Jumat, 22 April 2011

Inilah Itulah.. dan Inilah...


Yap, siang ini seperti biasa, Aku selalu dalam kemalasan.. Karena sering begadang, jadinya sering juga bangun kesiangan, habis bangun tidur, ternyata TV belom dimatiin dari semalam, begitu juga kamar yang terlihat berantakan. Yap, beberapa hari ini Aku adalah seorang pemalas…

Hari ini aku baru makan mie telor kuah aja yang Aku bikin sendiri di ricecooker, ditambah satu batang coklat yang aku beli kemarin, ditambah air putih hangat. Tadi pun, banyak sekali saos yang Aku masukkan kedalam mie, padahal Aku ga begitu suka makan mie pake saos. Entah kenapa, rasanya tadi tuh Aku ingin sekali merasa kepedasan, dan merefresh otak saja, tapi hasilnya adalah perutku mules dan  badanku terasa berkeringat karena kepedesan.

Kegiatan yang baru Aku lakukan hari ini adalah mencuci piring, melipat pakaian, makan, online dan tidur-tiduran aja. Otakku masih berjalan normal, masih bisa berpikir tentang kehidupan, masih bisa tertawa melihat lawakan di televisi, masih bisa merasa kesal melihat berita aneh di TV. Tetapi entah kenapa hati ini diam saja dan ya begitu-begitu saja.

Haruskah Aku benturkan kepala ini ke dinding?? Atau menyelamkan kepala di bak mandi?? Atau menyilet-nyilet kulitku hingga berdarah?? Biar Aku bersemangat dan terus optimis menjalani hidup ini.

Mamaku belom nelpon hari ini, apa Aku aja ya yang nelpon ya? Gatau sih kayaknya Aku Cuma butuh teman untuk selalu berbagi aja dalam keadaan apapun. Butuh orang yang nelponin selain mama atau papa, dan butuh orang yang bisa diajak sharing tentang apapun dan kapanpun. Tapi siapa orang itu?

Kayaknya Aku lagi banyak pikiran dan Aku butuh solusi atas semua pikiran ini. Kakakku semenjak menikah sudah sibuk, gabisa kayak dulu lagi, yang tiap AKu sms/telpon selalu diangkat/dibalas. Kadang Aku sms hari ini, besoknya baru dibalas. Aku telpon beberapa kali, ga diangkat-angkat juga, beberapa hari kemudian baru ditelpon balik lagi. Boleh ga sih Aku mau bilang kalo Aku kangen kamu Kakak, jangan berubah drastis gitu, Aku tahu hidupmu sekarang sudah dengan suamimu, tapi tolong tetaplah jadi payung jadi Aku tidak kehujanan, tetaplah jadi keyboard jadi Aku bisa mengetik, dan tetaplah jadi lemari jadi baju Aku tidak berantakan. Aku belum nemuin yang bisa gantiin posisimu untuk bisa jadi sesuatu dihidupku.

Teman-temanku banyak, tapi mereka ga setiap hari ada buat Aku

Teman-temanku banyak, tapi tidak setiap saat mereka mau mendengarkanku

Teman-temanku banyak, tapi tidak banyak yang melakukan sesuatunya tanpa pamrih

Dan teman-temanku banyak, tapi tidak seperti Kakakku yang selalu bisa memotivasi Aku untuk bangkit dan terus maju dalam hidup ini!

Maaf ya buat teman-teman yang belum Aku balas smsnya, Aku lagi ga mood jalan dan ngabisin duit tanpa dapet motivasi apa-apa dari kalian, dan kita cuma jalan-jalan aja terus tapi nanti pas Aku dikosan Aku kembali lagi ke rutinitas awalku.

Lalu apakah yang masih membuat hatiku bimbang Ya Allah?? Apakah karena Aku yang amsih terlalu bergantung? Ataukah karena ada alas an lainnya?? Aku solat 5 waktu dan terus berdoa di setiap akhir solatku. Mungkin karena  Aku kurang berpuasa nampaknya. Dan apakah mungkin karena Aku belum menjalankan niatku untuk memakai kerudung Ya Allah?? Makanya hidupku belum tenang?? Sampai saat ini Aku sudah mencicil Ya Allah untuk selalu berpakaian sopan dan panjang, kerudung pun Aku cicil satu per satu, alhamdulilah koleksi kerudungku sudah lumayan banyak. Lalu mengapa belum Aku laksanakan niat itu yahh?? Seketika mulutku terkunci tak bisa menjawab pertanyaan ini. Mohon beri AKu petunjuk-Mu Ya Allah, kirimkan lah sebanyak-banyaknya orang untuk terus meyakinkan Aku memakai hijabku ini.

Ya, aku menjawab semuanya sendiri. Mungkin salah satu kebimbangan hatiku ini adalah karena  ada kewajiban yang belum Aku jalankan, yaitu menutup Auratku. Lalu apalagi ya? Apakah dengan adanya seseorang disamping kita maka itu juga merupakan jalan bagi kita untuk mencapai keinginan kita? Hmmm.. tidak tahu…

Tapi mungkin  iya kali ya,hehe.. Aku tidak tahu Ya Allah. Tapi Aku mohon, jikalau ada banyak lelaki diluar sana, tolong kirimkanlah padaku satu diantara lelaki yang baik hatinya..

Ya, seperti tadi, disaat Aku sedang merasakan malas yang luar biasa, tiba-tiba temanku menelepon, sekedar cerita ini itu, walaupun hanya sekitar 15 menit. Tapi sehabis itu Aku langsung bersemangat memakai otakku untuk menulis tulisan ini. Yap, berarti ini salah satu bukti, bahwa dengan adanya orang yang membuat kita bersemangat setiap harinya dapat pula membangkitkan semangat hidup kita walaupun persentasenya masih kecil..

Yap, Aku harus kuat menjalani hidup ini. Semoga Allah SWT terus memberikan kesehatan dan rezeki-Nya pada kita semua. Dan semoga distributor saos juga makin semangat, pedasnya saosmu itu dapat membuat Otakku segar walau sesaat.. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar