"LIFE IS LIKE RIDING MOTORCYCLE"
Kalimat itu saya dapatkan karena terinspirasi dari pengendara-pengendara motor, ya termasuk saya. Saat sedang mengendarai motor, saya mencoba mengambil pelajaran apa yang didapatkan dari setiap pergerakan yang kita lakukan dimanapun dan kapanpun. Kali ini pelajaran itu saya temukan di jalanan.
Hidup itu sama seperti mengendarai motor. Walaupun banyak kendaraan lalu lalang, banyak mobil-mobil yang saling berlintasan sehingga membuat ruas jalan semakin sempit dan hanya menyisakan sedikit jalan di pinggirnya saja untuk para pejalan kaki dan pengendara motor. Tapi sekali lagi, menjalani hidup itu sama seperti mengendarai motor. Kita tidak tahu apakah jalan di depan yang kita akan lewati berlubang atau malah jalan buntu, tetapi ketika kita melihat sedikit celah untuk lewat diantara mobil-mobil itu, kita yakin dan bisa melewatinya dengan baik, segera menyiapkan ancang-ancang, menyiapkan diri untuk meng-gas motor dan bruuuuuummmmmmm motor telah berjalan melewati mobil-mobil itu dan ternyata ada lubang kecil di tengah jalan. Setelah melewati mobil-mobil itu, kita baru bisa mengambil tindakan apakah kita akan melewati lubang itu, mengerem mendadak, menyalip sedikit atau malah menyenggol mobil lain. Hasil yang pertama ternyata kita tidak bisa menghindar dari lubang itu, kita terpaksa harus melewatinya dan membuat kita sedikit tersentak. Hasil yang kedua, ternyata kita mengerem dan kemudian melihat spion lalu mengambil posisi untuk menyalip dari samping sedikit untuk menghidnari lubang itu. Hasil yang ketiga, ternyata kita tidak bisa menghindar, ada niat ingin menyalip malah menyenggol mobil atau pengendara moitor lain dan harus berhenti sebentar karena ada sedikit adu mulut. Ya dari semua hasil itu, kira-kira seperti itulah gambaran ketika kita sedang mengendarai motor. Ada istilah "Unpredictable Action" dan itulah yang kita lakukan pada saat kita mengendari motor, hal itu spontan terjadi.
Begitu pula dengan menjalani hidup, kita hanya boleh terus berusaha terus berusaha dan terus berusaha. Kalau kita terus berusaha kita baru akan tahu ada apa di depan sana, apakah sesuatu yang baik atau malah sesuatu yang mencelakakan kita. Tetapi kalau kita hanya menunggu jalan itu diberikan kepada kita tanpa berusaha, kesuksesan kita hanya akan sampai di batas sana saja, kita tidak akan pernah tahu bahwasanya di depan sana ternyata ada sesuatu yang lebih besar dan lebih baik dari sekedar apa yang kita pikirkan biasa saja. Wallahualam.
Contoh lainnya yang saya rasakan sendiri adalah ketika memilih pekerjaan. Jujur, pekerjaan sekarang yang saya jalankan bisa dibilang melenceng dari pendidikan s1 saya dan dari apa yang saya rencanakan. Untuk bisa menjalankan pekerjaan saya yang sekarang ini, saya sengaja membeli buku pedoman bagaimana pekerjaan ini dilakukan, say bertanya dengan teman kiri dan kanan. Saya belajar rumus-rumus yang sebelumnya jarang saya gunakan. Rasa takut pasti ada, "berani-beraninya mau kerja tapi belum tau bagaimana jobdesk kerjaannya, tar kalau di tengah jalan gabisa ngerjain bisa jadi malu kan". itulah pikiran yang selalu menghantui saya.
Untuk mengurangi rasa takut itu, di tiap waktu luang saya pelajari tentang jobdesk kerjaan saya, saya latih terus sebelum saya mulai masuk kerja. Dan bahkan satu minggu awal masuk kerja saya selalu membawa buku-buku saya itu kalau-kalau saja di tengah jalan, saya gabisa kan bisa buka buku nyari jawabannya. Sakingnya ya..
Dan tahu apa yang terjadi selanjutnya?? Sekarang saya tahu bahwa pekerjaan saya ini kalau dijalani tidak sulit kok. Kita bisa bertanya, kita bisa minta bimbingan. Dan malah saya sekarang menikmati pekerjaan ini. Walaupun orang lain berbeda pendapat dengan pilihan kita, biarkan saja. Jangan sampai hal itu menghancurkan kenyamanan dan impian yang ingin kita capai ke depannya.
Wong kita yang menjalani hidup kok, kenapa repot-repot dengan pendapat orang lain............
ITU maksud saya menulis "LIFE IS LIKE RIDING MOTORCYCLE".
Apapun yang ada dihadapanmu sekarang, takut boleh tapi tetaplah mencari cara agar rasa takut itu berkurang dan coba cari celah untuk mengatasinya..
Duh, pinternya ya saya bisa nulis kayak gini padahal Saya pun tidak luput dari sifat-sifat takut itu. Tetapi sebagai manusia, kita berhak berusaha dan menjadikan hidup kita jauh lebih baik lagi. Saling memotivasi tidak dilarang Agama kok :)
Selamat membaca...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar