Alhamdulilah dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri Tahun 2013, saya resmi memakai penutup kepala, yaitu Hijab..
Saat ini saya masih menyebutnya Hijab atau kerudung, karena saya belum benar-benar memakai Jilbab Syar'i seperti yang diperintahkan.. Namun, seiring berjalannya waktu, saya akan sedikit-demi sedikit mendekati Perintah itu.
Awalnya dimulai dari Tahun 2007 mulai ada keinginan untuk memakai Hijab. Mulai kuliah, jaringan pertemanan saya juga semakin luas dan banyak dari kalangan Ikhwan dan Akhwat. Ya dulu saya terbiasa berada di lingkungan mereka. Banyak yang menyemangati saya untuk segera memakai kain penutup kepala ini. Sampai Tahun 2013, niat itu juga belum terlaksana, dengan banyak alasan yang menerpa.
Sampai akhirnya selesai lebaran, Tanggal 12 Agustus 2013, Hari pertama masuk kerja. Selesai mandi, tiba-tiba entah tangan bergerak sendiri pengen nyobain jilbab. Kira-kira aku cantik ga ya kalo pake jilbab, kira-kira bagus ga ya aku pake jilbab. Ga ada rencana sedikitpun. Tapi emang malemnya sebelum tidur, sempat kepikiran kira-kira besok siap ga pake jilbab??. Dan sempet berdoa sebelum tidur "Ya Allah, jika memang Aku harus berjilbab, tolong kasih petunjuk besok bisa dengan bangun lebih pagi sehingga Aku mempunyai cukup waktu untuk berdandan menyesuaikan jilbab dan pakaian". Kemudian tidur. Besoknya emang bener bangunnya agak lebih pagi, cuma firasat belum kasih tanda apa-apa..
Detik-detik menjelang mau berangkat kerja sekitar Jam 07.00 WIB. Tambah bimbang, pake enggak, pake enggak. Dan akhirnyaaaaa.. "Bismillah, aku coba pake untuk kerja hari ini, dan semoga tidak ada penyesalan setelahnya". Orangtuaku kaget lihat penampilan baruku, dan bilang "Kalau sudah yakin, pake terus jangan dilepasin. Cantik kok pake jilbab". Dan semakin mantaplah hati ini memakai Jilbab.
Iya, Hidayah itu ga dateng sendiri tapi dicari. Semakin kuat niat kita, hidayah semakin dekat. Itulah yang saya alami. Dulu selalu berkilah, Ah nanti saja nunggu dapet hidayah. Ah nanti dulu nunggu lahir dan batin siap. Ternyata kuncinya, Hidayah itu dicari, diselidiki, didekati, dan didalami..
Malah sekarang kalau sedang jalan dan liat yang ga berhijab, ada rasa kasihan. dan berpikir "Ya ampun sayang banget kamu (cewek) ga menutup aurat di depan umum". Tapi terlintas juga, wah jangan-jangan dulu sebelum saya berhijab, orang-orang yang lebih dulu berhijab berpandangan dan berkomentar yang sama juga ke saya ya.
Semakin hari saya semakin yakin, Hijab ini memang sangat baik untuk menjaga kaum hawa dimanapun berada. Sebelum berhijab mungkin orang menilai kita, alangkah seksinya. Semenjak berhijab orang menilai, alangkah beruntungnya lelaki yang nanti akan mendampinginya. Enak yang mana coba? yang nomor 2 lahh... Berarti kita itu dinilai bukan hanya dari paras saja, tapi dari kecantikan yang terpancar melalui Hijab itu sendiri.
Awal menggunakan Hijab, saya sangat suka dengan mengalungkan bagian ujung jilbab saya untuk menutup bagian leher, tapi bagian dada masih bisa dilihat. ternyata ngerasa ga nyaman. Kemudian saya mencoba dengan mengalungkan satu saja bagian ujung hijab ke belakang dan dijepitkan dengan jarum pentul di bagian atas dekat kunciran rambut, dan bagian satunya dijuntaikan saja. Awalnya nyaman, lama kelamaan ga nyaman juga. Kalau mau pakai Hijab modern yang digaya-gayain, saya belum ahli, jadi sekarang masih pakai model yang biasa saja.
Sekarang, orang terdekat saya si RF sangat mendukung kalau saya pakai hijab yang lebar agar menutupi bagian tubuh saya. Awalnya saya tanya, "Yakin kamu gapapa aku Hijabnya panjang?". Trus Dia bilang, "Iya yakin, malah lebih bagus, supaya cowok-cowok ga merhatiin". Karena dapat dukungan seperti itu, kemana-mana kalau pergi suka disuruh benerin jilbabnya, atau panjangin lagi jilbabnya, baru deh kita pergi. Dan ke kantor juga saya berHijab seperti biasa tetapi menutupi bagian dada agar tidak menarik perhatian lelaki. Sudah lumayan nyaman walau masih belum Syar'i banget. Tapi seiring berjalannya waktu, akan menjadi sangat nyaman dengan menjuntai full..
Malah sekarang, saya lagi coba-coba bikin sendiri Jilbab dibantu Mama saya, Jilbab segi empat bahannya lembut dan kainnya lebih lebar dari jilbab paris yang banyak dijual di pasaran. Sekarang baru nyobain bikin beberapa dulu, rencananya dijual ke temen-temen yang kenal aja. Kalo laris, bikin lagi lah, Hehehee.
Hidayah yang datangnya dari Allah, pasti selalu menguntungkan, asalkan kita menerima dan tidak takut mencoba :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar