Selasa, 18 Maret 2014

The solution is coming from yourself...

Mama saya selalu bilang. "Jangan pernah nyakitin hati orang lain, jangan berbuat kasar dengan orang lain, kalau kita yang disakiti ya terima saja, sabar, jangan membalas". Kata-kata itu mungkin sudah ratusan kali dilontarkan Mama kepada saya. Karena sejatinya kedua orangtua saya, tidak pernah mencari masalah dengan orang lain. Namun kerap kali orang-orang yang sepertinya tidak tahu diri.

Pada kesempatan kali ini, cuma pengen share aja mengenai beberapa hal yang terjadi..

Sedari saya kecil sampai lulus kuliah, saya selalu berusaha melakukan hal yang dikatakan Mama seperti yang saya kutip diatas. Saya menjadi orang yang sabar dimata teman-teman saya, dianggap sebagai sosok yang tidak mudah marah, sulit ditebak isi hatinya, dan pendiam karena tidak pernah bercerita seputar masalah pribadi saya. Sehingga saya di cap sebagai orang yang "lurus". Cerita saya perpendek sampai dengan selesai kuliah di Bandung saya kemudian pindah ke Palembang untuk mencari pekerjaan disana dan sampai akhirnya bekerja dikantor yang sekarang. Saya merasa orang-orang kok kayaknya pengen dijaga terus perasaannya sedangkan tidak dengan diri saya. Sedikit berbicara cetus, orang sudah tersinggung. Namun dengan gampangnya kata-kata tidak enak didengar keluar dari mulut mereka.

Baru beberapa bulan belakangan ini saya menjadi orang yang cetus, cepat marah dan cepat menyampaikan unek-unek kalau sesuatu tidak saya suka. Pernah ini terjadi mengenai masalah parkir dikantor saya. Kami sebenarnya sudah mendapatkan space untuk lokasi parkir mobil kami. Namun mungkin belum tersosialisasi dengan baik kepada Satpam dan penghuni gedung yang lain. Sehingga terkadang parkiran kami diisi oleh orang lain. Saya Komplain. Saya laporkan kepada Head Security nya bahwa saya tersinggung dan merasa terganggu ketika beberapa kali Satpam gedung meminta saya memindahkan mobil karena parkir di tempat yang lain, bukan ditempat SIP. Saya coba jelaskan ke Satpam, namun sepertinya dia tidak peduli dan melalui HT berkali-kali terdengar kalimat "Amankan SIP" Helloo?? ya saya tersinggunglah dan saya laporin ke Head Security. Besoknya Head Security menelepon dan mengatakan bahwa akan dibuatkan nama khusus parkir untuk mobil kantor kami. Sangat membantu, namun sekarang jadi berasa si Satpam rada sinis sama saya begitu juga Satpam lainnya. Setiap saya mau parkir, mereka bilang "Bu, nanti parkirnya ditempat SIP jangan ditempat lain". Saya jawab "Iya. tadi/kemarin parkir kita diisi orang, nanti saya pindahin". Hemmm.. ada rasa mengganggu ketika mereka bilang seperti itu.

Kemudian pernah terjadi dengan Cleaning Service kantor juga. kami sudah membayar iuran per bulan untuk membersihkan kantor, dan mereka juga sudah diberikan jadwal pembersihannya. Namun, ada beberapa kali mereka tidak piket. Dan pernah saya bertemu dengan salah satu anggotanya di toilet. Kemudian saya tanya " Mbak, kok belum dibersihin kantor kita ya?". Dia menjawab " Iya, kami lagi banyak kerjaan mbak". Agak Jleb denger jawabannya. dan saya cuma bilang "Oh gitu". Saya kembali kekantor dan saya pikir setelah kerjaan mereka selesai, mereka akan segera kekantor. Saya tunggu sampai sore, tidak ada sama sekali yang datang. Dulu, saya diemin. Sekarang setiap mereka "Nakal" saya laporin terus ke Head Cleaning Service nya. Besoknya yang nakal tadi dipanggil dan diauruh bersihin ruangan kami. Dan jadi rada sinis ke saya. 

Saya tuh suka aneh aja, kan emang bener apa yang saja lakukan sesuai prosedur. Yang jadi masalah, mereka yang tidak bisa terima karena sudah ditegur atasannya, dan akhirnya malu. Kalau profesional sih, harusnya bisa menerima ya. Kecuali kalau yang tidak profesional. 

Pelajaran yang bisa diambil adalah Benar apa yang Mama saya bilang seperti yang dikutip diatas. Orang hanya  mendengarkan apa yang ingin mereka dengar. Hanya melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Dan cukup sekian terimakasih.. The solution is coming from yourself..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar