernah protes, bahkan salah satu di antara mereka pernah mendiamkan beliau selama sehari semalam.” [9]

3. Suami harus menjaga dan memelihara isteri dari segala sesuatu yang dapat merusak dan mencemarkan kehormatannya, yaitu dengan melarangnya dari bepergian jauh (kecuali dengan suami atau mahramnya). Melarangnya berhias (kecuali untuk suami) serta mencegahnya agar tidak berikhtilath (bercampur baur) dengan para lelaki yang bukan mahram. 

Suami berkewajiban untuk menjaga dan memeliharanya dengan sepenuh hati. Ia tidak boleh membiarkan akhlak dan agama isteri rusak. Ia tidak boleh memberi kesempatan baginya untuk meninggalkan perintah-perintah Allah ataupun bermaksiat kepada-Nya, karena ia adalah seorang pemimpin (dalam keluarga) yang akan dimintai pertanggungjawaban tentang isterinya. Ia adalah orang yang diberi kepercayaan untuk menjaga dan memeliharanya. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ

"Para lelaki adalah pemimpin bagi para wanita." [An-Nisaa’: 34]

Juga berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِيْ أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

“Lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” [10]

4. Suami harus mengajari isteri tentang perkara-perkara penting dalam masalah agama atau memberinya izin untuk menghadiri majelis-majelis ta’lim. Karena sesungguhnya kebutuhan dia untuk memperbaiki agama dan mensucikan jiwanya tidaklah lebih kecil dari kebutuhan makan dan minum yang juga harus diberikan kepadanya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." [At-Tahrim: 6]

Dan isteri adalah termasuk dalam golongan al-Ahl (keluarga). Kemudian menjaga diri dan keluarga dari api Neraka tentunya harus dengan iman dan amal shalih, sedangkan amal shalih harus didasari dengan ilmu dan pengetahuan supaya ia dapat menjalankannya sesuai dengan syari'at yang telah ditentukan.

5. Suami harus memerintahkan isterinya untuk mendirikan agamanya serta menjaga shalatnya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : 

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا 

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya." [Thaahaa: 132]

6. Suami mau mengizinkan isteri keluar rumah untuk keperluannya, seperti jika ia ingin shalat berjama’ah di masjid atau ingin mengunjungi keluarga, namun dengan syarat menyuruhnya tetap memakai hijab busana muslimah dan melarangnya untuk tidak bertabarruj (berhias) atau sufur. Sebagaimana ia juga harus dapat melarang isteri agar tidak memakai wangi-wangian serta memperingatkannya agar tidak ikhtilath dan bersalam-salaman dengan laki-laki yang bukan mahram, melarangnya menonton televisi dan mendengarkan musik serta nyanyian-nyanyian yang diharamkan. 

7. Suami tidak boleh menyebarkan rahasia dan menyebutkan kejelekan-kejelekan isteri di depan orang lain. Karena suami adalah orang yang dipercaya untuk menjaga isterinya dan dituntut untuk dapat memeliharanya. Di antara rahasia suami isteri adalah rahasia yang mereka lakukan di atas ranjang. Rasulullah J melarang keras agar tidak mengumbar rahasia tersebut di depan umum. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Asma' binti Yazid Radhiyallahu anhuma : 

Bahwasanya pada suatu saat ia bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Sahabat dari kalangan laki-laki dan para wanita sedang duduk-duduk. Beliau bersabda, “Apakah ada seorang laki-laki yang menceritakan apa yang telah ia lakukan bersama isterinya atau adakah seorang isteri yang menceritakan apa yang telah ia lakukan dengan suaminya?”

Akan tetapi semuanya terdiam, kemudian aku (Asma’) berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka semua telah melakukan hal tersebut.” Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian melakukannya, karena sesungguhnya yang demikian itu seperti syaitan yang bertemu dengan syaitan perempuan, kemudian ia menggaulinya sedangkan manusia menyaksikannya.” [11]

8. Suami mau bermusyawarah dengan isteri dalam setiap permasalahan, terlebih lagi dalam perkara-perkara yang berhubungan dengan mereka berdua dan anak-anak, sebagaimana apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam selalu bermusyawarah dengan para isterinya dan mau mengambil pendapat mereka. Seperti halnya pada saat Sulhul Hudaibiyah (perjanjian damai Hudaibiyyah), setelah beliau selesai menulis perjanjian, beliau bersabda kepada para Sahabat: 

قُوْمُوْا فَانْحَرُوْا، ثُمَّ احْلِقُوْ.

“Segeralah kalian berkurban, kemudian cukurlah rambut-rambut kalian.” 

Akan tetapi tidak ada seorang Sahabat pun yang melakukan perintah Rasululah Shaallallahu 'alaihi wa sallam sampai beliau mengulangi perintah tersebut tiga kali. Ketika beliau melihat tidak ada seorang Sahabat pun yang melakukan perintah tersebut, beliau masuk menemui Ummu Salamah Radhiyallahu anha kemudian menceritakan apa yang telah terjadi. Ummu Salamah kemudian berkata, “Wahai Nabi Allah, apakah engkau ingin mereka melakukan perintahmu? Keluarlah dan jangan berkata apa-apa dengan seorang pun sampai engkau menyembelih binatang kurbanmu dan memanggil tukang cukur untuk mencukur rambutmu.” Maka beliau keluar dan tidak mengajak bicara seorang pun sampai beliau melakukan apa yang dikatakan oleh isterinya. Maka tatkala para Sahabat melihat apa yang dilakukan oleh Rasulullah, mereka bergegas untuk menyembelih hewan-hewan kurban, mereka saling mencukur rambut satu sama lain, sampai-sampai hampir saja sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lainnya. [12]

Demikianlah, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kebaikan yang banyak bagi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melalui pendapat isterinya yang bernama Ummu Salamah. Sangat berbeda dengan contoh-contoh kezhaliman yang dilakukan oleh sebagian orang, serta slogan-slogan yang melarang keras bermusyawarah dengan isteri. Seperti perkataan sebagian dari mereka bahwa, “Pendapat wanita jika benar, maka akan membawa kerusakan satu tahun dan jika tidak, maka akan membawa kesialan seumur hidup.”

9. Suami harus segera pulang ke rumah isteri setelah shalat ‘Isya'. Janganlah ia begadang di luar rumah sampai larut malam. Karena hal itu akan membuat hati isteri menjadi gelisah. Apabila hal tersebut berlangsung lama dan sering berulang-ulang, maka akan terlintas dalam benak isteri rasa waswas dan keraguan. Bahkan di antara hak isteri atas suami adalah untuk tidak begadang malam di dalam rumah namun jauh dari isteri walaupun untuk melakukan shalat sebelum dia menunaikan hak isterinya. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengingkari apa yang telah dilakukan oleh ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma karena lamanya bergadang (beribadah) malam dan menjauhi isterinya, kemudian beliau bersabda: 

إِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا.

“Sesungguhnya isterimu mempunyai hak yang wajib engkau tunaikan.” [13]

10. Suami harus dapat berlaku adil terhadap para isterinya jika ia mempunyai lebih dari satu isteri. Yaitu berbuat adil dalam hal makan, minum, pakaian, tempat tinggal dan dalam hal tidur seranjang. Ia tidak boleh sewenang-wenang atau berbuat zhalim karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang yang demikian. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ كَانَ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى أَحَدِهِمَا دُوْنَ اْلأُخْرَى جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ.

“Barangsiapa yang memiliki dua isteri, kemudian ia lebih condong kepada salah satu di antara keduanya, maka ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan miring sebelah.”[14]

Demikianlah sejumlah hak para isteri yang harus ditunaikan oleh para suami. Oleh karena itu, bersungguh-sungguhlah dalam usaha memenuhi hak-hak isteri tersebut. Sesungguhnya dalam memenuhi hak-hak isteri adalah salah satu di antara sebab kebahagian dalam kehidupan berumah tangga dan termasuk salah satu sebab ketenangan dan keselamatan keluarga serta sebab menjauhnya segala permasalahan yang dapat mengusik dan menghilangkan rasa aman, tenteram, damai, serta rasa cinta dan kasih sayang.

Kami juga memperingatkan kepada para isteri agar mau melupakan kekurangan suami dalam hal memenuhi hak-hak mereka. Kemudian hendaklah ia menutupi kekurangan suami tersebut dengan bersungguh-sungguh dalam mengabdikan diri untuk suami, karena dengan demikian kehidupan rumah tangga yang harmonis akan dapat kekal dan abadi. 



Sumber : http://almanhaj.or.id/content/1190/slash/0/hak-hak-isteri-atas-suami/