Selasa, 26 April 2011

Sinar Matahari semakin gelap...


Bandung, 26 April 2011. 17.30 WIB

Ya Allah.. tadi pagi hamba begitu bersemangat memulai semua kegiatan untuk mengejar matahari. Tetapi sore ini hamba begitu tak bersemangat untuk mengejar matahari itu lagi. Cuma bisa dilihat dari kejauhan saja, nampak terasa sangat silau dimata.

Ya, tadi Saya ke Kampus Dago dan ke Kampus Nangor untuk mengejar matahari itu. Ketika bertemu matahari pertama, Beliau cuma menerima draft Saya dan meminta Saya untuk mengejar matahri kedua dulu. Sesampainya di Kampus nangor, Saya bimbingan dengan Matahari kedua, hasilnya banyak sekali yang di revisi. Pengen nangis Ya Allah.. Saya sudah giat mengerjakan Sinar Matahari ini dari tanggal 7 Februari yang lalu pada saat judul Saya di ACC. Di tengah jalan Harddisk Saya rusak, dll. Sehingga Saya harus mengulangnya dari awal lagi. Lalu dibantu oleh teman-teman, Saya bangkit lagi mengerjakan Sinar Matahari dari NOL lagi. Sampai pada akhirnya, tanggal 5 April kemarin sidang Usmas untuk Sinar Matahari ini dilaksanakan dan disetujui. Terhitung dari tanggal 7 Februari-26 April 2011, Saya sudah melalui 79 hari untuk menyatukan Sinar Matahari ini untuk BAB 1 nya saja.

Hari ini, revisi banyak sekali, judul, teknik sampling, populasi, latar belakang, uji validitas, dll.
Saya down! Saya Down! Saya Down!
Bukan karena Matahari 1 yang banyak merevisi Saya, tetapi karena proses di kampus Saya yang sangat lama dan bertele-tele. Saya yang melalui proses 79 hari harus me-revisi ulang lagi hasil 30 menit bimbingan Saya. Sungguh tidak adil. Saya yakin Matahari 2 ini sangat kredibel di bidangnya. Saya Cuma kesal dengan 79 hari yang sia-sia ini. Cuma dihabiskan untuk menunggu terpenuhi kuota sidang usmas, Cuma untuk menunggu siding usmas, dan sidang usmas.

Saya sudah malas membuka buku lagi, mencari-cari teori lagi, Saya muak mengulangnya dari NOL lagi.

Kalau saja proses dari kampusnya cepat, mungkin Saya sudah sejak lama bimbingan dan sudah memasuki tahap selanjutnya. Ditambah lagi, minggu depan Saya sudah merencanakan untuk pulang karena ada hal yang tidak kalah pentingnya yang harus dikerjakan. Dan sekarang Saya bingung harus mendahulukan yang mana. Di satu sisi, semangat Saya patah, di sisi lain, yang harus Saya kerjakan di Palembang juga penting.

Gak sukaaaaaaaaaaaaaaaaa……!!!!!

Saya tau pada intinya, Saya tidak boleh menyerah. Harus bisa semangat lagi dan harus bisa mengerjakannya lagi. Ya, Saya tau itu…


Hanya butuh proses untuk meredamkan api yang membuat sinarnya terlalu silau dimata…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar