Senin, 30 Juni 2014

Keluarga Muslim Harmonis


Siapa yang tidak mau menikah selama masa hidupnya? Punya pasangan hidup yang siap menemani dalam segala kondisi Rumah Tangga yang dibina. Pancaran wajah yang ceria, senyum sumringah yang sangat bahagia, apalagi kalau sampai sudah ada keturunan, mengurus anak bersama dan membentuk keluarga kecil yang bahagia dan disukai banyak orang.

Mustahil ada yang tidak mau kecuali orang-orang yang tidak beriman. Hehehe..

Tujuan tulisan ini hanya ingin berbagi rasa dan suka cita. Berawal pagi ini dengan ikut comment pada status seorang sahabat yang bertanya:

Teman : "Coba kamu sebutkan manfaat menikah?". 
Saya :  "Kalau co-pas dari artikel bisa saya sebutkan, tapi kalau berdasarkan pengalaman *krikkrik*". Teman : "Haha..  lama tak jumpa sekalinya muncul langsung "krik-krik". 

Eh tapi serius lho itu ambigu, bermakna ganda, so kesimpulannya komen kamu itu sebetulnya apa ya?
a. Jabawan,
b. Pernyataan,
c. Curhatan,
d. Protes terselubung


Setelah itu langsung lihat profile nya, karena sahabat saya itu adalah pasangan pengantin baru menikah Bulan Mei lalu, saya lihat antara dia dan istrinya akur sekali, saling mengajarkan dalam kebaikan, istrinya tidak suka pamer kecantikan walaupun jujur, Dia cantik banget. Dan sahabat saya, si suaminya itu, snegaja tidak membuat status relationshipnya karena supaya orang-orang ga otomatis meng-klik kemudian bisa melihat profile istrinya. Pelajaran yang saya dapetin adalah, betapa banyak berkah ketika sudah menjadi suami istri. Betapa banyak ilmu ketika sudah menjadi suami/ istri.

Kemudian, saya langsung ingat diri saya sendiri sama calon pasangan saya. Mengkhayal alangkah indahnya jika nanti sudah berumah tangga dengannya. Susah senangnya bisa kami lewati bersama. Suka duka bisa kami bagi berdua juga. Saya lalu ingat bagaimana calon saya itu (InsyaAllah) selalu mengingatkan saya untuk memakai kerudung yang bisa menutupi pakaian saya sampai bagian dada, karenanya dia tidak ingin lelaki manapun menaruh suka terhadap saya. Cukuplah dia kelak yang mengetahui diri saya apa adanya. Calon saya itu malah kurang suka kalau saya berdandan berlebihan, memakai pakaian ketat sehingga membentuk badan, dan dia menyukai saya tidak usah memakai make up dan memakai baju se-sopan dan seadanya saja, Penah saya bilang : "Gapapakan saya make up supaya terlihat cerah di depan kamu, saya pakai baju begini supaya kamu ga malu kalau lagi jalan sama saya di depan umum". Dijawabnya: " Iya gapapa, tapi saya ebih suka kamu tidak memakai make up dan saya lebih suka kamu berpakaian seadanya saja supaya tidak menarik perhatian lelaki lain". Awalnya agak sedikit kesel, lha nih cowok kok begitu ya bukannya seneng.. Tapi lama kelamaan mulai terbiasa dan suka banget kalo dia komentar begitu, karena itu artinya dia ingin menjaga pandangan lelaki lain terhadap saya, dia ingin saya terlindungi. Subhanallah :) (Jangan GR ya kamu :p)

Berkaca dari pengalaman teman saya (lelaki). Dia ingin pacarnya selalu tampil cantik dan seksi. Apalagi kalau sedang ketemu teman-temannya, pacarnya malah harus dandan supaya ga malu-maluin dia. Beda banget sama calon saya. Dia suka gaya saya apapun asal pantas dan sopan.. Bersyukur sekali.. :)

Dan pernah saya bilang ke dia, seingat saya, kalimatnya begini : "Kalau saya pengen pake jilbab panjang yang sampe pinggang itu boleh nggak? kamu malu nggak??" lalu dijawab "Silahkan, kalau kamu sudah yakin, saya gak ada masalah". Alhamdulilah,.. jawaban itu berarti dukungan kepada saya agar menjadi Muslimah yang lebih taat lagi. Keinginan saya kelak, bisa menyempurnakan pakaian saya menjadi lebih baik, dan menjad istri sholehah, dan mendukung calon suami saya dalam keadaan apapun nanti (mudah-mudahan) serta tidak lupa saya ingin sekali nanti kalau punya anak perempuan, dari kecil sudah harus saya ajarkan berjilbab. Begitu juga kalau punya anak lelaki, dari kecil harus dipupuk terus ilmu islamnya. Karena kalau saya lihat zaman sekarang, makin kritis ilmu islam anak-anak kecil.. Dalam hal ini, semoga sayajuga didukung :)

Akhir dari tulisan ini, hanya ingin mengingatkan kepada diri saya untuk terus memperbaiki diri dan berharap semua proses menuju kebahagiaan itu berjalan lancar dan nanti bisa terbentuk keluarga yang harmonis, sakinah mawaddah warrohmah. Aamiin ya robbal alamin.. :-D

Rabu, 25 Juni 2014

I'm Lucky




Kali ini isi blog ditujukan secara khusus untuk inisial RF #pastinyengir

Yup, menjelang H-sekian lagi. Insya Allah makin mantap dengan pilihan saya untuk membina Rumah Tangga dengan inisial RF. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, dan tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang bisa menyamai kesempurnaan Allah SWT karena manusia hanya dibekali dengan akal dan pikiran sehingga kesempurnaan masih harus dicari bukan sifat alami mereka. 

Kehidupan saya banyak dikelilingi oleh para lelaki, yang paling rutin adalah lingkungan tempat saya bekerja.  Atasan saya lelaki, tim teknisi saya lelaki semua, rekan kerja perusahaan saya mayoritas laki-laki semua. Hampir semua koordinasi yang saya lakukan dalam pekerjaan berhubungan dengan laki-laki. 

Karakter para lelaki juga sudah bisa dilihat. Ada yang melankolis, ada pragmatis, ada yang suka melarikan diri, ada yang bertanggung jawab, ada yang gamau susah,ada yang pinter ngeles,  ada yang susah diomongin,  ada yang sok perhatian. ada yangsok sempurna, ada yangsok suci, ada yang emang bener-bener baik, penurut, tulus kalau nolong orang, dan sebagainya.


Berdasarkan pengalaman dari para cowok-cowok itu, merujuk pada judul Blog  kali ini. I'm Lucky. Saya Beruntung. Dalam artian beruntung punya calon si RF :)

Memang kita sering juga berantem karena emosi dan salah paham. Tapi secara keseluruhan, alhamdulilah RF jauh lebihh baikk banget dibandingkan para cowok diatas itu. Sepanjang perjalanan kami hampir 2,5 tahun, sama orangtua pun dia ga minta-minta kecuali mepet, sama saya juga enggak. Kalau kita jalan keluar juga pintar memposisikan diri, dan mudah-mudahan RF di lingkungan kerjanya ga sama kayak sifat-sifat cowok-cowok diatas. Sejauh mata memandang, cara bersikap RF di tengah khalayak ramai termasuk kategori High Class dalam artian, bisa memposisikan diri dalam kondisi apapun. Alhamdulilah and I'm Lucky :)

Kebayang kan kalo misalnya punya pasangan. Kita bangga sama pasangan kita, tapi di mata orang lain, di mata rekan-rekan kerjanya pasangan kita itu tukang gratisan, tukang minta-minta, dan ga modal. Mau?? Saya ga mau.

Jadi, untuk yang namanya inisial RF. Saya beruntung punya kamu. Dan tetep jadi pribadi low profile dan ga malu-maluin ya, :D
Peace!

Senin, 23 Juni 2014

Menunggu H-137



Whoaaaaa....
Dimulai hari ini, berarti masih H-137. 137 hari lagi. Oh My.. itu lama apa sebentar sihh? kayaknya lama deh? tapi itu sebentar lagi #eaaa galauu.. Hhaaahhaa

H-137, banyak banget persiapan yang harus segera dicicil... Belom bikin baju kebaya, mayet kebaya, beli hiasan kebaya, pernak-pernik kebaya, jahit baju kebaya orangtua, tapi secara umum udah hampir tahu semua apa yang mau dikerjain dan disiapin. Yang belum itu ngerjainnya, hehee.. Oh RF andai kamu di Palembang, jadi lebih semangat lagi nih aku nyiapinnya. Sekarang sebenernya udah super excited. cuma kurang temennya aja :D Hehehe. 

Semangat deh menjelang H-137. Semoga semuanya lancar luncurrrr... aamiiinn

Senin, 16 Juni 2014

Sulitnya Mengucapkan "Terima Kasih"



Agak kaget pas denger seseorang bilang:
"Untuk apa ngucapin makasih?" kan itu memang kewajiban dia.

Oh My God, dari dulu gak ada yang namanya memimpin tanpa disukai sepenuh hati. Padahal dalam kehidupan sosial seperti biasanya, ucapan terimakasih wajar kita ucapkan jika kita merasa terbantu oleh pertolongan orang lain. Namun, apakah hal seperti itu menajdi tidak berlaku dengan teman sejawat?
Kalau saya, masih berpegang teguh bahwa tidak ada salahnya mengucapkan "terima kasih" kalau memang merasa terbantu oleh orang lain. Tapi seelah diperhatikan beberapa kali, seseorang tersebut jarang mengucapkan terimakasih kepada orang lain. Ga kebayang alangkah kelunya lidah hanya sekedar mengucapkan itu menajdi sangat berat, seperti beban.

Dan satu lagi yang bikin kaget pas baca bbm, liat seseorang tadi mengucapkan "Terimakasih" pada seseorang lainnya karena modul yang dibuatnya telah membantu pekerjaannya. Tuhan, kalau mau perhitungan, saya ini bukan lagi membantu pekerjaan dia, tetapi membantu perekonomiannya juga.Tapi jadinya lucu, kenapa? Karena saya semakin tahu kualitas hidup orang itu bagaimana.
Padahal, yang menggerakkan agar modul itu tercipta adalah saya, yang punya inisiatif supaya mereka membuatnya adalah saya. Oke, saya hanya berpikir "Cukup tahu saja". Dan tiba- tiba langsung ingat perkataan Mama saya : "Nanti, kalau sudah tidak ada lagi, baru orang bilang kamu baik, orang bilang kamu sudah sangat membantu mereka. Kalau sekarang, bisanya mereka mengeluh, marah, kecewa". Yes Mom, benar sekali! 

Hanya perlu fokus kerja kisaran 6 bulan lagi untuk segera mengambil nafas, terlepas dari belenggu tatapan sinis mereka dan diberi hak yang seharusnya. 

Sekarang hanya perlu fokus, sabar, teliti, dan hati-hati.Aamiin.Semangat!!!


Selasa, 10 Juni 2014

why why why

Ga begitu ngerti apa yang ada di pikiran dia sekarang.
Email saya tadi pagi dihapus, punya orang enggak.Why?

Jumat, 06 Juni 2014

Tuhanku :)

Tuhan..
Kadang Aku jenuh dengan kehidupan ini. Alangkah banyak kebusukan diantara manusia satu dengan manusia lainnya.Semua yang ada di dunia ini fana menunjukkan kenikmatan dunia yang aduhai sekali. Menjelang Pilpres inipun semakin panas suasana dibuatnya. Ada keinginan Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang benar-benar baik, karena pengaruhnya akan sangat luas sekali termasuk kepada diri ini.
Saling sikut diantara manusia. Sungguh memang benar kata-Mu.. Jangan mengejar dunia karena akan membuat semakin jauh dari kebenaran dan kebaikan. Itu Benar! Benar sekali!

Minggu ini rasanya berat, karena tidak semua isi di hati ini dapat tersalurkan dengan baik. Engkau berikan cobaan kepada keluarga kami dengan segala lika-likunya. Tapi Aku masih yakin bahwa Engkau memberikan hamba masalah dengan segala batas kemampuan hamba untuk menghadapinya. Tapi Aku juga mohon, selalu disampingku untuk membimbing ke arah jalan keluar dari masalah ini. Sungguh banyak sekali pikiran ini di lika-likukan. 

Untuk permasalahan internal keluargaku, Aku hanya meminta agar Engkau selalu mengulurkan tangan kasih sayang-Mu Tuhan.. agar kami semua selalu kuat, sabar dan bisa berpikir jernih menghadapi semuanya. Terutama kedua orangtuaku agar selalu diberikan kesehatan.

Sedangkan untuk pernikahanku dalam beberapa bulan lagi, Aku hanya meminta rukunkanlah Aku dan calon pasanganku nanti. Entah bagaimana caranya tapi Aku rasa setiap manusia tidak ada kesamaan dan kecocokan mutlak. Perbedaan selalu ada di setiap kalimat yang diucapkan. Kalau memang rencana kami ini Engkau ridhoi, permudahkanlah jalan kami, satukanlah pendapat kami, dan tengahilah setiap perbedaan kami. Dan juga untuk kedua keluarga kami agar saling rukun, selaras dan seirama. Tentunya ketika dua orang yang sebelumnya bukan muhrim dan akan menjadi satu ikatan, harus sanggup menghadapi segala rintangan selama kehidupan diarungi bersama. Tapi apa jadinya, jika emosi dan keras kepala membatasi itu. Kadang muncul keraguan karena perbedaan ini. Tapi aku hanya ingin berdoa, Jika Engkau ridhoi jalan kami, tolong satukanlah kami.

Sungguh bekerja membuat pikiran ini terbuka dengan segala hal yang pelik. Macam-macam sifat, perilaku, tingkah laku, perkataan, dan sikap orang lain yang berbeda-beda. Tapi mengerucutkan pada hal yang lebih kecil lagi, bahwa tidak ada orang selain orangtua yang bisa dipercaya. Dan agak sedikit menjadi beban ketika Aku ingin segala sesuatunya benar dan on the right place, terkadang tidak bisa diterapkan. Dan banyak sekali bisikan kiri kanan yang menyetir (apa cuma perasaanku saja) di satu sisi,  A harus hasilnya bagus, lurus, sempurna,  B ingin hasil laporan kerja yang bagus, cepat , C belum siap dididik menjadi seperti keinginan A dan B. dan ini menjadi suatu tantangan tersendiri membentuk Tim yang solid. Sempat B tidak setuju dengan rencanaku karena dengan alasana untuk apa lagi kan semuanya udah dikasih tau. Tapi bagi Aku yang mengalami semuanya, bahwa C kapasitasnya tidak sama satu sama lain dan butuh penyegaran. 

Dalam waktu beberapa bulan ini, adalah masa pembuktianku untuk bekerja dengan baik dan benar dan dapat memberikan hasil yang berguna. Harapanku ingin A puas dengan hasil kerja kami, ingin B bangga dengan Hasil kerja kami, dan ingin C menjadi sosok yang dapat diandalkan, solid, cerdas, profesional, dan beretika. Itu semua butuh proses! 

Hanya ingin berusaha yang terbaik untuk semuanya. Sudah cukup pusing dengan hal-hal kecil yang tidak ada manfaatnya dan merepotkan. Hanya ingin berada dijalan yang benar, dan melakukan yang benar serta dengan benar.. Tolong Tuhan, jika memang pemikiranku ini dapat dipahami, selalu selipkan jalan keluar, dan buatlah orang-orang di sekitarku juga memahami hal ini. Begitu juga Aku, Aku ingin menjadi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih bertakwa kepada-Mu.

Aaminn ya Robbal Alamin