Senin, 25 Februari 2013

Allah tidak tidur, Dia selalu ada didekat Kita

Sahabat, mungkin judul blog Saya diatas sudah seringkali kita dengar dari orang-orang yang juga merasakan keberadaan Yang Kuasa di sekitar kita. Saya tulis seperti itu, karena semakin hari Saya juga sangat merasakan tangan Allah selalu membimbing Saya memilih jalan yang baik.
Jika kita merujuk pada suatu tingkatan, katakanlah ada level A, level B, level C dan level D. Maka Saya merasakan posisi saya sekarang masih pada level C. Sedikit cerita, Dengan gelar Sarjana Komunikasi yang saya dapatkan dari Unpad Bandung pada tahun 2011 lalu. Kemudian setelah lulus, saya mencoba mencari pengalaman belajar bahasa inggris di Kampung Pare, salah satu sentra belajar bahasa inggris di Kabupaten Pare Kota Kediri Jawa Timur dan sembari mengeksplor Jawa Tengah dan Jawa Timur selama sebulan. Lalu kembali lagi ke Kota Bandung melakukan persiapan ini dan itu dan juga mengemas barang-barang Saya untuk dibawa ke Palembang. Oh iya,kembali lagi ke Palembang bukan keinginan Saya melainkan ada desakan dari orangtua dan saudara juga. Jadi, waktu-waktu yang tersisa sebelum akhirnya pulang, Saya pakai untuk bersenang-senang dengan para sahabat dan teman dan juga menyusun rencana strategis kegiatan saya di palembang nanti. Dulu saya merasa, bahwa komunikasi di kota Palembang belum begitu berkembang, maka dari itu saya punya cita-cita seperti ini “ Nanti kalau Saya pulang lagi ke Palembang, saya ingin Komunikasi menjadi eksis disini, saya ingin menjadi presenter, saya ingin menjadi terkenal, Saya ingin jadi pembicara di seminar-seminar komunikasi, Saya ingin menjadi akademisi, praktisi, pengamat komunikasi dan aktif menulis hal-hal seputar komunikasi di media-media di kota Palembang. Kemudian Saya dirikan Organisasi Komunikasi, menjadi wirausaha, lalu menikah berkeluarga tetapi tetap dengan kesibukan di dunia komunikasi. Pokoknya semua yang berbau komunikasi mau saya babat”. Ya itulah kurang lebih keinginan saya pada saat itu. Semangat yang membara, luar biasa sekali. Seolah-olah semuanya itu sudah siap padahal “kunci” nya pun belum ketemu.
Tapi kemudian, ada satu hal yang saya takutkan pada saat itu. Teman dan Jaringan. Dua hal itu yang sangat saya takutkan. Karena Saya merasa Sahabat dan teman saya waktu itu baru sampai batas teman dan sahabat semasa SMA saja yang terjalin, jaringan yang luas belum saya dapatkan karena dulu saya meninggalkan Kota Palembang dalam keadaan diri Saya yang sangat pemalu untuk berinteraksi dengan orang-orang baru.” Jadi, kalau Saya pulang ke Palembang bagaimana cara Saya untuk mengepakkan sayap itu??”. Rasa takut yang seperti itulah yang selalu menghantui Saya. Bagaimana cara saya membuka celah untuk memulai? Waah dulu pokoknya saya bingung sekali harus bagaimana.
Saya minta sama Allah dalam Doa Saya, “Ya Allah saya punya banyak sekali keinginan tapi keadaannya seperti ini, tolong bantu Saya untuk terus meyakinkan dan menguatkan diri bahwa saya bisa melewati masa-masa sulit ini”.
Singkat cerita, akhirnya saya sudah sampai di Kota kelahiran Saya, Kota Palembang. Satu bulan pertama, saya lalui dengan “Fase galau”. Galau dalam artian, semangat belum muncul, teman belum banyak, mencari kerja ga mood. Karena Saya masih merasakan diri saya di Kota Bandung. Dirumah, saya dibatasi jam, selalu ditanya terus kegiatan saya mau kemana, dengan siapa, berapa lama, dll.
Tapi di sela-sela waktu itu saya tetap harus move-on, cari kerja, dan keluar dari kegalauan itu bagaimanapun caranya. Karena pada saat itu laptop saya rusak dan tidak ada komputer dirumah, warnet selalu menjadi alternatif saya untuk mencari informasi. Saya ingat sekali, waktu itu saya sedang online facebook dan membuka grup PPI. Disana  ternyata Kak Okta mem-posting tentang informasi  lowongan pekerjaan sebagai Presenter. Pastinya dong, saya langsung “Ngeh dan Join” lowongan itu. Waktu itu, saya ga mikirin gajinya berapa, itu TV apa, yang ada di otak saya, saya mau jadi presenter dan terkenal.
Kalian tahu PT. SkyTV Palembang???
Jadi, berdasarkan data yang Saya contek dari Mbah google:
“Sky TV adalah sebuah stasiun televisi lokal swasta yang didirikan pada bulan Januari 2006. Saat ini, Sky TV dimiliki oleh MNC Media yang jangkauan siarannya meliputi Kota Palembang dan sekitarnya. Sky TV berada di Channel 44 UHF. Program dari Sky TV hampir keseluruhannya me-relay acara dari TV saudaranya yaitu SINDOtv”.

Jadi, Skytv ini ternyata adalah anak perusahaannya MNC Groups yang bergerak di bidang pertelevisian. Di Kota palembang sendiri baru ada 4 stasiun TV yaitu TVRI Sumsel babel, SriwijayaTV, PalTV dan SkyTV.

Pertengahan Februari, Saya mulai melakukan casting disana. Meliputi News Caster, Voice Over dan Reporter. Jujur sih saya ga sama sekali berpengalaman dalam bidang ini, karena saya memang ga belajar ini dalam kuliah. Saya kan Jurusan Manajemen Komunikasi, kalau yang berbau TV-TV gitu lebih banyak di jurusan Jurnalistik. Jadi, dengan kemampuan alakadarnya, ternyata saya masuk syarat untuk menjadi seorang penyiar TV. Horeeeee.. Seneng ya pasti iya karena apa?? Karena saya pikir orang sedingin dan se pemalu dan se diam saya, apa mungkin bisa tampil di layar kaca? Dan saya pikir, yang pantas jadi presenter itu Cuma orang-orang kayak artis gitu. Tapi mungkin Allah punya sesuatu dibalik ini. Yang tadinya saya pikir tidak pantas, Allah mencemplungkan saya ke dalam TV ini untuk melihat dan membuktikan saya pantas atau tidak.

Dan setelah beberapa bulan saya lalui disana, Saya pantas kok. Terbukti hampir semua program dipercayakan kepada saya untuk dibawakan, Acara Dialog “Biztalk” yang membahasa seputar dunia bisnis di palembang dan Sumsel, “Lunch Topik dan “Jurnal Minggu” yang merupakan acara berita, Dialog kesehatan, dan lainnya. Dan Saya juga menjadi Voice Over untuk tiap berita dan program lain yang tayang. Malah Kepala Stasiun disana juga langsung ngobrol 4 mata dengan saya, meminta saya untuk menjadi karyawan disana. Melalui SkyTv inilah saya baru tahu, bahwa suara saya bagus untuk jadi voice over, bahwa saya bagus bersosialisasi. Pujian-pujian itu yang membangkitkan semangat saya, dan mulai membantu saya untuk menemukan siapa saya. Semua orang disana juga baik-baik sama saya, mulai dari produser-produsernya, desain grafis, editor, sampe ke OB dan cleaning service semuanya dekat dengan saya. Di SkyTV inilah titik awal saya mendapatkan kepercayaan diri kembali, mendapatkan kekuatan dan semangat baru. Gaji saya disini dibayar berdasarkan seberapa banyak jadwal siaran saya yang ditayangkan. Jumlahnya tidak besar loh, Cuma beberapa puluh ribu saja per siaran, Selain tempatnya yang jauh dari rumah, dan gaji kecil. Jadi ya balik modal aja intinya, hehehhehee.

Tapi kemudian Saya mulai mencari peluang lain di dunia Presenter, saya mencoba melamar di TVRI Sumsel Babel. Dan hasilnya Saya juga lulus bersaing dengan hampir seratus peserta, dan dari 5 Presenter terpilih, salah satunya adalah saya. Beberapa program yang saya bawakan adalah “Warta Daerah” program berita sore TVRI yang tayang setiap hari, “Publika” yang merupakan dialog Publik mengenai politik, sosial, ekonomi, budaya, olahraga, dan lain-lain, Kemudian ada “Inovasi” merupakan acara penemuan-penemuan teknologi baru ynag sedang ebrkembang, “Lensa Olahraga” sebuah acara olahraga seputar palembang dan Sumsel, “Klinik Tani” acara tentang pertanian (karena Sumsel ini lahanyya banyak digunakan sebagai lahan pertanian), dan juga “Live Cross” acara berita yang menyiarkan berita-berita kiriman dari masing-masing Provinsi di Indonesia yang ditayangkan dalam program berita TVRI Nasional setiap harinya. Ya walaupun durasi tayanga Live cross nya sedikit, paling tidak muka saya udah beberapa kali nampang di TVRI nasional. Selain itu, beberapa pimpinan bidang di TVRI SS juga beberapa kali mengarahkan dan menawarkan saya untuk bekerja disana, karena mereka ternyata melihat potensi saya. Tapi ternyata umur saya siaran tidak panjang, hanya 6 bulan saja. Sedih ada. Tapi lebih banyak pelajaran yang saya dapatkan dari proses belajar saya sebagai seorang presenter. Mulai dari Februari 2012 sampai November 2012...

Meniti karir awal sebagai presenter selama kurang lebih 9 bulan, Allah membantu membuka jalan bagi Saya untuk mengokohkan pondasi dan  masuk ke langkah selanjutnya lagi agar lebih semangat dan lebih konkrit lagi.

Allah menjawab Doa Saya dengan cara-Nya..
Hal ini terbukti dengan apa yang Saya dapatkan sekarang ini:
1.   Awalnya Saya seorang yang pemalu dan pendiam. Tapi karena saya mencoba pekerjaan sebagai presenter, paling tidak saya sekarang sudah berubah menjadi lebih baik lagi karena seringnya tampil di depan layar kaca, berinteraksi dengan banyak narasumber, karyawan, masyarakat sekitar, dan lainnya. Hal itu memaksa saya untuk berani berbicara di depan umum.
2.   Awalnya saya tidak pernah memperhatikan penampilan saya untuk berhias. Semenjak menjadi presenter, saya banyak belajar bagaimana tampil cantik dan bersinar di depan umum, bagaimana cara make up yang baik, dan tampil rapi di tengah-tengah orang. Semuanya itu saya pelajari karena seringnya saya tampil di depan layar kaca yang harus selalu kelihatan cantik dan fresh dan juga seringnya bertemu dengan orang hebat dan besar dan juga menjadi MC.
3.   Awalnya saya dulu mana bisa berbicara di depan umum. Nyatanya bekerja sebagai presenter membuat saya sudah berbicara di depan ribuan orang. Yup, sebagai MC (Master of Ceremony) saya yang mengontrol jalannya acara dari awal hingga akhir. Bayangkan saja kalau MC sebuah pernikahan, tamu undangan yang datang ada 800-1000 orang. Untuk puluhan acara dimana saya yang jadi MC, berarti udah lebih dari 8000 orang dong. Luar biasa angka itu untuk saya.
4.   Awalnya saya tidak punya kebaya pesta. Karena saya emang ga pernah mau pake kebaya kalau kondangan. Seinget saya punya kebaya ada 2 itupun karena kakak perempuan saya nikah, lebih dari itu saya ga pernah buat. Dan nyatanya setelah menjadi Presenter dan MC, saya sekarang memiliki beberapa kebaya. Luar biasa juga untuk saya.
5.   Awalnya saya hanya bermimpi bisa berkenalan dengan orang-orang hebat. Nyatanya semenjak jadi Presenter Saya sudah mewawancarai banyak orang hebat. Saya pernah wawancara Anggota DPR-RI, Ketua DPRD Sumsel, Wakil walikota Palembang, Para pengamat, Ketua-ketua organisasi, Ketua KPU, ketua MUI Sumsel, pengusaha dan banyak lagi. Bagi saya, dulu saya mana pernah terpikir bisa ngobrol dengan orang-orang seperti mereka karena saya belum ada materi yang mau saya bicarakan dengan mereka. Tapi, bekerja sebagai presenter membuka besar peluang tersebut.
6.   Awalnya saya tidak banyak memiliki jaringan. Nyatanya setelah menjadi presenter, saya berkenalan dengan banyak sekali orang, dan saya memegang nomor kontak mereka. Sebenarnya tidak terlalu banyak efeknya, tapi dengan memiliki banyak jaringan, saya merasa bahwa saya berada diantara mereka, mugnkin saja suatu saat saya sedang perlu sesuatu bisa dibantu oleh mereka, informasi-informasi yang tadinya saya bingung dapetinnya darimana, ternyata malah datang dari mereka. So, punya jaringan yang luas itu baik loh. Itu menunjukkan sejauh mana aktualisasi diri kita.
7.   Awalnya saya kurang PD. Melalui Presenter ini, kepercayaan diri saya lebih meningkat. Tapinya takut ini takut itu. Tapi kalo sekarang “sudah lebih ada nyalinya” hehehe.
8.   Awalnya saya pikir mana bisa saya jadi akademisi. Melalui Presenter ini, saya ingat sekali. Kalau di TV kedua tempat saya bekerja, salign bersaing antar presenter itu biasa. Yang A ga suka sama B, begitu juga sebaliknya. Tapi dari dulu saya sudah terbiasa untuk netral, dan tidak ikut campur keduanya. Saya lebih suka mendengarkan cerita mereka, dan yang jelas tidak menyampaikan diantara keduanya. Malah melalui salah satu teman penyiar inilah, Dia sudah penyiar senior di TVRI, ada beberapa yang ga suka, tapi saya tetap mau komunikasi yang baik, ya kita cerita-cerita tentang ini dan itu. Nyatanya, dari Dia inilah saya mendapatkan kesempatan untuk mengajar (walaupun masih lingkup kecil anak SMA), saya diajak mengajar paruh waktu setiap hari sabtu di SMAN 5, almamater saya dulu. Disini kami mengajar Kewirausahan Presenter yang didalamnya melingkupi Public Speaking juga. Bagi saya, inilah langkah awal saya untuk belajar menjadi seorang akademisi. Sekarang ya masih lingkup kecil, tapi kalau saya banyak belajar dari sini, saya mau melanjutkan s2 dan bisa jadi nanti saya jadi Dosen kan. Kabar baiknya lagi, sabtu kemarin Kami berdua juga diajak bergabung untuk mengajar di SMAN 1 juga. Dan usut punya usut kita berdua jadi semangat, siapa tahu ini bisa terus berjalan dan banyak pihak yang puas, Kami mau buat EO khusus untuk sekolah-sekolah. Jadi menurut saya, Allah membantu saya melalui Kakak ini. Saya juga banyak belajar dari Kk ini. Di dalam Wirus ini kami mengajarkan marketing juga. Saya mengajarkan siswa, tapi saya juga belajar dari Kk ini bagaimana jadi marketing dalam scoop yang kecil.
9.   Oh ya, satu lagi... saya juga dapet pasangan dari proses menjadi presenter ini,,, Hehehehee dan Dia sampai sekarang masih bersama saya, Paling tidak Dia adalah orang terdekat saya saat ini...

Ya kurang lebih, itu yang sudah Allah berikan kepada saya. Mungkin masih ada lagi, tapi sekarang saya lupa apa saja itu.

Oh ya, dulu saya bercita-cita ingin buka bisnis juga. Beberapa bulan yang lalu, saya selalu mencari-cari apa ya bakat saya yang bisa saya pakai untuk jadi bisnis. Dulu saya suka menggambar dan gatau bisa jadi bisnis apa nggak. Melalui Vina, finalis IMB, saya belajar bahwasanya, just do it, dan ayunkan tanganmu utnuk emnggambar. Saya coba deh, kemarin temen saya sudah ada yang order lukisan glitter punya saya. Paling tidak saya sudah menemukan satu, harus terus mencari cara agar bisnis ini bisa terus berjalan sambilan dan semakin banyak peminatnya.

Dan setelah berhenti menjadi presenter, saya bekerja di sebuah perusaahn IT, disini posisi saya sebagai Admin. Sebelumnya saya belum pernah mendengar nama perusahaan ini. Tetapi saya tergerak untuk menjalani segala jalan yang diberikan Allah kepada saya. Saya jalani dulu, dan saya betah kok disini. Saya banyak belajar juga tentang dunia IT dan hal-hal lainnya. Sembari bekerja, karena disini ada fasilitas internet, Saya juga bisa produktif untuk menulis isi blog saya.


Jadi, dulu saya berdoa dan berangan-angan. Senin-Jumat jadwal saya bekerja di perusahaan, Sabtu dan Minggu kegiatan have fun, disamping itu saya memiliki bisnis sampingan juga. Dan sekarang melalui proses yang panjang dan jatuh bangun juga (menurut saya). Saya sudah bekerja di perusahaan Senin-Jumat, mengajar pada hari Sabtu, Hari Minggu waktu untuk keluarga dan  orang terdekat, dan juga kadang-kadang amsih menajdi MC walaupun sudah tidak di TV lagi.
Seperti yang saya tulis diatas, sekarang saya berada pada level C. Karena saya merasa semua yang diberikan ini baru proses awal, belum mencapai kemapanan, dalam artian saya masih belajar dan  belum expert bener. Saya harus mensyukuri ini, dan terus berusaha membuat ini menjadi mapan dan lengket dalam diri saya.
Dan yang saya tahu sekarang, Allah memang benar tidak tidur. Saya minta diberikan teman yang banyak, Allah kasih itu. Saya minta pekerjaan dan lainnya, Allah kasih itu. Allah aksih jalan bagi saya untuk memulainya. Allah kasih saya “bekal”. Ya, dengan bekal itu saya bisa seperti saya yang sekarang. Dan saya tidak cukup berpuas diri dengan keadaan yang sekarang, harus tetap selalu berusaha menjadi dan mendapatkan yang lebih baik lagi. Aamiinn..

Allah tidak tidur, Dia selalu ada di dekat Kita J

3 komentar:

  1. Halo Kak Fyanee, salam kenal. Saya Debby dari Palembang, kebetulan sama2 alumni Unpad :D. Aku nemu blog ini waktu gugling info pendaftaran presenter tvri, tapi belum nemu infony. Waktu itu kakak daftar ke tvri ckmano Kak carany?

    BalasHapus
  2. Kak Fyanee waktu itu daftar di Tvri Sumsel Babel gmn ya caranya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Debby, salam kenal juga. Sori baru reply komennya, karena udh agak jarang update di blog.
      Untuk daftar jadi presenter, kemarin cuma bawa surat lamaran dan CV lengkap beserta pas foto dan Foto close up.. setelah itu, ditelpon pihak TVRI untuk proses audisi lebih lanjut.

      Hapus