Kamis, 05 Desember 2013

Puluhan ide yang belum terealisasi

Akhirnya blog ini bisa dibuka lagi setelah sekian lama lupa password dan di recovery ulang.. cuman sekarang setiap masuk ke blogspot ini harus melalui laman gmail terlebih dahulu, ga seperti dulu yang langsung di laman blogspot. Tapi gak apalah, yang penting sekarang udah eksis lagi.

Kemarin-kemarin sempet banyak banget yang mau ditulis, cuma skrg udah lupa..

Bulan ini bulan apa hayoo??? Yes, Bulan Desember.. Akhir dari tahun 2013. Kalau buat saya, Bulan ini adalah Bulan galau, Kenapa? karena udah masuk akhir tahun.

Flashback lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Saya sangat berterimakasih sekali sama Pencipta saya karena sudah memberikan banyak sekali pelajaran hidup di tahun ini. Terobosan yang paling besar adalah, saya sudah mulai memakai Jilbab. Dimulai setelah Lebaran Idul Fitri kemarin, Hari pertama masuk kerja. Niat ini udah lama banget nyangkut di pikiran dan akhirnya sudah tidak menemui jalan buntu lagi. Alhamdulilah walaupun belum 100% masuk dalam kategori Jilbab Syar'i, paling tidak perlahan saya mulai belajar sedikit demi sedikit Jilbab yang sebenarnya. Walau sekarang juga sedang trend model  Hijab kombinasi dan ke-kinian, cuma saya ga begitu tertarik karena lebih nyaman pakai Jilbab yang biasa-biasa saja. Ya Alhamdulilah intinya saya sudah menjalankan kewajiban muslimah saya yaitu menutup aurat.

Hal lainnya yang mau saya share disini adalah saya punya banyak sekali impian dan keinginan untuk hidup lebih maju, cuma memang pikiran saya lebih mengarah ke pekerjaan yang tetap namun tidak terlalu berat dan juga terpikir ke arah wirausaha. Ya jaman sekarang, semua barang udah pada mahal, dulu kebayanag deh uang Rp 50.000 bisa dapet banyak banget kalo belanja. Lah kalo sekarang, duit Rp 50.000 cuma cukup beli sirup 3 botol. Hedeehh. Menurut saya, wirausaha adalah jalan tengah agar kita tetap bisa bersaing di tengah himpitan ekonomi yang semakin tinggi.

Udah ada beberapa ide bisnis wirausaha yang pengen saya jalankan, bisa jadi bisnis utama ato juga bisnis sampingan. Bisnis yang saya pikirin ini bisnis dengan modal yang tidak terlalu tinggi sih, cuman kalau dijalani dengan tekun, ya berkelanjutan tak henti-henti kayak kereta api, ehhee.

Saya sih mikirnya, lebih baik ada usaha kecil-kecilan daripada cuma ngandalin gaji bulan doang, kalo habis, mau duit drmn lagi coba? 

Saya udah mulai mempelajari sedikit demi sedikit tentang bisnis yang saya pikirin itu, tinggal cari contoh buat belajar sama jadi cntoh produk juga. Ya mudah-mudahan kalo niatnya lurus dan fokus, rencana usaha ini bisa berjalan. Aamiin :)

Rabu, 14 Agustus 2013

Kopi Asin

kopi
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “Kita pulang aja yuk…?“.
Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, “Bisa minta garam buat kopi saya?” Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?
Si pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana.
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.
Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli … betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!
Untung ada kopi asin!
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh
pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata,
“Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi asin.
Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.
Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.”
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?
Si gadis pasti menjawab, “Rasanya manis.”
Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.

Senin, 12 Agustus 2013

Jiwa Baru (12 Agustus 2013)

Assalamualaikum Wr.Wb

Haii Bloggers, apa kabarnya?

Sebelumnya saya mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah. Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.. Mohon maaf jika ada salah baik yang di sengaja maupun yang disengaja. Baik yang direncanakan maupun yang tidak, hehee. 

Lebaran tahun ini terasa berbeda. banyak sekali perbedaannya. Seinget Saya dulu kalo mau Lebaran itu rasanya sueenennngg beneerr. Apalagi malam takbiran, rame dan berbahagia. Tapi rasanya tahun ini berlangsung biasa-biasa saja. Begitupun di tempat lainnya, saya liat biasa-biasa saja. lebaran seolah-olah merupakan sesuatu yang umum dan nilai keibadatannya agak sedikit bergeser maknanya. Lebaran seolah-olah hanya syarat lengkap saja untuk menyambut Bulan Syawal. keharmonisan, keakraban dan kehangatan yang biasanya tercipta malah jadi terasa seperti beban karena harus disibukkan dengan persiapan menyambut lebaran seperti membuat kue, membeli minuman, baju baru, dan lain-lainnya yang baru. Padahal kita bisa saja memaknai lebaran itu dengan Simpel tetapi tetap harmonis. Ya ke depannya, kita sama-sama berdoa semoga lebaran tahun depan semangat kita tidak memudar malah harus lebih ditingkatkan. Aamiin..

Menyambung cerita tentang Lebaran. Lebaran tahun ini kemana-mana saya berusaha untuk selalu menutup aurat saya dengan memakai pakaian tertutup dan berhijab. Bukannya ikut-ikutan. tetapi saya mulai menyadari bahwa hidup saya tidak hanya di dunia saja, di akhirat nanti adalah titik akhir pencapaian hidup kita. akan kita pertanggungjawabkan semua yang telah kita lakukan di dunia ini. yang baik-baik diberikan pahala dan yang buruk-buruk diberikan balasannya sesuai dengan janji Allah SWT. 

Semakin nambah umur, alhamdulilah saya merasa semakin ingin memperbaiki diri, bukannya malah tergiur untuk selalu tampil "lebih" dibandingkan dengan yang lainnya. Sekarang saya melihat orangtua saya sudah mulai lelah. badan mereka dimakan usia begitupun kemampuan berpikir dan bekerja mereka, lebih cepat capek. Papa sudah mulai sakit-sakitan. mama juga. tinggallah saya sendirian dirumah yang mudah-mudahan bisa terus merawat mereka semua. Dulu sewaktu kecil saya pernah membaca tulisan yang mengatakan bahwa "Tidak akan masuk surga seorang Ayah jika belum bisa membuat anak-anak perempuannya menutup aurat mereka". Dulu tak begitu saya hiraukan. berbeda dengan sekarang, saya mulai mencari makna dan kebenaran tulisan itu. begitu juga dengan tulisan yang satu ini yang sudah tidak asing lagi "Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik, dan Sebaliknya lelaki yang tidak baik untuk perempuan yang tidak baik pula". saya ingin mencari kebenaran dari tulisan-tulisan tersebut mulai dengan cara rajin membaca artikel, membaca buku maupun berdiskusi dengan teman atau sahabat. 

Saya ingin memulai menjalani hidup ini dengan kebahagiaan dan atas Ridho dari Sang Pencipta Allah SWT. saya ingin menjadi hamba yang beriman dan bertakwa. Saya ingin memulai itu sebelum semuanya terlambat. Dunia ini Fana dan tidak kekal. Siapa yang tahu saya akan hidup berapa tahun lagi di dunia ini? hanya Tuhan yang tahu. untuk itu, agar saya siap menuju ajal saya, saya harus mulai terus mendekatkan diri pada-Nya. Biarkan orang-orang dengan harta-harta mereka, kedudukan mereka, eksistensi mereka, kecantikan mereka. saya hanya ingin mendapatkan Ridho-Nya di setiap langkah dan setiap hal yang saya lakukan.

Dan salah satu cara membuktikannya.. SAYA MULAI MEMAKAI JILBAB MULAI HARI INI.. Alhamdulilah...

ya saya sudah memakai jilbab, tidak ada lagi rambut pendek yang bisa saya uraikan, saya jepit atau saya kuncir agak terlihat cantik, begitu juga dengan leher, tangan dan bagian lainnya dari tubuh saya yang patut saya pamerkan lagi. Walaupun cara saya menutup aurat belum bisa dikatakan sesuai ajaran agama yang sebenarnya. Mudah-mudahan ini baru langkah awal saja, ke depannya saya mau dan akan terus memperbaiki diri saya untuk menjadi lebih baik lagi.

Tidak ada satu orangpun yang tahu niat saya untuk memakai jilbab hari ini termasuk orangtua, orang terdekat dan sahabat. sebelum tidur saya hanya berdoa "Ya Allah jika memang engkau meridhoi Aku untuk segera memakai jilbab, tolong bangunkanlah aku dikala Subuh". Yup, jam 3 saya terbangun begitu saja. sempat terlintas bahwa ini jawaban Allah, dan Allah meminta saya untuk shalat istikharah atau sejenisnya agar lebih memantapkan diri. tetapi karena kantuk yang luar biasa, saya tidur dan berdoa "Ya Allah, tolong bangunkan saya untuk shalat subuh dan agar cukup waktu memakai jilbab sebelum berangkat kerja". Yup, saya pun terbangun kembali pukul 05.30 WIB. Saya pun mengambil kesimpulan bahwa Allah memberikan saya jalan. menagapa harus saya tunda-tunda lagi. 

Sembari berjalan menuju ke WC, sembari mandi, kemudian shalat dan bersiap-siap memakai pakaian kerja, otak saya selalu berpikir "Yani, apakah kamu sudah yakin? Apakah kamu sudah sanggup? Apakah kamu sedang bermimpi? Apakah kamu siap? bagaimana nanti tiba-tiba reaksi orang yang melihatmu? terutama atasanmu? Bagaimana kalau karena kamu berjilbab nanti kamu dipecat karena notabene Bos saya adalah non muslim? bagaimana jodohmu nanti? Bagaimana baju-bajumu kan belum lengkap? Jilbab mana yang mau dipakai di hari pertama? bagaimana jika benar kata orang-orang kalau berjilbab itu kamu susah diterima bekerja dimana-mana??????????????????? Buaaaannnnnyyyaaaaaaakkkkkk sekalii pertanyaan dipikiran saya tadi pagi dan tidak ada jawabannya sama sekali. tetapi entah mengapa sambil berpikir otak ini, tangan ini terus bergerak mencari jilbab, manset, dan perlengkapan lainnya yang akan dipakai untuk kerja. Sambil berpakaian, otak ini terus berpikir tetapi tangan juga terus bergerak satu demi satu merajut kain segi empat itu menjadi pantas di muka saya dan menjadi cantik ketika dipakai.

Dan tanpa sadar, penampilan saya sudah tertutup rapi dan menawan (menurut saya hhehehe). 

Segera saya menyiapkan barang-barang lainnya yang akan dibawa. Dan tereeeeennnggg menujuu meja makan dimana papa saya sudah duduk manis duluan disana. Dengan malu-malu saya menuju kursi sambil berkata "Pa, mulai hari ini saya pakai jilbab ya??" tanyaku. "Iya gapapa, dipake terus ya, cantik kok pake jilbab".jawab papaku sambil tersenyum manis. Huaaahh leganya hati ini karena didukung keputusanku ini. 

Dan aku pun pergi menuju kantor menggunakan motor. Sesampai dikantor, langkah saya pelankan, kepala ditundukkan, dan membuka pintu kantor. Sontak semua teman-teman kantorku bereaksi "Waaaaaaahhhhh Yaniiiii, sudah pakai jilbab sekarang, alhamdulilah, berkah ramadhan ya.." dan kami pun bersalam-salaman karena hari ini masih dalam suasana lebaran hari ke-5. begitupun ketika saya berjalan menuju tempat-tempat lainnya. Banyak sekali yang menyambut hangat dan memuji kecantikan saya yang baru saja memakai jilbab. Alhamdulilah. hari ini berjalan lancar dan suasana tampak terasa hangat dan menyenangkan. Mudah-mudahan tidak ada penyesalan setelahnya karena ini jalan yang sudah saya pilih.

Semoga tiap langkahku selalu dilindungi oleh Allah SWT dan diberikan kehidupan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Aamiin Aamiin ya robbal alamin. 

HARI INI, TANGGAL 12 AGUSTUS 2013. TELAH LAHIR SEORANG MUSLIMAH DENGAN JIWA YANG BARU........
*Ilustrasi: background padang pasir dimana sedang ada muslimah yang berdiri dan jilbabnya terurai karena ditiup angin sambil melihat kearah langit dengan mata berbinar-binar*

Bismillahirrohmanirrohimm. Kita mulai Babak baru.. *backsound Lagu InsyaAllah karya Maher Zein"

Sekian. Wassalam..

Jumat, 26 Juli 2013

Pengalaman pertama kasih Surat Teguran

Palembang, 15:48 WIB

Haii. Gini ya rasanya ngasih anggota Surat Teguran, bukan Surat Peringatan loh. Awalnya karena sudah terlalu penuh kejengkelan dihati karena x ga bekerja dengan baik. Tapi Surat Teguran itupuuunnnn harus keluar..............................

Jadi gini, saya kan kerja di salah satu Perusahaan IT besar di Indonesia, dan kebetulan sekarang sedang ada proyek di salah satu bank daerah di Sumsel. Pertama kali masuk saya belum tau apa yang nanti akan saya kerjakan, lama kelamaan saya mulai belajar di posisi admin. ga, warehouse, sdm, finance, dan lainnya. Hampir semua posisi ini saya pelajari sampai akhirnya terjadilah suatu peristiwa dimana Koordinator saya sebelumnya diberhentikan karena kinerja yang kurang memuaskan. Alhasil, saya dipercaya untuk menggantikan posisi tersebut. Merasa terbebani iya, merasa senang pasti. Tapi tantangannya adalah saya harus mengkoordinir para anggota yang semuanya adalah Cowok, latar belakang pendidikan yang berbeda, dan pemahaman kami pun terkadang berbeda. maklum kan katanya Cowok pakai logika cewek pakai perasaan. Tapi saya berusaha untuk menanggalkan perasaan itu dan bersikap se-logika mungkin menghadapi mereka ini.

Perkara dimulai pada saat-saat mengumpulkan laporan, menyelesaikan pekerjaan yang ada targetnya atau memenuhi permintaan dari klien kami secara cepat. Ada yang bergerak cepat, ada yang lambat dan ada yang tidak mau bergerak atau malah pura pura tidak tahu. Tapi kali ini Saya merasa sudah kelewatan, x sudah melukai hati saya, memperlambat pekerjaan saya, dan seperti itulah kira-kira gambarannya.

Saya sudah berkali-kali memperingatkan x secara lisan baik dalam keadaan sengaja maupun tidak sengaja untuk mengubah sikapnya, cuma mungkin dianggapnya sebagai kalimat lewat saja. Puncaknya beberapa hari terakhir ini, dia membantah dan mau mengerjakan suatu pekerjaan seperti yang dia ingin saja. Kan ga boleh ya seenaknya gitu dikantor? kecuali kalo kantor Bapak sendiri.                                                                                      

Senin, 20 Mei 2013

Impian Selangit, SEMANGAT

Sekedar mau share tentang keinginan dan cita-cita Saya..

Pada saat masih SD ketika ditanya mau jadi apa? "Jadi Dokter" Jawabku. Ternyata setelah mau lulus kelas 3, tak ada niat sedikitpun ingin jadi Dokter.

Mau pilih jurusan pada saat kuliah pun, dipilihin, karena apa yang diinginkan oleh Saya berbeda dengan keinginan orangtua. Saya dulu suka menggambar, makanya Saya minat ke Designer, Arsitek dan Teknik Sipil. Saya juga suka Biologi, dulu pernah punya pikiran mau masuk FISIP dan jadi praktisi Biologi. Kata Kakak saya, Komunikasi sedang "IN", jadi orangtua saya bilang saya masuk komunikasi saja. Setahun pertama sempat menyesali kenapa bisa ya saya ada disini. Tapi lama kelamaan, semakin dewasa dan berpikir, yasudah sekarang saya udah ada disini, masa ga dapet ilmu apa-apa. Semakin saya ikuti, saya suka Komunikasi Budaya, Psikologi Komunikasi, Komunikasi Antarpribadi, dan sejenis Komunikasi yang bersifat Sosial.

Setelah lulus, orangtua meminta Saya pulang ke Palembang. Ya, Saya pulang. tetapi impian saya untuk menjadi pelopor komunikasi, dan menyebarluaskan komunikasi terus saya bawa juga ke Palembang. Awal tahun pertama, saya aktif sebagai penyiar di 2 stasiun TV di Palembang. 

Saya tidak menyesali dulu orangtua saya meminta saya masuk komunikasi saja, karena takbisa dibayangkan kalau saya tidak masuk komunikasi, mungkin saya hanya akan jadi penonton saja, pendiam dan pasif jika bertemu dengan banyak orang. Paling tidak itu menjadi modal saya menajdi pemberani sekarang. Bertemu dengan banyak orang dan mempunyai seorang kakak perempuan yang ambisius membuat saya semakin bersemangat dan membuka lebar-lebar mata saya terhadap dunia ini. Ya, sedikit banyak, sekarang saya sudah merasakan 'Ambisius' itu didalam darah saya. Mimpi saya banyak, saya butuh orang yang bisa bersama-sama mewujudkan mimpi ini.

Awal lulus dulu ingin menjadi pengajar, ya saya sekarang sudah jadi "Ibu Guru di SMA almamater saya. Dulu ada Dosen yang menawari saya menjadi Dosen di Unsri, setelah dijalani masih kurang 1 syarat, yaitu gelar S2. Hemm begitu yaa..tetapi saya mikir, modal S1 mau jadi Dosen di Unsri pula -,-"  nekat bener. Mungkin dengan saya jadi Guru SMA dulu, saya bisa belajar untuk berani tampil dan terbiasa ngomong 2 jam non stop menghadapi siswa siswi saya. itu adalah ujian mental. Ya, saya coba maksimal di bagian itu. Fokus pada materi, teknik penyampaian dan pendekatan personal dengan masing-masing siswa nya. Harus fokus, karena ke depannya saya tetap ingin menjadi seorang Dosen. Bagi saya ketika kamu berbagi ilmu dan ilmu diterapkan, itu merupakan suatu kebahagiaan. Dan Allah pun menjanjikan umatnya kebaikan jika terus mencari ilmu dan membagi ilmu nya..

Saya bermimpi. Di dunia,Saya mau menjadi Dosen, menjadi praktisi, pembicara di media TV Sumsel ini, melalukan berbagai penelitian, dan menjadi akademisi yang disegani. Saya membagi banyak ilmu, saya juga aktif di berbagai kegiatan amal dan sosial. Setelah itu, saya menabung, sekolah lagi, memenuhi kebutuhan hidup, menikmati hidup, mempunyai anak, mempunyai Suami, bahagia hidup dengan keluarga, membangun sekolah untuk anak-anak kurang mampu, membuat pesantren, membangun masjid, selalu infaq dan sedekah, membuka beberapa bisnis, membuka beberapa cabang dari bisnis itu, memakai jilbab, berkumpul dengan keluarga, keliling Indonesia, keliling dunia kalau bisa, pergi ke negara-negara Islam, mengunjungi semua masjid di Indonesia dan di dunia, Emm apa lagi ya.. Saya ingin melakukan semuanya yang saya bisa selama di dunia ini, saya ingin buat rumah pintar di berbagai tempat, menjadi pemerhati pendidikan dan budaya, punya usaha kuliner, usaha tour travel usaha apapun yang tidak banyak membawa sesat.

Dan pada akhirnya, di akhirat nanti, trabungan pahala saya banyak, masuk surga bareng keluarga, main di surga bareng keluarga, dan cium tangan Allah, Nabi Muhammad, Rasul, Malaikat, dan lain-lainnya di Surga nanti.

Saya ingin damai di Dunia dan Akhirat. menjadi seorang Yani yang sholehah, menjadi anak yang ebrbakti kepada orantua, menjadi Adik yang menghormati Kakaknya, menjadi panutan bagi keluarga dan sekitarnya, mnejadi Istri dari laki-laki yang tulus mencintai saya karena Allah, dan mengarungi kehidupan rumah tangga bersama suami dan anak hingga akhir hayat. Dan tentunya menjadi seseorang yang bermanfaat bagi yang lainnya.. 

Ya Allah banyak sekali keinginan saya, tolong bantu wujudkan satu demi satu.. Aamiin...

I dont know what the title is...............

Beberapa waktu belakangan ini, Saya merasa sedang dekat dengan keluarga dan orang-orang terkasih. Setelah bekerja dari Senin-Jumat pukul 08.00-17.30 WIB. Tidak mau berlama-lama jika tak penting, saya selalu ingin pulang cepat kerumah, mandi, makan malam, nonton TV dengan keluarga, dan tidur. begitu seterusnya. Hari Sabtu juga rasanya setelah mengajar d SMA, dari jam 11.00-13.00, ingin cepat-cepat pulang dan istirahat dirumah seharian sampai hari Minggu.

Entah mengapa, semenjak banyak terjadi masalah atau hal-hal yang sedikit mengganggu pikiran, saya malah berpikir, Lingkungan sosial memang harus kita ikuti terus tetapi isi didalamnya yang membuat kurang nyaman. Saya merasakan bahwa lebih enak saya buka usaha sendiri, dan mengembangkan diri secara mandiri, kalaupun ada kontak sosial ataupun masalah, tidak ada hubungannya dengan orang SDM, HRD, atau orang ketiga seperti yang ada di perusahaan pada umumnya. 

Entahlah, saya hanya merasa bahwa orang-orang munafik dan banyak memakai topeng. Menurut pandangan saya, ketika kita lebih banyak mengembangkan diri pada sesuatu yang hanya mencari keuntungan dunia atau materi, sudah jelas sekali diri kita akan semakin jauh dari hal-hal yang positif. Jiwa kita kan terus dihantui dengan persaingan, keinginan untuk diperhatikan, keinginan untuk dipuji, dimana semua itu hanya lah klise saja. 

 Mungkin, ini yang dinamakan lagi ga semangat kerja kali ya. Jujur, dikantor tempat saya bekerja sekarang ini, saya merasa sudah sangat membatasi saya. Padahal aslinya jika dibandingkan dengan perusahaan besar lainnya, ini sudah santai sekali. Hanya memerlukan jasrat bekerja labih baik dan keinginan menjadi pegawai teladan yang muncul dari diri sendiri. Kalau saja, tempat bekerja kita, anggaplah seperti bank, dimana tempat duduk sudah di setting, jam kerja padat, pergi pagi nyampe rumah malam. Kita hanya bekerja seperti robot yang hanya menjalankan apa yang sudah diprogramkan untuk kita. sehingga, kehidupan sosial sedikit dibatasi, dan tenaga juga dikuras habis selama seharian penuh, tidak memberikan waktu istirahat dalam artian, kebebasan untuk menjadi diri yang apa adanya. Semuanya palsu. Terlalu banyak birokrasi sana sini.

Ya, saya dapatkan kesimpulan bahwa, ketika kamu bekerja, kamu sedang mencoba untuk memalsukan diri kamu, kamu sedang berusaha untuk merubah diri kamu, dan kamu sedang berusaha untuk terus kelihatan baik dari yang lainnya. Padahal menurut saya, dalam hidup, biarlah sesuatu yang baik terlihat baik, sesuatu yang jelek jangan sampai membuatmu rendah diri. Yang perlu kamu lakukan adalah melakukan yang terbaik.

Saya ingat perkataan kakak saya: "Cukuplah pengalaman kerja saya dikantoran, saya lebih memilih untuk buka usaha saja, dekat dengan keluarga, dan bisa mengontrol semuanya, pada intinya orang kerja untuk dapetin duit. kalau saya yakin dengan bidang usaha saya, saya pasti dapet duit juga. Cuma bedanya, mereka pakai seragam, saya tidak". Sedikit banyak, saya merasakan hal yang sama sekarang ini.. Bekerja dibawah naungan orang lain hanya akan membuatmu terus merasa tertekan.

Saya juga ingat perkataan Koordinator saya : "Umurku ini udah 30tahun, udah cukup pengalaman kerjaku dengan orang. Aku pengen buka usaha aja, capek kerja sama orang, harus ini itu".

Apapun yang sedang saya jalani, semoga ilmunya berkah, dibukakan jalan yang terbaik, dan terus bisa membongkar kekurangan saya sehingga membuat saya untuk terus belajar dan menjadikannya sebagai kelebihan.

Saya mempunyai banyak sekali mimpi, banyaaaakkkkk sekaliiiiiiii... Andai saja Tuhan engkau memang memberikan jalan itu. Akan saya laksanakan semuanya, akan saya gunakan dengan maksimal semua bagian dari otak ini.. Bismillah saja.. Semoga umur ini panjang, agar terus bisa menjadi Hamba yang Beriman dan Bertakwa, agar menjadi anak yang baik bagi kedua orangtua, agar bisa menjadi panutan di keluarga, agar bisa menjadi seorang pengajar yang memberikan pendidikan bagi penerus bangsa, dan agar kelak menjadi seorang Istri yang taat pada suami dan Ibu yang baik bagi anak-anaknya. Aamiin ya robbal alamiinnn...

Kamis, 02 Mei 2013

Surely, i feel like mixed juice. Campur2 dan rasanya ga jelas rasa apa.

Pernah ga sih kalian merasa bahwa posisi kalian itu terjepit? mau melangkah takut melangkahi, mau mendahulukan tapi takut ketinggalan?

Oke, jadi gini. saya sekarang kerja di suatu perusahaan, jabatan saya sekarang GA and Administration. Tapi diluar itu semua, kerjaan saya merangkap yang lain juga, mencakup keseluruhan yang ada dikantor tersebut. Saya melakukan tugas-tugas saya, dan tak jarang tugas-tugas teman yang lain yang bisa saya kerjakan, ya just do it aja. Demi loyalitas dikantor, saya berusaha untuk menjalaninya dengan senang hati dan tidak perhitungan (awalnya agak sedikit terasa berat karena belum terbiasa). Tapi, yaa harus dijalani dulu aja, banyak belajar dan sedikit mengeluh. 

Tapi kok tapi kok tapi kok.. jadi ga fair ya jadinya. Saya merasa saya sudah mengerjakan tugas-tugas dan kewajiban saya, dan juga ditambah tugas yang lainnya. Nah, yang lainnya malah kerjaan mereka sendiri lama selesainya, apalagi mau bantuin saya? (fair ga tuh) dan yang saya rasakan sekarang, saya merasa di posisi terjepit itu.

dari jakarta, terus nanya ke saya ini gimana itu gimana, kok gini kok gitu. (Mereka di jakarta jelas udah punya jobdesk yang lebih jelas dari saya). Saya disini merangkap. Jakarta minta deadline tanggal segini, saya berusaha penuhi. Tapi yang saya rasakan sekarang, orang-orang yang ada di sekitar saya ga mendukung jobdesk saya ini. hal kecil deh, saya minta tolong sesuatu ke mereka ke tempat fotokopi. karena mereka merasa kayaknya mereka ga punya kepentingan sama yang mau di fotokopi itu, woles aja gitu jawab gatau tempat fotokopi atau apalah. Hellooooo? dimana rasa perikasihan kalian sama saya? Saya bisa-bisa aja sih pergi sendirian naik motor ke tempat fotokopi. Yang saya pikir, tinggal di Palembang pasti anak-anak cowok pada menghormati dan menghargai cewek. Tapi? (Saya ga ngerasain itu banget banget). respon yang di dapet malah "Pura-pura ga tau ato ga denger". Pernah lagi, Saya lagi ngecek barang-barang, sampe naik-naik kursi ngangkatin dan nurunin kardus (sama seperti yang saya pikir sebelumnya). Saya dengan pedenya (karena merasa pekerjaan itu agak gimana gitu, di depan mereka saya manjat-manjat), sambil tetap bekerja, saya bilang " Ada yang mau bantuin ga???" Dan heninggggg................... gak ada satupun yang jawab! Helllooooooo apakah kalian cowok sudah mati rasa hahhhh?? Jujur, pengen nangis ada, sedih banget semuanya pada "Pura-pura ga tau ato ga denger" (gatau mana yang bener). Pengen nanya sekali lagi apakah ada yang mau bantu, cuma saya tau batas kesanggupan saya menahan tangis, saya tau kalo saya lanjutin ngomong yang ada malah bibir bergetar, jadi ga bisa ngomong, dan tereeennngggg.............. Nangis!

Seriusan di depan anak-anak cowok, dikantor pula, saya harus ketauan lagi nangis? (Mudah-mudahan ga akan pernah)

Dan udah 3 hari ini, hubungan saya dengan beberapa teman dikantor jadi kurang baik. Pasalnya, CO kami meminta bantuan teman-teman Teknisi untuk ada yang ke lapangan karena ada relokasi. But, No respon, telpon pada ga diangkat. Jadilah kan Bapak nya marah dan ngomong "pantek" ke mereka (berdasarkan cerita dari teman). tapi memang kadang Bapak itu suka ngedadak, ya mungkin teman-teman ga suka yang mendadak gitu. Dan terjadilah hari senin kemarin. 

Kronologisnya gini,
A= Saya
B= Teman-teman
C= CO

Jam 5an..
 C= menelpon A trus nanya "Si B ada dikantor semua?"
A= iya pak ada dikantor semua
C= oke kalo gitu, saya kekantor sekarang ya
A= Iya C

Dan pukul setengah 6 (sudah waktunya pulang) ternyata C belum sampai ke kantor dan B masih ada dikantor semua..
A= hey kalian belum pada balik kan?
B= kenapa mau ngusir kami?
A= Enggak lah, tadi C nelpon katanya mau kekantor, skrg udah dijalan
B= waaa, yaudah kita pulang kalo gitu

dan seketika B langsung bersiap-siap untuk pulang semua...
A= eh jangan dong, tunggu dulu C datang baru kita pulang
B= gamau ah
A= #$%&^&*%^(Y(T* 9bingung)

Ya saya akui, mungkin wajar B kesal dengan C, karena C selalu datang sore, sedangkan kami udah mau pulang, dannnn mereka pun mengajak saya untuk cepat pulang, kunci dipegang mereka, lampu udah dimatiin, dan lain-lain. B bilang ke A, sms aja C bilang kita udah pada pulang semua. Oke saya turutin..
A kirim sms ke C (kira2 seperti ini)
A= " Pak, udah dimana pak? anak-anak udah pada pulang"
C= "udah di ampera yan, tunggu sebentar
A= iya pak, anak-anaknya udah pada pulang
C= yaudah minta ke B kunci kantor
A= B udah pulang pak dan dia ga bawa kunci kantor
C= yaudah, kalo mau pulang juga, gpp pulang aja yan
A= bapak masih mau kekantor apa gimana pak? kl emg mau kekantor, saya masih ada kunci serap 1 lagi, saya tungguin (posisinya saya juga udah di parkiran sekitar jam 17.45)
C=oke

karena mendengar posisi C yang sudah dijalan kesini dan ga pegang kunci, ya masa saya biarin aja atasan saya bengong dateng kekantor, gada kunci dan liat anak2nya udah pada ilang semua. saya cuma mencoba menghargai keadaan dan posisi masing2 pada saat itu.
Pukul 18.20 C datang pakai motor, dan saya kasih kunci ke C dan saya pun pulang

Esok hari, B pada nanyain saya langsung pulang ato gimana? ya saya bilang aja saya nungguin C. Dan entah sepertinya B kecewa dengan jawaban saya. beberapa waktu kemudian, datanglah beberapa oknum B lagi, dan mereka saling menceritakan. Daaannnnn.. tiba-tiba dari emja saya, saya seperti mendengar sindiran-sindiran yang dilontarkan untuk saya,, Bunyinya kira-kira seperti ini " payahh, ga satu ***, ini namanya cuma setengah ***(nyebutin nama perusahaan kami). Okay, saya masih diam, dan tidak lama, terdengar lagi, esok harinya pun begitu. Rasanya itu yaa, antara sedih, marah, kecewa. Kalian mungkin punya perasaan, saya juga punya. Dan setau saya, gimanapun atasan kita, kalau masih dalam hal wasjar, ya tetap harus kita hormati, meninggalkan atasan dan memberi pelajaran padanya mungkin bisa dilakukan, tapi kalo dirasa berlebihan lebih baik tidak usah. Kita udah dewasa, biarkan kita melakukan apa yang harus kita lakukan, jangan mudah terprovokasi oleh perkataan orang-orang dan emosi sesaat. Mungkin itulah yang membuat moral generasi muda tidak cerdas, "Mereka mudah di provokasi".

Entahlah, saya hanya mencoba mempertahankan apa yang saya yakini. Kalau meeka tidak setuju ya silahkan. Dan pastinya walaupun hubungan renggang, hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang berhubungan dengan B akan tetap berjalan profesional.

Niat awal mau berbuat baik, malah dimusuhin kayak gitu. Dan yang paling buat sedihnya lagi, mereka ga suka karena saya nungguin C waktu itu, tapi besoknya mereka masih bersikap biasa sama C, seolah-olah B tidak melakukan apa-apa ke C, Padahaaallllll..... tapi yang kena tumbalnya Saya, udah niat mau nolongin C, menjaga rahasia perbuatan B ke C, tapi malah kena batunya.. hidup gak ada yang sempurna ya.. 

Dari sini saya belajar, cukup tau aja jenis-jenis orang kayak gitu. Mudah-mudahan gak jodoh Ya Allah.. Kalopun jodoh, mudah-mudahan cerai deh. Kalo ini bukan masalah kerjaan dan "Hubungan yang rumit" saya ga akan sesabar ini. Tak marahin, tak cubitin satu-satu deh..

Semoga kesabaran dan keikhlasan selalu tercurah untuk saya.. Aamiinn

Singkat cerita ya seperti itu kronologis sebenarnya dan apa yang saya rasakan. Selebihnya faktor XXXXX..

Rabu, 01 Mei 2013

I'm going "Speechless"

Hari ini Saya rasa bukanlah Hari yang baik seperti yang sudah Saya tuliskan di status FB Saya.

People make me Crazy and I hate this condition!

Tuhan, tolong jauhkanlah Saya dari para lelaki yang sudah saya sebutkan namanya dalam hati ini.
I always keep on trying my best to finish all my duties here. But i feel they never care about this.
They just care about themselves.

Engkau yang lebih tahu apa-apa yang sudah Saya kerjakan disini. Baik dan buruknya Saya yakin pasti Sudah Adil di tangan-Mu. Semoga Saya selalu kuat menghadapinya..

And for you, I really dont know what should I do. I hope in 3 days from now, u'll send me message. If it isn't, you and me already know what the answer is.. 



Tuhan, saya ingin pengakuan saja bahwa apa yang saya lakukan saat ini sudah benar atau tidak..
Mohon petunjuk-Mu... 



Selasa, 30 April 2013

Asem Manis rasanya

Emmmm.. Asem manis rasanya disini.
Mulai dari yang enak sampe ga enak ada semuanya.

Posisi saya sekarang berhubungan langsung dengan Eksternal kantor, mulai dari OB, Cleaning Service, Satpam, Resepsionis, Sopir, dan beraneka ragam pekerjaan jenis lainnya. 
tetapi saya juga berhubungan langsung dengan atasan Saya, dengan para karyawan, dan dengan para petinggi perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan kami. Arus informasi dialirkan dari Saya untuk mereka.

Terkadang agak sedikit kelabakan menjalani semuanya kalau sedang dalam satu waktu yang sama. Suka bingung mau ngerjain yang mana dulu.
Di sisi lain, harus tetap menjalankan pekerjaan utama yang saya jabat. Tapi di sisi lain saya juga terkadang harus mengerjakan pekerjaan yang lainnya. 

walaupun dikantor hanya segelintir orang saja, tetapi perbedaan usia dan jenis kelamin perempuan yang minoritas terkadang menjadi kendala untuk memperlancar semua pekerjaan yang ada.
tetap harus menghormati yang tua, tetap harus saling menghargai yang sama usianya, tetapi harus tetap profesional menjalankan pekerjaan saya sendiri.

Tak jarang, cibiran atau perlakuan yang tidak sopan atau menyakiti kadangkala saya rasakan. Mau nangis, ya gak mungkin dong, keliatan cengeng banget, mau marah, ya gak mungkin juga, karena mereka adalah oranglain, dan mau diam, tapi harus tetep ngeluarin unek-unek.

Satu hal yang cuma saya jadikan pegangan sekarang adalah Orangtua dan keluarga saya. Merekalah yang terus menguatkan bahwa saya harus menjalaninya. Awalnya berkeluh kesah tetapi sekarang saya mencoba untuk belajar dari semuanya. Mudah-mudahan ke depan nanti, ilmu saya makin banyak dan Kualitas diri saya juga semakin meningkat. InsyaAllah, Aamiin.. :)

Kamis, 14 Maret 2013

Kekuatan Media Massa, Kemauan dan Semangat

Bekerja sebagai Staff Administrasi di sebuah perusahaan konsultan IT merupakan suatu hal yang baru bagi Saya. Walaupun terkadang merangkap dengan pekerjaan yang lain juga, well gapapa juga. Sambil menyelam minum Air.. :)

Pagi ini dikantor terasa sepi. Karena Para Teknisi perusahaan Kami sedang kerja ke lapangan semua. Hanya ada Saya seorang didalam ruangan ini. Harian Pagi yang tadi pagi saya beli menemani pagi saya dengan berita-berita hangat didalamnya. Tugas-tugas kecil yang saya kerjakan juga sudah mulai selesai semuanya. Berkomunikasi via telepon dengan teman Penyiar Saya dulu (Saya sempat menjadi Penyiar rupanya :D) kami berbagi beragam informasi yang kami ketahui.. Dan juga BBMan dengan project Manager perusahaan kami dan beberapa teman lainnya menjadi aktifitas rutin setiap pagi sepertinya. 

Setelah kemarin (Rabu) merasakan kejengkelan, kekesalan, dan gondok yang luar biasa dari pagi sampai malam. Cukup terbayar dengan suasana yang nyaman pagi ini. Pagi-pagi Saya sudah sarapan nasi goreng yang disiapkan Papa Saya, dan kemudian Orang terkasih menjemput untuk mengantar Saya pergi ke kantor, dan kebetulan Saya lupa bawa dompet, jadi Saya dipinjemin duit dulu sama Kak Rendi :D. Baru sampai ke kantor sudah disambut senyuman manis dari teman-teman resepsionis BSB, Satpam yang juga ramah, dan suasana kantor yang sepi namun nyaman. Walaupun ada seorang teman yang menjengkelkan pagi ini, sudah bikin riweuh, abaikan saja. Dan tadi juga sempat telponan dengan rekan mengajar Saya di SMA, Dia juga sempat memberikan semangat kepada Saya untuk terus fokus dan berani. Dan ada satu hal lagi yang akhirnya tergerak membuat saya ingin menulis di blog pagi ini..Sang Pelamar..

Kemarin (Rabu), Saya dan Pak Denny ke Harian Pagi Sripo untuk memasang iklan lowongan kerja sebagai Teknisi dan Staff IT di perusahaan Kami. Dengan ukuran 8x8cm dan ditayangkan selama seminggu, Kami berharap "Gayung Bersambut", banyak pelamar yang mengirimkan berkas lamarannya ke kantor kami. Iklannya sendiri baru mulai terbit Hari ini, tanggal 14 Maret 2013-20 Maret 2013. Kurang lebih Pukul 10.00 WIB, teman resepsionis BSB memberikan informasi bahwa ada yang akan menyerahkan surat lamaran ke perusahaan Kami, saya persilahkan orang tersebut untuk langsung datang ke kantor Kami. Dan yang Saya temui adalah seorang Pria memakai jaket, berkacamata agak tebal, kulitnya agak hitam ditemani dengan seorang perempuan berjilbab, kecil dan manis sekali. Mereka berdua sangat sopan, pada saat masuk ruangan langsung memberikan senyuman termanis mereka, dan pastinya saya berikan senyuman termanis Saya juga dong. Hhehehehe..

Saya tanya Sama Si pelamar, "Dapat informasinya darimana?", "Dari koran Mbak, jawabnya". Melihat mereka berdua (sepasang kekasih nampaknya ya) jadi adem sekali. Dan "Trinnggg" di otak Saya terlintas...
"Iklannya baru dipasang hari ini, jam 10 Dia mengantarkan suratnya ke kantor, saya liat alamat rumahnya di jalan balap sepeda, deket-deket TVRI. berarti ambil waktu misalnya Dia beli koran jam 7, jam 9 udah beres toh bikin surat lamarannya, ada waktu 2 jam untuk menyiapkannya dan Saya liat juga surat lamarannya rapi sekali, benar-benar dia edit menjadi manis untuk dilihat".
saya langsung merasa, Ya Allah Saya sudah termasuk orang yang cukup beruntung. kalau saya sendiri, jujur, ga akan secepat itu merespon untuk langsung bikin surat lamaran kalau ada lowongan kerja, pasti saya tunda satu hingga dua hari dulu. Betapa orang-orang sekarang memang sulit mendapatkan lapangan pekerjaan di tengah kehidupan perekonomian dan gaya hidup yang semakin meningkat.

Dan saya teringat kembali waktu kuliah dulu, Dosen Saya pernah berkata efek media massa itu dahsyat sekali. ya itu Saya rasakan pagi ini melalui Asis Budiyanto, Sang Pelamar Pekerjaan. Dan Saya merasakan bahwa Saya harus lebih semangat, fokus, dan bekerja maksimal dengan apa yang sudah Saya dapatkan sekarang.

Terimakasih Tuhan, Saya mendapatkan pelajaran pagi ini dan belajar menghargai apa yang sudah Engkau berikan kepadaku..


Senin, 11 Maret 2013

Cara Berkomunikasi menunjukkan Kualitas Dirimu

Kalimat diatas rasanya sudah pernah terdengar di telinga bukan?

Ya, cara berkomunikasi menunjukkan kualitas dirimu. Kualitas disini bisa kita artikan secara luas, kualitas bisa menunjukkan sejauh mana tingkat intelektual seseorang, sejauh mana seseorang memiliki sifat yang introvert atau ekstrovert, dan sejauh mana seseorang terhadap tingkat keseimbangan dirinya terhadap orang lain. Karena ketika seseorang berkomunikasi, baik secara lisan maupun non lisan, kita bisa menebak kualitas dirinya melalui pilihan kata-katanya, bagaimana cara Dia menanggapi lawan bicaranya, bagaimana cara Dia menyampaikan opininya, dan bagaimana tingkat emosi nya. Semuanya bisa kita ketahui dari cara Dia berkomunikasi.

Ambil contoh ringan seperti ini, ketika Kamu bertemu dengan seseorang yang baru dikenal. Hal yang pertama Kamu lakukan adalah mengajak kenalan kan, minimal tersenyum kepadanya. Benar??. Oke, pada saat Kamu sudah mengajak kenalan atau tersenyum kepadanya, ternyata Dia tidak membalas senyummu dan hanya melihat Kamu saja. Apa reaksimu?
a. Penasaran dan tersenyum lagi kepadanya kemudian mencoba mendekatinya untuk berkenalan
b. Merasa diacuhkan
c. Menjadi malas dan menjauh dari Dia
Ayo jawaban Kamu yang mana?

Hampir sebagian orang pasti memilih B atau C. Hanya orang yang sabar, ramah dan besar hati yang menjawab A. itu fakta loh..

Perlu diketahui bahwa tersenyum itu merupakan salah satu bagian dari Komunikasi Nonverbal. Ketika dari hal kecil pun seperti tersenyum dalam contoh diatas, Kamu tidak mendapatkan respon yang baik dari lawan bicaramu, dapat dipastikan bahwa Orang tersebut pasti memiliki kualitas diri dengan tingkat kepribadian yang tidak ramah, acuh tak acuh dan tidak peduli. Dalam kehidupan di lingkungan sosial maupun di tempat Kamu bekerja. Kamu perlu menjadi seseorang yang "tidak gampang dinilai memiliki kualitas diri rendah". Karena untuk hubungan jangka panjang, orang lebih menyukai pribadi-pribadi yang ramah dan murah senyum, karena hal itu akan membuat mereka nyaman berkomunikasi dan berhubungan lebih jauh dengan Kamu.

Contoh Kedua, Kamu pernah bertemu dengan orang yang pendidikannya lebih tinggi dari Kamu Nggak? kalo pernah, Apakah kamu merasa Dia lebih baik dari Kamu? Iya atau Nggak?

Pasti macem-macem ya jawabannya, ada yang jawab Iya, pinter banget, cerdas, wawasannya lebih luas dari Saya. Atau ada yang jawab, nggak kok, Saya sama Dia ga jauh beda, yang beda cuma angka setelah S aja. Saya S1 Dia S2. Pendapat seperti itu wajar, karena Setiap orang berbeda. Ada yang Pendidikan rendah kualitas diri rendah, Pendidikan rendah kualitas diri tinggi, Pendidikan tinggi kualitas diri rendah dan Pendidikan tinggi kualitas diri tinggi.  Empat kategori itu pasti sudah pernah Kamu temui kan?


  • Kalau Pendidikan rendah kualitas diri rendah, bisa dimaklumi. 
  • Kalau Pendidikan rendah kualitas diri tinggi itu wajar. Banyak orang-orang yang tidak berpendidikan, tetapi karena ajaran orangtua, pengalaman hidup, membuat diri mereka memiliki kualitas diri tinggi, mereka ga mau mengemis, mereka masih mau berusaha untuk mencari nafkah.
  • Kalau Pendidikan tinggi kualitas tinggi. itu Hebat. Udah pinter, kualitasnya bagus lagi. Misalnya ada profesor, Beliau pasti pintar kan karena bisa dapet gelar Profesor, dibalik itu ternyata, Beliau Ramah, mau berbagi, bikin perusahaan agar menyerap banyak tenaga kerja tidak menganggur, Ringan tangan pula. itu Hebat.
  • Nah Kalau Pendidikan tinggi kualitas diri rendah, Sayang sekali. Wong udah sekolah tinggi-tinggi kok malah punya kualitas diri rendah?? Ya toh? Apalagi kalau sampai membanggakan pendidikannya dan membandingkannya dengan orang yang berpendidikan rendah dibawah Dia? Sayang sekali kalau kata Saya. Berarti Orang tersebut cenderung Sombong dengan apa yang sudah didapatkannya padahal Dia sendiri mungkin tidak sebaik yang Dia pikirkan dan orang lain pikirkan. Istilahnya "Tidak Down to Earth". Padahal akan lebih baik sikap sombongnya itu tidak usah ditunjukkan. Kalau bertemu dengan tipe orang seperti itu, rasanya ingin senyum-senyum sendiri. Kasian. 
So, Kamu yang mana? jangan sampai termasuk golongan Pendidikan Tinggi Kualitas Rendah ya...
Karena, ingat, dimanapun Kamu berada, tanpa Kamu sadari orang selalu menilai Kamu. Mulai dari sekarang bentuklah dirimu agar memiliki Kualitas Diri yang Tinggi dengan cara mengubah cara berkomunikasi Kamu menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Karena dengan Kualitas diri yang tinggi, orang bisa saja mengira Kamu ternyata adalah orang yang berpendidikan Tinggi walaupun kenyatannya tidak. 
Bagus kan?  :)




Selasa, 05 Maret 2013

Komplikasi antara Semangat dan Ego

Dear Diary, Aku sebel dehh... (Ih geuleuh yah, kayak ababil jaman SMP dulu, hahahahaa)

Hey blogger, whatsup yoo yooo??
Udah dua hari ini badan bawaannya ga bersemangat kalau kerja dikantor. Entah ya, karena Saya ngerasanya kok minggu kemarin itu cuapekknya pol banget. Kerja hari senin-jumat dari pagi smpe keluar kantor jam setengah 6 dan terkadang dilanjutin sama jalan-jalan. Trus Sabtu paginya dah harus ke SMAN 1 ngajar jam 8 sampe jam 10 dan langsung dilanjutin ngajar di SMAN 5 dari jam 11 sampe jam 1, dan ngaret pulangnya sampe jam 4an. nyampe rumah makan, nonton, istirahat, mandi, tidur. Berasa terkuras. Asupan vitamin yang masuk ga seimbang sama aktivitas yang dijalanin. Tapi sebenernya fun kok menjalani semua ini, cuma masih agak kaget aja sama jadwalnya. Dan minggu ini, beneran kerja dikantor berasa lama banget, badan lemes, laper (padahal udah sarapan), sepi karena temen-temen dikantor pada pergi ke lapangan semua, walaupun ada waktu luang dikantor, tetep dipake untuk mikirin kostum-kostum yang bakal dipake sama anak-anak SMAN 1& SMAN 5 untuk acara kunci tahun mereka, total ada 53 kostum (30 SMAN 5 dan 23 SMANSA) dengan jangka waktu harus diselesaikan adalah 1 bulan 15 hari lagi. Woww banget ga sih?? (lebaaaayyy dehhhhh......)

Serius nih, udah mulai ga bisa berpikir jernih lagi, mulai kacau. harus minum Mizone biar 100% lagi, minum KraetingDeng biar kuat staminanya kayak sopir-sopir truk, harus banyak minum kopi kayak tukang ojek biar ga ngantuk. Ibarat Spidometer motor, bensinnya sih ada, tapi jaruym merahnya udah goyang-goyang ga jelas. udah rusak. Hahahahaaa. Hedeeeeeeeehhhh. Untuk ngilangin capek dan pusing, Saya udah punya stok game Angrybird sama Plants vs Zombie buat refreshing, tapi tetep aja ada kalanya main game itu bosen. (Kayak iklan aja, padahal ga dibayar sama produsen juga (-,-)

Dan kenapa kayaknya beban banget gitu ya buat saya, kareeennnaaaaaaaaaaaaaaa..... "i thought i was not one entity with my partner" sorry to say like that.. Kami punya niat yang sama. Tapi ketika kami harus meleburkan ide untuk 53 kostum ini, Saya kok ngerasanya ga begitu dihargain ya. Dalam artian awalnya kita udah sharing ide, udah oke nih, udah deal. Tapi pas udah eksekusi di lapangan, jadi beda, Dia suka memutuskan sendiri tiba-tiba dan yaaa udah bisa ditebak kan jadinya gimana. Padahal Saya udah meluangkan waktu loh untuk gambar dan berpikir. Maksudnya ya mbok jangan gitu-gitu bangetlah. hampir tiap malem kita telponan buat ngebahas kostum, tapi?? ya udahlah lah yaa. And I felt I was not given the opportunity to talk a lot. Jadi udah beberapa kali. misalnya Dia udah ngomong di depan kelas (kebetulan dia emang udah lebih banyak pengalaman ngomongnya), trus gantian saya yang ngomong. Nah, ketika ada satu kalimat dari saya yang "kena", dia langsung nyambung dan ngambil alih, padahal ya kalau di Pidato, saya tuh baru mau ngomong " dan tak lupa juga junjungan Nabi besar kita, Muhammad SAW". baru mau mulai gitu loh. Kalau Dia bisa memutar kata-kata belum langsung to the point. Jadi saya tuh ngerasa,. Oke bagian Saya diambil. Fine, saya ngalah. Tar, ada lagi momennya yang gitu, diambil lagi, oke saya ngalah. Salah saya kali ya terlalu mengalah.

Dari cerita diatas, sekarang ini, kalau kondisinya terus kayak gini, bisa-bisa saya jadi males mikir dan apatis ga mau bantuin lagi. Karena saya sudah berusaha meluangkan waktu, tenaga dan pikiran, tapi digituin. Apalagi kantor saya ini kantor swasta, digaji berdasarkan kinerja kita. Walau dikantor sedang santai bukan berarti saya bisa meninggalkan kantor seenaknya. Kalau PNS mungkin lebih longgar peraturannya. Saya cuma butuh keseimbangan saja di tengah-tengah kondisi seperti ini. Itu....

Senin, 04 Maret 2013

Fotografer kacangan

Awal kisah dimulai pada saat SMA dulu.. masih jaman-jamannya Booming HP Kamera tuh. tentunya walaupun bukan jenis hp yg top banget, pengen juga dong eksis di depan kamera. Pastinyaa.. bermodal dengan hp (yg penting ada kameranya) mulailah perburuan mencari angle yg pas untuk foto diri sendiri. Mulai dari pose senyum atau ketawa yg bagus keliatan di kamera, sampe dengan pose gaya bebas. hahahaa ya jaman SMA ababil lah yaa. Dimaklumin aja..

Sampe pada akhirnya terus berlanjut ke jenjang sekolah yang lebih tinggi yaitu Kuliah. Nah, semester pertama kami, diajarin mata kuliah Fotografi. disini sudah mulai belajar sedikit demi sedikit teknik fotografi secara umum, mulai dari pengenalan jenis-jenis kamera, teknik pengambilan gambar, ISO, dan lain-lain.. Tapi disini ga terlalu berlanjut sih.. karena lignkungan sekitar yang kurang kondusif. Baru berasa banget bahwa saya suka fotografi itu pas di Pare, Kediri. Bertemu dengan beragam temen dari penjuru provinsi di Indonesia ini, dan bersahabat dengan sekumpulan teman-teman yang unik-unik dan punya semangat ngebolang. Di rombongan kami itu, ada yang namanya Meri, dia suka banget jalan, anak pengusaha kaya asal Padang yg tinggal di jakarta tapi menimba ilmu di Pare, dan juga ada Farid, anak dari Pulau Borneo yang juga kebetulan punya tujuan yang sama seperti Meri tadi. Yang kompak dari awal sampe akhir perjalanan sih cuma Kami berttiga, kalo yang lainnya juga banyak yang gabung, tapi per trip kita aja. ganti-gantian siapa yg ikut, ada Mama mae, Fili, Ami, Herlan, Juju, Cece, dan lain-lain. Cuma kita bertiga yang ga pernah absen jalan-jalan setiap weekend. Saya sama Meri ketuleran farid yang hobi mendokumentasikan tiap aktifitas dimanapun berada. Orang yang lagi minum aja difoto, sopir angkot difoto. Dan setiap ada kegiatan juga selalu didokumentasikan dalam bentuk video. Awalnya sempet mikir, Ya ampun nih anak segitunya banget difotoin smeua, tapi lama kelamaan nuler juga ke kita. dan emang kerasa banget ketika sesuatu yang pernah kita pijaki kita dokumentasikan, ga akan pernah dilupakan seumur hidup memori itu (asal file nya masih ada).

Dari sanalah, saya jadi ketuleran semangat fotografi. Hal apapun yang menarik walaupun semut lewat juga difotoin. kalau saya, lebih suka dengan tema foto Alam atau kehidupan sosial. Disana kita bisa lebih banyak mengeksplor teknik pengambilan foto dan spot-spot yang menarik untuk di foto. Dan kebetulan karena hobi saya sama, jadi lebih nyambung aja. kalu tipe orang yang fashionable, mungkin lebih suka foto dengan tema model, dan keindahan manusia kali ya. Ada juga yang hobi foto dengan tema binatang karena mereka pecinta binatang. Dan masih banyak tema-tema lainnya yang bisa dijadiin momen buat foto-foto.

Sekarang, sempat terpikir untuk jadi fotografer kacangan dengan bermodalkan kamera digital biasa, yang penting kita tahu spot foto mana yang indah. trus cekriikk... foto dehhh... Ga perlu nunggu harus punya Kamera DSLR. untuk pemula ya cari banyak pengalaman lewat kamera digital juga bukan sesuatu yang ZOnk banget kok. Yang penting kan kalau fotografer itu, proses belajar dan menjiwai saja. tar kalau ada fasilitasnya baru tinggal dikembangkan lagi aja.

Karena saya tiap pulang kerja selalu menjelang masgrib dan melihat senja melalui jembatan ampera. terpikir untuk barang beberapa menit meluangkan waktu sebelum sampai dirumah utnuk menyalurkan hobi foto ini untuk konsumsi dan kebutuhan pribadi dulu aja. Menghilangkan kepenatan kerja, dan kesuntukan yang juga terkadang melanda, bisa jadi alternatif yang lebih bagus daripada dikit-dikit ke Mall. Hahahhaaaa..

Ganbatte!!

Kamis, 28 Februari 2013

Wong Palembang

Dalam rangka mempopulerkan Sumatera Selatan sebagai tujuan wisata nasional, maka saya ingin menjelaskan tentang orang Palembang. Tujuannya, agar para sahabat yang mengunjungi bumi Sriwijaya itu tidak “salah persepsi” terhadap masyarakat Palembang. Agar tidak terjadi miskomunikasi dan misinterpretasi terhadap orang Palembang.

Pertama, orang Palembang sering mengekspresikan dirinya sebagai orang kuat (lebih kuat daripada Limbad he3x), karena paku dan keris sering dibikin sebagai sayuran. “Paku”, bahasa Palembang, berarti pakis dan “keris” adalah jagung muda (putik jagung). Bagi orang Palembang, jangankan paku dan keris, kapal selam juga jadi sarapan. “Kapal selam”, saya yakin semua sudah tahu, yaitu mpek-mpek yang isinya telur.


Kedua, orang Palembang tidak takut dengan binatang dan apapun yang galak, bahkan sangat senang dengan cewek/cowok galak. Maka kalau para sahabat yang galak datanglah ke Palembang, pasti akan disambut dengan suka-cita…. Galak, berarti mau, suka, atau doyan. Maka kalau di sana, sahabat akan sering ditanya, “galak dak….?” Sebaliknya, orang Palembang sangat benci pada orang yang berbudi (di Palembang dibaca bebudi.). Di sana, bebudi artinya menipu. Inilah mengapa semboyan “SBY Berbudi” terpaksa diganti menjadi “SBY Budiono” (mungkin takut orang Palembang tahu kalau “SBY Berbudi” alias SBY berbohong heheheee…).

Ketiga, di Palembang tidak mungkin ada kasus perbudakan, karena orang Palembang sangat sayang pada budak. “Budak”, artinya anak kecil. Siapa sih yang tidak sayang pada anak kecil? Maka di Palembang tidak mungkin ada “budak nafsu”, karena kalau masih budak tentu belum ada nafsu he….

Keempat, kalau ke Palembang jangan sekali-kali terucap kata ngacok, walau dalam keadaan kesal. Orang Palembang sangat jengah mendengar kata itu dan bagi mereka sangat tabu untuk diucapkan. “Ngacok”, bahasa Palembang berarti melakukan senggama. Maka kalau ada orang mengucapkan “ngacok umakmu”, pasti ujungnya berkelahi, bisa jadi sampai berakhir dengan pembunuhan.

Kelima, kalau mau naik kenderaan umum, tidak usah ragu kalau disarankan “naik taksi”. Ongkos taksi di sana sama dengan ongkos angkot, karena orang Palembang sering menamai angkot itu dengan “taksi”. Misalnya kalau disarankan, naik taksi dari Ampera ke Tanggo Buntung, artinya naik angkot dari Jembatan Ampera menuju Terminal Tangga Buntung. Namun kalau naik “taksi”, jangan heran kalau sopirnya bilang mau nunggu atau mau mencari pesisir. Si sopir bukan sedang menunggu atau mencari pantai, karena “pesisir” artinya penumpang.

 
Semoga tulisan ini dapat membantu wisatawan menikmati wisata di bumi “wong kito”. Juga bisa santai bersama orang Palembang dalam menikmati berbagai penganan khas Palembang: sambal tampoyak, pindang Meranjat, pepes lais, tekwan, lakso, burgo, dan aneka mpek-mpek: mpek-mpek dos, lenjer, tunuh, jangat, lenggang, dan kapal selam!
 
 
sumber : http://arje.blog.esaunggul.ac.id/orang-palembang/

Senin, 25 Februari 2013

Allah tidak tidur, Dia selalu ada didekat Kita

Sahabat, mungkin judul blog Saya diatas sudah seringkali kita dengar dari orang-orang yang juga merasakan keberadaan Yang Kuasa di sekitar kita. Saya tulis seperti itu, karena semakin hari Saya juga sangat merasakan tangan Allah selalu membimbing Saya memilih jalan yang baik.
Jika kita merujuk pada suatu tingkatan, katakanlah ada level A, level B, level C dan level D. Maka Saya merasakan posisi saya sekarang masih pada level C. Sedikit cerita, Dengan gelar Sarjana Komunikasi yang saya dapatkan dari Unpad Bandung pada tahun 2011 lalu. Kemudian setelah lulus, saya mencoba mencari pengalaman belajar bahasa inggris di Kampung Pare, salah satu sentra belajar bahasa inggris di Kabupaten Pare Kota Kediri Jawa Timur dan sembari mengeksplor Jawa Tengah dan Jawa Timur selama sebulan. Lalu kembali lagi ke Kota Bandung melakukan persiapan ini dan itu dan juga mengemas barang-barang Saya untuk dibawa ke Palembang. Oh iya,kembali lagi ke Palembang bukan keinginan Saya melainkan ada desakan dari orangtua dan saudara juga. Jadi, waktu-waktu yang tersisa sebelum akhirnya pulang, Saya pakai untuk bersenang-senang dengan para sahabat dan teman dan juga menyusun rencana strategis kegiatan saya di palembang nanti. Dulu saya merasa, bahwa komunikasi di kota Palembang belum begitu berkembang, maka dari itu saya punya cita-cita seperti ini “ Nanti kalau Saya pulang lagi ke Palembang, saya ingin Komunikasi menjadi eksis disini, saya ingin menjadi presenter, saya ingin menjadi terkenal, Saya ingin jadi pembicara di seminar-seminar komunikasi, Saya ingin menjadi akademisi, praktisi, pengamat komunikasi dan aktif menulis hal-hal seputar komunikasi di media-media di kota Palembang. Kemudian Saya dirikan Organisasi Komunikasi, menjadi wirausaha, lalu menikah berkeluarga tetapi tetap dengan kesibukan di dunia komunikasi. Pokoknya semua yang berbau komunikasi mau saya babat”. Ya itulah kurang lebih keinginan saya pada saat itu. Semangat yang membara, luar biasa sekali. Seolah-olah semuanya itu sudah siap padahal “kunci” nya pun belum ketemu.
Tapi kemudian, ada satu hal yang saya takutkan pada saat itu. Teman dan Jaringan. Dua hal itu yang sangat saya takutkan. Karena Saya merasa Sahabat dan teman saya waktu itu baru sampai batas teman dan sahabat semasa SMA saja yang terjalin, jaringan yang luas belum saya dapatkan karena dulu saya meninggalkan Kota Palembang dalam keadaan diri Saya yang sangat pemalu untuk berinteraksi dengan orang-orang baru.” Jadi, kalau Saya pulang ke Palembang bagaimana cara Saya untuk mengepakkan sayap itu??”. Rasa takut yang seperti itulah yang selalu menghantui Saya. Bagaimana cara saya membuka celah untuk memulai? Waah dulu pokoknya saya bingung sekali harus bagaimana.
Saya minta sama Allah dalam Doa Saya, “Ya Allah saya punya banyak sekali keinginan tapi keadaannya seperti ini, tolong bantu Saya untuk terus meyakinkan dan menguatkan diri bahwa saya bisa melewati masa-masa sulit ini”.
Singkat cerita, akhirnya saya sudah sampai di Kota kelahiran Saya, Kota Palembang. Satu bulan pertama, saya lalui dengan “Fase galau”. Galau dalam artian, semangat belum muncul, teman belum banyak, mencari kerja ga mood. Karena Saya masih merasakan diri saya di Kota Bandung. Dirumah, saya dibatasi jam, selalu ditanya terus kegiatan saya mau kemana, dengan siapa, berapa lama, dll.
Tapi di sela-sela waktu itu saya tetap harus move-on, cari kerja, dan keluar dari kegalauan itu bagaimanapun caranya. Karena pada saat itu laptop saya rusak dan tidak ada komputer dirumah, warnet selalu menjadi alternatif saya untuk mencari informasi. Saya ingat sekali, waktu itu saya sedang online facebook dan membuka grup PPI. Disana  ternyata Kak Okta mem-posting tentang informasi  lowongan pekerjaan sebagai Presenter. Pastinya dong, saya langsung “Ngeh dan Join” lowongan itu. Waktu itu, saya ga mikirin gajinya berapa, itu TV apa, yang ada di otak saya, saya mau jadi presenter dan terkenal.
Kalian tahu PT. SkyTV Palembang???
Jadi, berdasarkan data yang Saya contek dari Mbah google:
“Sky TV adalah sebuah stasiun televisi lokal swasta yang didirikan pada bulan Januari 2006. Saat ini, Sky TV dimiliki oleh MNC Media yang jangkauan siarannya meliputi Kota Palembang dan sekitarnya. Sky TV berada di Channel 44 UHF. Program dari Sky TV hampir keseluruhannya me-relay acara dari TV saudaranya yaitu SINDOtv”.

Jadi, Skytv ini ternyata adalah anak perusahaannya MNC Groups yang bergerak di bidang pertelevisian. Di Kota palembang sendiri baru ada 4 stasiun TV yaitu TVRI Sumsel babel, SriwijayaTV, PalTV dan SkyTV.

Pertengahan Februari, Saya mulai melakukan casting disana. Meliputi News Caster, Voice Over dan Reporter. Jujur sih saya ga sama sekali berpengalaman dalam bidang ini, karena saya memang ga belajar ini dalam kuliah. Saya kan Jurusan Manajemen Komunikasi, kalau yang berbau TV-TV gitu lebih banyak di jurusan Jurnalistik. Jadi, dengan kemampuan alakadarnya, ternyata saya masuk syarat untuk menjadi seorang penyiar TV. Horeeeee.. Seneng ya pasti iya karena apa?? Karena saya pikir orang sedingin dan se pemalu dan se diam saya, apa mungkin bisa tampil di layar kaca? Dan saya pikir, yang pantas jadi presenter itu Cuma orang-orang kayak artis gitu. Tapi mungkin Allah punya sesuatu dibalik ini. Yang tadinya saya pikir tidak pantas, Allah mencemplungkan saya ke dalam TV ini untuk melihat dan membuktikan saya pantas atau tidak.

Dan setelah beberapa bulan saya lalui disana, Saya pantas kok. Terbukti hampir semua program dipercayakan kepada saya untuk dibawakan, Acara Dialog “Biztalk” yang membahasa seputar dunia bisnis di palembang dan Sumsel, “Lunch Topik dan “Jurnal Minggu” yang merupakan acara berita, Dialog kesehatan, dan lainnya. Dan Saya juga menjadi Voice Over untuk tiap berita dan program lain yang tayang. Malah Kepala Stasiun disana juga langsung ngobrol 4 mata dengan saya, meminta saya untuk menjadi karyawan disana. Melalui SkyTv inilah saya baru tahu, bahwa suara saya bagus untuk jadi voice over, bahwa saya bagus bersosialisasi. Pujian-pujian itu yang membangkitkan semangat saya, dan mulai membantu saya untuk menemukan siapa saya. Semua orang disana juga baik-baik sama saya, mulai dari produser-produsernya, desain grafis, editor, sampe ke OB dan cleaning service semuanya dekat dengan saya. Di SkyTV inilah titik awal saya mendapatkan kepercayaan diri kembali, mendapatkan kekuatan dan semangat baru. Gaji saya disini dibayar berdasarkan seberapa banyak jadwal siaran saya yang ditayangkan. Jumlahnya tidak besar loh, Cuma beberapa puluh ribu saja per siaran, Selain tempatnya yang jauh dari rumah, dan gaji kecil. Jadi ya balik modal aja intinya, hehehhehee.

Tapi kemudian Saya mulai mencari peluang lain di dunia Presenter, saya mencoba melamar di TVRI Sumsel Babel. Dan hasilnya Saya juga lulus bersaing dengan hampir seratus peserta, dan dari 5 Presenter terpilih, salah satunya adalah saya. Beberapa program yang saya bawakan adalah “Warta Daerah” program berita sore TVRI yang tayang setiap hari, “Publika” yang merupakan dialog Publik mengenai politik, sosial, ekonomi, budaya, olahraga, dan lain-lain, Kemudian ada “Inovasi” merupakan acara penemuan-penemuan teknologi baru ynag sedang ebrkembang, “Lensa Olahraga” sebuah acara olahraga seputar palembang dan Sumsel, “Klinik Tani” acara tentang pertanian (karena Sumsel ini lahanyya banyak digunakan sebagai lahan pertanian), dan juga “Live Cross” acara berita yang menyiarkan berita-berita kiriman dari masing-masing Provinsi di Indonesia yang ditayangkan dalam program berita TVRI Nasional setiap harinya. Ya walaupun durasi tayanga Live cross nya sedikit, paling tidak muka saya udah beberapa kali nampang di TVRI nasional. Selain itu, beberapa pimpinan bidang di TVRI SS juga beberapa kali mengarahkan dan menawarkan saya untuk bekerja disana, karena mereka ternyata melihat potensi saya. Tapi ternyata umur saya siaran tidak panjang, hanya 6 bulan saja. Sedih ada. Tapi lebih banyak pelajaran yang saya dapatkan dari proses belajar saya sebagai seorang presenter. Mulai dari Februari 2012 sampai November 2012...

Meniti karir awal sebagai presenter selama kurang lebih 9 bulan, Allah membantu membuka jalan bagi Saya untuk mengokohkan pondasi dan  masuk ke langkah selanjutnya lagi agar lebih semangat dan lebih konkrit lagi.

Allah menjawab Doa Saya dengan cara-Nya..
Hal ini terbukti dengan apa yang Saya dapatkan sekarang ini:
1.   Awalnya Saya seorang yang pemalu dan pendiam. Tapi karena saya mencoba pekerjaan sebagai presenter, paling tidak saya sekarang sudah berubah menjadi lebih baik lagi karena seringnya tampil di depan layar kaca, berinteraksi dengan banyak narasumber, karyawan, masyarakat sekitar, dan lainnya. Hal itu memaksa saya untuk berani berbicara di depan umum.
2.   Awalnya saya tidak pernah memperhatikan penampilan saya untuk berhias. Semenjak menjadi presenter, saya banyak belajar bagaimana tampil cantik dan bersinar di depan umum, bagaimana cara make up yang baik, dan tampil rapi di tengah-tengah orang. Semuanya itu saya pelajari karena seringnya saya tampil di depan layar kaca yang harus selalu kelihatan cantik dan fresh dan juga seringnya bertemu dengan orang hebat dan besar dan juga menjadi MC.
3.   Awalnya saya dulu mana bisa berbicara di depan umum. Nyatanya bekerja sebagai presenter membuat saya sudah berbicara di depan ribuan orang. Yup, sebagai MC (Master of Ceremony) saya yang mengontrol jalannya acara dari awal hingga akhir. Bayangkan saja kalau MC sebuah pernikahan, tamu undangan yang datang ada 800-1000 orang. Untuk puluhan acara dimana saya yang jadi MC, berarti udah lebih dari 8000 orang dong. Luar biasa angka itu untuk saya.
4.   Awalnya saya tidak punya kebaya pesta. Karena saya emang ga pernah mau pake kebaya kalau kondangan. Seinget saya punya kebaya ada 2 itupun karena kakak perempuan saya nikah, lebih dari itu saya ga pernah buat. Dan nyatanya setelah menjadi Presenter dan MC, saya sekarang memiliki beberapa kebaya. Luar biasa juga untuk saya.
5.   Awalnya saya hanya bermimpi bisa berkenalan dengan orang-orang hebat. Nyatanya semenjak jadi Presenter Saya sudah mewawancarai banyak orang hebat. Saya pernah wawancara Anggota DPR-RI, Ketua DPRD Sumsel, Wakil walikota Palembang, Para pengamat, Ketua-ketua organisasi, Ketua KPU, ketua MUI Sumsel, pengusaha dan banyak lagi. Bagi saya, dulu saya mana pernah terpikir bisa ngobrol dengan orang-orang seperti mereka karena saya belum ada materi yang mau saya bicarakan dengan mereka. Tapi, bekerja sebagai presenter membuka besar peluang tersebut.
6.   Awalnya saya tidak banyak memiliki jaringan. Nyatanya setelah menjadi presenter, saya berkenalan dengan banyak sekali orang, dan saya memegang nomor kontak mereka. Sebenarnya tidak terlalu banyak efeknya, tapi dengan memiliki banyak jaringan, saya merasa bahwa saya berada diantara mereka, mugnkin saja suatu saat saya sedang perlu sesuatu bisa dibantu oleh mereka, informasi-informasi yang tadinya saya bingung dapetinnya darimana, ternyata malah datang dari mereka. So, punya jaringan yang luas itu baik loh. Itu menunjukkan sejauh mana aktualisasi diri kita.
7.   Awalnya saya kurang PD. Melalui Presenter ini, kepercayaan diri saya lebih meningkat. Tapinya takut ini takut itu. Tapi kalo sekarang “sudah lebih ada nyalinya” hehehe.
8.   Awalnya saya pikir mana bisa saya jadi akademisi. Melalui Presenter ini, saya ingat sekali. Kalau di TV kedua tempat saya bekerja, salign bersaing antar presenter itu biasa. Yang A ga suka sama B, begitu juga sebaliknya. Tapi dari dulu saya sudah terbiasa untuk netral, dan tidak ikut campur keduanya. Saya lebih suka mendengarkan cerita mereka, dan yang jelas tidak menyampaikan diantara keduanya. Malah melalui salah satu teman penyiar inilah, Dia sudah penyiar senior di TVRI, ada beberapa yang ga suka, tapi saya tetap mau komunikasi yang baik, ya kita cerita-cerita tentang ini dan itu. Nyatanya, dari Dia inilah saya mendapatkan kesempatan untuk mengajar (walaupun masih lingkup kecil anak SMA), saya diajak mengajar paruh waktu setiap hari sabtu di SMAN 5, almamater saya dulu. Disini kami mengajar Kewirausahan Presenter yang didalamnya melingkupi Public Speaking juga. Bagi saya, inilah langkah awal saya untuk belajar menjadi seorang akademisi. Sekarang ya masih lingkup kecil, tapi kalau saya banyak belajar dari sini, saya mau melanjutkan s2 dan bisa jadi nanti saya jadi Dosen kan. Kabar baiknya lagi, sabtu kemarin Kami berdua juga diajak bergabung untuk mengajar di SMAN 1 juga. Dan usut punya usut kita berdua jadi semangat, siapa tahu ini bisa terus berjalan dan banyak pihak yang puas, Kami mau buat EO khusus untuk sekolah-sekolah. Jadi menurut saya, Allah membantu saya melalui Kakak ini. Saya juga banyak belajar dari Kk ini. Di dalam Wirus ini kami mengajarkan marketing juga. Saya mengajarkan siswa, tapi saya juga belajar dari Kk ini bagaimana jadi marketing dalam scoop yang kecil.
9.   Oh ya, satu lagi... saya juga dapet pasangan dari proses menjadi presenter ini,,, Hehehehee dan Dia sampai sekarang masih bersama saya, Paling tidak Dia adalah orang terdekat saya saat ini...

Ya kurang lebih, itu yang sudah Allah berikan kepada saya. Mungkin masih ada lagi, tapi sekarang saya lupa apa saja itu.

Oh ya, dulu saya bercita-cita ingin buka bisnis juga. Beberapa bulan yang lalu, saya selalu mencari-cari apa ya bakat saya yang bisa saya pakai untuk jadi bisnis. Dulu saya suka menggambar dan gatau bisa jadi bisnis apa nggak. Melalui Vina, finalis IMB, saya belajar bahwasanya, just do it, dan ayunkan tanganmu utnuk emnggambar. Saya coba deh, kemarin temen saya sudah ada yang order lukisan glitter punya saya. Paling tidak saya sudah menemukan satu, harus terus mencari cara agar bisnis ini bisa terus berjalan sambilan dan semakin banyak peminatnya.

Dan setelah berhenti menjadi presenter, saya bekerja di sebuah perusaahn IT, disini posisi saya sebagai Admin. Sebelumnya saya belum pernah mendengar nama perusahaan ini. Tetapi saya tergerak untuk menjalani segala jalan yang diberikan Allah kepada saya. Saya jalani dulu, dan saya betah kok disini. Saya banyak belajar juga tentang dunia IT dan hal-hal lainnya. Sembari bekerja, karena disini ada fasilitas internet, Saya juga bisa produktif untuk menulis isi blog saya.


Jadi, dulu saya berdoa dan berangan-angan. Senin-Jumat jadwal saya bekerja di perusahaan, Sabtu dan Minggu kegiatan have fun, disamping itu saya memiliki bisnis sampingan juga. Dan sekarang melalui proses yang panjang dan jatuh bangun juga (menurut saya). Saya sudah bekerja di perusahaan Senin-Jumat, mengajar pada hari Sabtu, Hari Minggu waktu untuk keluarga dan  orang terdekat, dan juga kadang-kadang amsih menajdi MC walaupun sudah tidak di TV lagi.
Seperti yang saya tulis diatas, sekarang saya berada pada level C. Karena saya merasa semua yang diberikan ini baru proses awal, belum mencapai kemapanan, dalam artian saya masih belajar dan  belum expert bener. Saya harus mensyukuri ini, dan terus berusaha membuat ini menjadi mapan dan lengket dalam diri saya.
Dan yang saya tahu sekarang, Allah memang benar tidak tidur. Saya minta diberikan teman yang banyak, Allah kasih itu. Saya minta pekerjaan dan lainnya, Allah kasih itu. Allah aksih jalan bagi saya untuk memulainya. Allah kasih saya “bekal”. Ya, dengan bekal itu saya bisa seperti saya yang sekarang. Dan saya tidak cukup berpuas diri dengan keadaan yang sekarang, harus tetap selalu berusaha menjadi dan mendapatkan yang lebih baik lagi. Aamiinn..

Allah tidak tidur, Dia selalu ada di dekat Kita J