Tadi barusan nonton acara On The Spot di Trans7 mengulas tentang kisah 7 ANAK LUAR BIASA.
Sungguh mengharukan melihat kisah anak-anak ini, pada usia dininya mereka telah menjaga orangtuanya yang sudah tidak mampu lagi beraktifitas, bahkan berjalan satu langkah pun. Entah darimana asalnya kesadaran itu, sungguh mereka adalah anak-anak kecil yang sangat luar biasa.
Sinar, adalah salah satu nama tentang kisah anak usia 6 tahun mengurus ibunya yang lumpuh. Nama bocah belia itu menampakkan bakti, cinta dan kasih sayangnya pada sang bunda, mengabaikan masa kecilnya pada saat anak-anak seusianya menghabiskan waktunya dengan bermain, sementara ia harus berada di samping bundanya yang sakit sejak dua tahun lalu.
Sinarlah yang membantu dan menemani ibunya selama ini. Mulai dari memindahkan atau menggeser tubuhnya, masak, makan, minum, mandi hingga buang air. Semua itu ia kerjakan sendiri dengan penuh cinta. Ada rasa iba dan takjub sekaligus melihat bocah usia 6 tahun yang tampak penuh tanggung jawab melakukan tugas mulianya. Bocah kelas satu Sekolah Dasar ini bahkan kerap terlambat ke sekolah karena harus mengurus ibunya. Begitu pula setelah pulang sekolah. Nyaris seluruh waktunya telah ia persembahkan bagi ibunya yang sakit parah.
Kisah Sinar, bocah belia usia 6 tahun ini mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya berbakti kepada kedua orang tua. Walau di antara kita mungkin ada yang bertanya, apakah karena usianya yang masih sangat belia itu yang membuat Sinar mampu memahami arti berbakti kepada orang tua? Karena kita sendiri heran melihat perilaku seorang anak yang sudah dewasa justru tak sudi melayani ibunya yang renta dan tak mampu lagi berbuat apa-apa. Ia telah kehabisan cinta dan kasih sayang untuk ibunya.
Dari kisah ini, Aku teringat Papa dan Mama, usia mereka sudah diatas 50 tahun semua. Walaupun Papa sudah pensiun dan sering kesakitan karena rematik, tetapi Beliau tetap semangat menjalani hidup dengan ceria dan tanpa beban. Lahan yang cukup luas disamping rumah, dimanfaatkan untuk berkebun dan beternak ayam. Ya, itu salah satu cara Papa untuk mengisi kekosongan waktunya di hari tuanya. Sedangkan Mama, seringkali terkena Vertigo akut sampai-sampai tidak bisa beraktifitas beberapa hari.
Seringkali kita mengeluh apabila mereka menyuruh kita ini dan itu. Kita merasa hal-hal itu membebani kita. Tetapi sadarkah kita, apa yang kita lakukan kepada mereka sampai saat ini belum seberapa jika dibandingkan dengan yang diberikan mereka kepada kita? Uang jajan, uang makan, biaya oendidikan, biaya les, sekolah, kuliah dan perlengkapan lainnya diberikan secara ikhlas demi masa depan kita yang lebih baik kelak.
Sampai sekarang pun, diumur mereka yang bertambah tua, Papa Mama selalu berusaha memberikan yang terbaik. Jarak yang jauh membuat Aku sedikit terbebani, karena Aku harus menunjukkan keberhasilanku dan membuat bangga mereka.
Dari kisah Sinar si bocah yang baik hati, Aku terenyuh kembali. Bisakah Aku melakukan hal yang sama seperti Sinar kelak? Jawabannya, Aku belum tahu.
Di usia yang dewasa ini, Aku masih sering egois dengan keinginanku yang menggunung, Disamping itu orangtuaku yang selalu mendoakanku di tiap solatnya, terkadang tidak bisa memenuhi semua keinginanku. Pantaskah jika Aku kurang bersyukur atas segala nikmat ini?
Batas umur hidup di dunia ini, kita pun tidak tahu. Lalu apalagi yang tidak membuat kita untuk bersegera berlutut dan memohon maaf atas kesalahan dan kehinaan yang pernah kita lakukan kepada orangtua kita?
Terimakasih Papa dan Mama yang sampai hari ini masih memberikan uang kuliah, uang jajan, uang belanja, dan sampai hari ini pun, tanpa Aku minta Mama selalu mengisikan Aku pulsa dan menelepon tiap hari. Terkadang Aku dibilang sombong karena jarang menelepon Beliau. Begitu juga Papaku, yang selalu menanyakan kabar Skripsiku, dan selalu mendoakan kebaikan dan kelancaran selama Aku disini. Makasi yah Papa dan Mama..
Kelak, di hari tua kalian, Aku akan selalu ada untuk kalian dan semoga kalian selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Amin ya Allah..
Begitu pun dengan Adik Sinar, terimakasih sudah menginspirasiku melalui pengabdianmu pada Ibumu :)
Begitulah Allah mengajarkan kepada kita tentang cinta kasih kepada orang tua melalui anak kecil ini. IA telah letakkan dalam hatinya pada saat banyak manusia yang justru tak memilikinya. Semoga saja ibu Murni dapat segera sembuh dari penyakit yang menimpanya. Dan putrinya, Sinar, senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah Ta’ala berbakti kepada ibunya.
Sinar Pahlawan - ST12
jangan menangis sayang
ini hanyalah cobaan tuhan
hadapi semua dengan senyuman..... dengan senyuman....... dengan senyuman.....
jangan menangis sayang
sinarmu harus tetap bersinar
tabahkan hatimu demi ibu
itu surgamu......
kuteriris mendengar kisahnya
bocah kecil merawat ibunya
sinar mata dan baik hatinya yang tak berdaya
telah lama dia menderita
sang ayahpun meninggalkan dia
mengisi hidup hanya berdua
kuatkan sinar
jangan menangis sayang
ini hanyalah cobaan tuhan
hadapi semua dengan senyuman.... dengan senyuman... dengan senyuman....
jangan menangis sayang
sinarmu harus tetap berisnar
tabahkan hatimu demi ibu
itu surgamu...... itu surgamu......
jangan menangis sayang
ini hanyalah cobaan tuhan
hadapi semua dengan senyuman..... dengan senyuman....... dengan senyuman.....
jangan menangis sayang
sinarmu harus tetap bersinar
tabahkan hatimu demi ibu
itu surgamu......
kuteriris mendengar kisahnya
bocah kecil merawat ibunya
sinar mata dan baik hatinya yang tak berdaya
telah lama dia menderita
sang ayahpun meninggalkan dia
mengisi hidup hanya berdua
kuatkan sinar
jangan menangis sayang
ini hanyalah cobaan tuhan
hadapi semua dengan senyuman.... dengan senyuman... dengan senyuman....
jangan menangis sayang
sinarmu harus tetap berisnar
tabahkan hatimu demi ibu
itu surgamu...... itu surgamu......
ijin copas ya yan tuk tulisanmu tentang 7 anak luar biasa, aku juga tadi liat dan sangat terharu,
BalasHapustadi backsound lagunya ap aja y?
BalasHapus