Siapa yang tidak mau menikah selama masa hidupnya? Punya pasangan hidup yang siap menemani dalam segala kondisi Rumah Tangga yang dibina. Pancaran wajah yang ceria, senyum sumringah yang sangat bahagia, apalagi kalau sampai sudah ada keturunan, mengurus anak bersama dan membentuk keluarga kecil yang bahagia dan disukai banyak orang.
Mustahil ada yang tidak mau kecuali orang-orang yang tidak beriman. Hehehe..
Tujuan tulisan ini hanya ingin berbagi rasa dan suka cita. Berawal pagi ini dengan ikut comment pada status seorang sahabat yang bertanya:
Teman : "Coba kamu sebutkan manfaat menikah?".
Saya : "Kalau co-pas dari artikel bisa saya sebutkan, tapi kalau berdasarkan pengalaman *krikkrik*". Teman : "Haha.. lama tak jumpa sekalinya muncul langsung "krik-krik".
Eh tapi serius lho itu ambigu, bermakna ganda, so kesimpulannya komen kamu itu sebetulnya apa ya?
a. Jabawan,
b. Pernyataan,
c. Curhatan,
d. Protes terselubung
Setelah itu langsung lihat profile nya, karena sahabat saya itu adalah pasangan pengantin baru menikah Bulan Mei lalu, saya lihat antara dia dan istrinya akur sekali, saling mengajarkan dalam kebaikan, istrinya tidak suka pamer kecantikan walaupun jujur, Dia cantik banget. Dan sahabat saya, si suaminya itu, snegaja tidak membuat status relationshipnya karena supaya orang-orang ga otomatis meng-klik kemudian bisa melihat profile istrinya. Pelajaran yang saya dapetin adalah, betapa banyak berkah ketika sudah menjadi suami istri. Betapa banyak ilmu ketika sudah menjadi suami/ istri.
Kemudian, saya langsung ingat diri saya sendiri sama calon pasangan saya. Mengkhayal alangkah indahnya jika nanti sudah berumah tangga dengannya. Susah senangnya bisa kami lewati bersama. Suka duka bisa kami bagi berdua juga. Saya lalu ingat bagaimana calon saya itu (InsyaAllah) selalu mengingatkan saya untuk memakai kerudung yang bisa menutupi pakaian saya sampai bagian dada, karenanya dia tidak ingin lelaki manapun menaruh suka terhadap saya. Cukuplah dia kelak yang mengetahui diri saya apa adanya. Calon saya itu malah kurang suka kalau saya berdandan berlebihan, memakai pakaian ketat sehingga membentuk badan, dan dia menyukai saya tidak usah memakai make up dan memakai baju se-sopan dan seadanya saja, Penah saya bilang : "Gapapakan saya make up supaya terlihat cerah di depan kamu, saya pakai baju begini supaya kamu ga malu kalau lagi jalan sama saya di depan umum". Dijawabnya: " Iya gapapa, tapi saya ebih suka kamu tidak memakai make up dan saya lebih suka kamu berpakaian seadanya saja supaya tidak menarik perhatian lelaki lain". Awalnya agak sedikit kesel, lha nih cowok kok begitu ya bukannya seneng.. Tapi lama kelamaan mulai terbiasa dan suka banget kalo dia komentar begitu, karena itu artinya dia ingin menjaga pandangan lelaki lain terhadap saya, dia ingin saya terlindungi. Subhanallah :) (Jangan GR ya kamu :p)
Berkaca dari pengalaman teman saya (lelaki). Dia ingin pacarnya selalu tampil cantik dan seksi. Apalagi kalau sedang ketemu teman-temannya, pacarnya malah harus dandan supaya ga malu-maluin dia. Beda banget sama calon saya. Dia suka gaya saya apapun asal pantas dan sopan.. Bersyukur sekali.. :)
Dan pernah saya bilang ke dia, seingat saya, kalimatnya begini : "Kalau saya pengen pake jilbab panjang yang sampe pinggang itu boleh nggak? kamu malu nggak??" lalu dijawab "Silahkan, kalau kamu sudah yakin, saya gak ada masalah". Alhamdulilah,.. jawaban itu berarti dukungan kepada saya agar menjadi Muslimah yang lebih taat lagi. Keinginan saya kelak, bisa menyempurnakan pakaian saya menjadi lebih baik, dan menjad istri sholehah, dan mendukung calon suami saya dalam keadaan apapun nanti (mudah-mudahan) serta tidak lupa saya ingin sekali nanti kalau punya anak perempuan, dari kecil sudah harus saya ajarkan berjilbab. Begitu juga kalau punya anak lelaki, dari kecil harus dipupuk terus ilmu islamnya. Karena kalau saya lihat zaman sekarang, makin kritis ilmu islam anak-anak kecil.. Dalam hal ini, semoga sayajuga didukung :)
Akhir dari tulisan ini, hanya ingin mengingatkan kepada diri saya untuk terus memperbaiki diri dan berharap semua proses menuju kebahagiaan itu berjalan lancar dan nanti bisa terbentuk keluarga yang harmonis, sakinah mawaddah warrohmah. Aamiin ya robbal alamin.. :-D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar